Catatan hati...

 photo catatanhati2_zpscf021a88.jpg

4.11.2017

Malam pertama

Malam pertama di ruko. 
Panas.  Tanpa AC.  Karena ac cuma ada satu..  Dan setengah pk.  Sekat kamar ke atas masih blong.  Kaki berpasir..  Berdebu..

Sabar..  Sabar 
Insyaaallah masih banyak sabar.  Pelan-pelan..  Karena ini situasinya baru pindah dan kondisi ruko belum selesai.
Mimi entah dimana..  Tadi kami bawa..  Tapi mimi ketakutan,  sembunyi dan aneh dengan situasi ruko ini.
Aci sedih tanpa mimi. Mudah-mudahan besok mimi muncul.

Delay 3 days

Ini pindahan yang tertunda lagi. 
Dan tadi malam kami masih diberi kesempatan tidur di flamboyan.  Berenam di kamar aci yg kecil.

انش الله hari ini kami fix pindah

4.09.2017

Delay 2 days

Dapat unduran 2 hari dari postingan sebelumnya.. :)

Kami berpikir sabtu pindah beneran..  Ternyata kondisi kamar di tempat hunian baru belum siap..  Jadi malam ini insyaAllah malam terakhir di Flamboyan.  Qodarullah..  Selama dua hari banyak yg membantu kami. Kami juga punya waktu lebih untuk berkemas-kemas.

Dan malam ini kami kedatangan tamu dari jauh.  Teman sekolah suami yg dulu memasok mukena bali jualanku.. Prabowo Bersama bapaknya.. Dari semarang.  Senang masih bisa menerima tamu dan menyediakan tempat bermalam di rumah yang kecil ini dengan kondisi apa adanya.  Termasuk keterbatasan peralatan makan.

Bismillah.  Semoga di tempat yang baru kelak lebih berkah..
Semangaatt..  :)  :)

4.08.2017

(jangan) melow tinggalkan rumah flamboyan

Malam terakhir di rumah ini.
Beberapa kali terbangun menyusukan bayi Muti.  Aku  memandang sekeliling kamar.  Begitu banyak kenangan di kamar ini.  Memandang rintik hujan di luar.  Betapa tak terhitung kejadian di halaman,  di teras rumah.

Lebih 8 tahun kami menganggap rumah ini adalah rumah kami..  Ternyata qodarullah belum rejeki kami. 

Rumah ini akan menjadi kenangan.
Tapi aku teringat pesan temanku Pit,  jangan melihat ke belakang.  Tentu akan semakin larut tenggelam bersama memori2 yang semakin banyak.  Lebih baik semangat menempati ruko..  Semangat jualan..  Semangat untuk semuanya yg ada di depan..

3.27.2017

Rumah Ini akan dirindukan

Rumah ini.. 
Tempat kami berkumpul.
Ruangan tamu=ruangan keluarga=kadang juga menjadi ruangan makan.
Kami tidak punya banyak ruangan.
Tapi kami punya banyak kebahagiaan. Berkumpul dengan anak2.  Bercanda.  Bermain dan bersenda gurau.

Ruangan dalam rumah ini beberapa waktu lagi akan kami tinggalkan. 
Tempat tinggal yang baru tidak berlantai keramik..  Tidak licin seperti di sini.. Karena ruko yang kami sewa masih kosong dan dengan kondisi apa adanya.

Banyak berdoa semoga manis dan pahit kehidupan berikutnya mendapat berkah.  Semoga episode berikutnya adalah indah.
Rumah ini memang banyak meninggalkan kenangan,  memang banyak sayang untuk ditinggalkan.  Tapi kehidupan setelah di dunia adalah benar adanya.  Benar ada perhitungan dan pertanggungjawaban atas kehidupan sebelumnya.

Menjual rumah ini untuk melepaskan diri dari riba mungkin terdengar bodoh dan gila bagi sebagian orang.  Biarlah.  Karena kita tidak bisa memaksa pikiran kita untuk sama seperti yang lainnya.

Tetap Semangat ya,  suami dan anak2ku..

3.20.2017

Zavia Muthi'ah, our new baby

Proses melahirkan memang selalu menjadi kenangan yg tidak terlupakan. Demikian pula dg kelahiran anak ke-4 kami.
Banyak kemudahan dan kelancaran yg Allah berikan.. tiada henti rasa syukur melihat bayi kami lahir sehat selamat.. dan cantik.. ;)

Rumah Ini....


Lebih delapan tahun tinggal di sini. Tanpa terasa ini bukan rumah kami lagi. Tinggal menghitung hari untuk pindah dan menyewa.. memulai dari nol lagi..

