Catatan hati...

 photo catatanhati2_zpscf021a88.jpg

9.26.2016

September 2016

Basi ya. Lagi-lagi vakum berbulan-bulan. Kini aku menjadi seorang yang malas menulis. Waktuku sudah banyak habis untuk menjadi ibu rumah tangga dengan bisnis onlinenya. Hehehe.

Oya, sekarang usia kehamilanku kira-kira 4 bulan. What??? Hamil lagi??
Hihi.. iyaa.. pengen Zia punya adik..  pengen rumahnya ramai.. pengen Ahmad punya teman jagoan. Semoga Allah izinkan. Tapi seandainya pun diberikan putri cantik juga gpp.. yg penting sehat walafiat..

Tapi, lagi-lagi aku gak mau heboh dan ramai tentang kehamilan ini. Anak ke empat, InsyaAllah. Tanggapan org kan macam-macam. Tidak kelihatan raut senang dimata orang tua dan mertuaku. Semua dingin, seperti khawatir dengan keadaan ekonomi kami yang masih biasa saja.

Kami percaya Allah telah menjamin rejeki setiap makhluknya. Cicak saja bisa memakan nyamuk yang terbang. Semua dengan usaha, doa. Karena itu kami tidak takut. Dan tentunya bahagia dengan kehamilan yg diperkirakan lahir bulan Maret 2017.

Oya, Zia juga sudah disapih. Banyak kemandiriannya.. banyak ocehannya sekarang.. masa-masa yang menggemaskan.

Sementara Dymsi dan Ahmad, juga senang bersekolah di Kuttab. Alhamdulillah..

Cukup dulu sebagai obat kangen ngeblog. Pengen lebih rajin menulis.. mudah-mudahan.. :)

3.13.2016

Mak Dabo, here..

Butuh waktu bagi emak untuk mau tinggal di Pekanbaru. Emak yg sudah puluhan tahun ditinggal bapak, lebih senang di Dabo. Menunggui rumah pusaka yg bersahaja.
Tapi kini emak sudah sebulan disini. Dua minggu di rumah abangku, dan dua minggu di sini. Emak senang berbagi. Bercerita dengan anak cucu.
Betah emak disini, itu harapan kami. Apa yg telah emak korbankan untuk kami tentu hanya Allah semata yg mampu membalasnya. Yang bisa kami lakukan adalah berusaha membuat emak merasa senang, nyaman dan bahagia.

1.19.2016

Menidurkan Zia

Menidurkan Zia ini kadang bikin ngantuk. Tak jarang juga bikin kulitku sakit. Karena Zia suka mencubit. Tangannya merayap kemana2. Kakinya juga. Apalagi disaat kukunya panjang. Huhuu.. ditambah sedang minum asi.. ditarik kesana kemari.

Zia kini sudah 1 tahun 5 bulan. Berarti masih ada jatah asi 7 bulan lagi. Saat2 yg berat bagi seorang ibu untuk menyapih anaknya. Karena sesungguhnya dibalik duka dipreteli anak.. terselip banyak sukanya.. saling bertatapan, berpelukan, bahkan seringkali bercanda diiringi belaian, ciuman syg di kepalanya..
Betapa besar manfaat asi yg Allah berikan.

Dan disaat aku hampir selesai menulis ini, zia mulai kecapean. Mulai terdiam. Mengantuk. Tidurlah nak... tidur yang nyenyak. kami menemanimu.. menjagamu...

1.15.2016

10 tahun bersamamu

150106-150116
Dulu.. lihat sepuluh tahun orang nenikah.. acungkan jempol. Hebat. Bisa lalui banyak hal bersama selama itu. Dan tak terasa kami juga masih tergolong hebat. Walau pasti banyak yang lebih hebat.

Tak terhitung ya.. berapa bahagia dan berapa derita. Berapa ketawa dan berapa tangisan. Semua berjalan begitu saja dan semuanya dibungkus oleh perasaan dan komitmen membangun rumah tangga bersama, saling mengisi dan berharap kami dan anak2 kelak sama2 menjadi penghuni surga.

Tidak ada selain Alhamdulillah. Thank u Allah.. untuk jodoh indahku, imamku, separuh jiwaku..

12.24.2015

Mesin Jahitku

Waktu dikasi mesin jahit ini sama ibu mertua, aku senaaaaaang sekali. Betapa tidak. Terpikir byk baju dan celana robek yg bisa dijahit dan terpikir menciptakan sesuatu dengan mesin ini.
Dan Alhamdulillah kemarin aku bisa menyelesaikan sebuah baju dress panjang untuk Dymsi. Hasilnya masih biasa saja.. tp lumayan untuk pemula. Setidaknya baju itu bisa menjadi baju kesukaannya untuk saat ini. Hehehe.