Keputusan untuk menjual rumah bukan perkara yang mudah. Hanya Allah tempat kami berserah. Berharap bebas dari riba membuat kehidupan yg kami jalani lebih baik. Semua hanya untuk menjadi hamba yg taat.

1.12.2017

Ketika Dia Tidak Seperti Dulu Lagi

Hampir 11 tahun kami bersama.
Akhir-akhir ini dia terasa agak asing bagiku. Dia jauh dari sosok penyabar dan penyayang. Juga pemerhati.
Kalau dulu apapun dia selalu ingat. Sekarang apapun tentang aku dia sering lupa.
Dia lebih senang bercengkrama dan larut di dunia maya dengan yang lainnya. Aku seperti tidak berarti, bahkan keluhanku juga tidak didengarkan apalagi ditanggapi.

Aku tiada tempat mengadu dan berbagi.
Keadaan ini jujur saja membuat aku kadang tidak sanggup lagi. 

1.05.2017

Memasang Benang Mesin Obras

Haaii..
Sesungguhnya aku bukan tukang jahit, dan belum mahir menjahit. Bisanya menjahit pakaian koyak.. dan kalau pun berani menjahit baju itu adalah baju yang dipakai sendiri saja. Dan hasilnya tentu masih berantakan, karena hanya belajar otodidak tidak sempurna.

Ceritanya aku beli mesin obras bekas. Waktu beli, udah ditunjukin cara memasukkan benang2nya oleh si penjual. Tetapi karena memang gak ngeh, sampai di rumah, terlebih ketika benangnya putus aku mulai kerepotan.
Browsing sana sini tapi belum ketemu yg detil penjelasannya. Solusi akhir aku memanggil tetangga yg kebetulan tukang jahit juga.

Nah terinspirasi dari situ aku coba buat tutorial memasang benang obras. Mesin obras yg aku pakai adl mesin obras kecil 3 benang merk Butterfly. Semoga bermanfaat..

12.11.2016

Sedih

Capek. Letih. Pengen nangis.
Apa yg tidak aku korbankan. Tapi semua entah dihargai atau tidak.
Dia saja yg berhak marah.
Di saat kondisi berat spt ini, harusnya aku mendapat kasih sayang dan perhatian yg lebih.
Terima kasih.
Mungkin mmg ini sudah jalannya hidupku.

10.12.2016

Tendangan pertamaaaa...

Eh eh, tadi kira-kira jam delapanan malam.. aku dikagetkan dengan tendangan yg cukup kencang di dalam perut... Awalnya aku pikir itu adalah tendangan reflek Zia tanpa sengaja....

Amazing.. padahal udah kehamilan yang keempat. Senang bangeettt...
Semoga janin di dalam perut ini sehat walafiat..

Udaaahh.. mau catat itu aja. Biar bisa ingat.. hehehe..

9.26.2016

September 2016

Basi ya. Lagi-lagi vakum berbulan-bulan. Kini aku menjadi seorang yang malas menulis. Waktuku sudah banyak habis untuk menjadi ibu rumah tangga dengan bisnis onlinenya. Hehehe.

Oya, sekarang usia kehamilanku kira-kira 4 bulan. What??? Hamil lagi??
Hihi.. iyaa.. pengen Zia punya adik..  pengen rumahnya ramai.. pengen Ahmad punya teman jagoan. Semoga Allah izinkan. Tapi seandainya pun diberikan putri cantik juga gpp.. yg penting sehat walafiat..

Tapi, lagi-lagi aku gak mau heboh dan ramai tentang kehamilan ini. Anak ke empat, InsyaAllah. Tanggapan org kan macam-macam. Tidak kelihatan raut senang dimata orang tua dan mertuaku. Semua dingin, seperti khawatir dengan keadaan ekonomi kami yang masih biasa saja.

Kami percaya Allah telah menjamin rejeki setiap makhluknya. Cicak saja bisa memakan nyamuk yang terbang. Semua dengan usaha, doa. Karena itu kami tidak takut. Dan tentunya bahagia dengan kehamilan yg diperkirakan lahir bulan Maret 2017.

Oya, Zia juga sudah disapih. Banyak kemandiriannya.. banyak ocehannya sekarang.. masa-masa yang menggemaskan.

Sementara Dymsi dan Ahmad, juga senang bersekolah di Kuttab. Alhamdulillah..

Cukup dulu sebagai obat kangen ngeblog. Pengen lebih rajin menulis.. mudah-mudahan.. :)