Menjadi ibu rumah tangga itu harus multi talenta. Karena banyak yg bisa dikerjakan di rumah. Asal niat kuat, yakin bisa.

12.23.2015

Desember. Posting pertama

Desember. Bulan terakhir 2015.
Begitulah waktu. Tidak disadari, jsm terus berputar dan kita semakin tua.
Anak-anak juga semakin besar. Dymsi sudah sembilan. Ahmad enam dan Zia satu. Mereka sehat seakan sempurna. Kadang bersenda gurau, kadang berantam.

Oya sejak bbrp waktu lalu kami mrmbuka pintu rumah untuk belajar mengaji. Alhamdulillah mendapat respon baik dari tetangga. Murid yg awalnya satu sekarang sudah enam dan insyaallah akan bertambah lagi. Senang sekali.

7.10.2015

Ramadhan 2015

Zia hampir 11 bulan. Gigi seri atas sudah muncul bersamaan dua buah. Total gigiyg sudah terihat ada empat..
Zia sedang lasaknya. Merangkak. Tatah..
Kadang aku keteteran juga. Andai tidak ada suami, aci dan ahmad.. mungkin pekerjaanku lebih banyak y berantakan krn zia suka nempel denganku..

5.16.2015

Lintau (again)

Pulang kampung suami yg sesekali. 7 jam dari pekanbaru. Perjalanan yg bikin pusing mual dan muntah. Tapi dihadiahi pemandangan nan indah..
Menurut wikipedia Lintau Buo adalah sebuah kecamatan diKabupaten Tanah DatarSumatera Barat,Indonesia. Kecamatan Lintau Buo terletak sekitar 45 Km dari Kota Batusangkar.

Wilayah Kecamatan Lintau Buo terletak pada ketinggian antara 200 hingga 400 m diatas permukaan laut. Curah hujan di wilayah kecamatan ini rata-rata 172,06 mm3 per tahun dan merupakan daerah bayang-bayang hujan.

Kecamatan Lintau Buo dilintasi aliran Sungai Batang Sinamar yang berhulu di Kabupaten Limapuluh Kotodan bermuara di Sungai Batang Ombilin diKabupaten Sijunjung.

Kecamatan Lintau Buo terdiri dari 4 Nagari:
Nagari Taluak (terbagi menjadi 4 jorong)Nagari Tigo Jangko, (terbagi menjadi 6 jorong)Nagari Pangian, (terbagi menjadi 6 jorong)Nagari Buo, (terbagi menjadi 6 jorong)

Nah.. suamiku berasal dari nagari buo.
Sebenarnya kl dibanding2kan.. antara melayu dan buo memiliki kemiripan bbrp kosa kata.  Mungkin pengaruh penjajahan belanda atau lainnya.

Anak2 menikmati bermain disini. Cuaca juga adeemm.. btw ini adalah pulkam pertama bagi zia.

Oya zia sudah bisa berdiri sendiri berpegangan.. merangkak dg kaki kanan yg kdg terangkat. Sudh  besar ayang2ku... mmg tidak terasa dan tidak terasa bdblkubjuga  blm lgsung2. Heheheh..

4.24.2015

Subuh

Subuh ini aku rindu dg bapak...
Bapak yang sudah sejak 1998 meninggalkanku..bapak yg sudah membesarkanku...
Ya Allah. Lama tak aku doakan khusus untuk bapak.. aku sedih dan merasa byk dosa dan tidak menjadi anak yg berbakti..
Bapak sangat menyayangi aku..
Bapak yg kini ada dkm memoriku..

Dan andai bapak tang im masih hidup.. tentu aku mendapat kasih syg dari dua bpk..

Dunia memang takkan habis dikejar.
Allah kuatkanlah hatiku untuk selalu bersujud. Karena aku takut dunia ada dlm hatiku..

11.22.2014

Sedang Kesal (entah tanpa sebab)

Malam ini sedang kesal, entahlah.. ingin menangis, tapi tidak tahu harus bersembunyi dimana...
Kadang ada perasaan lemah sebagai wanita, walau sebenarnya menjadi wanita itu harus kuat. Kadang ingin bermanja, tapi keadaan membuat aku tidak bisa menjadi wanita yang dimanja. Tiga anak dan pekerjaan rumah, serta bisnis online membuat aku harus selalu sehat, selalu kuat dan selalu bisa mengatasi semuanya..
Semoga Allah selalu memberikan aku kekuatan lebih dan lebih.. 

11.17.2014

Keberanian Ahmad

Hari ini aku kagum kepada Ahmad. Dia mulai berani mengayuh sepeda dengan sebelah roda bantu. Barangkali ini adalah hal yang biasa bagi orang lain, tapi bagiku sungguh luar biasa. Kenapa luar biasa? karena Ahmad termasuk anak yang secara fisik dia jarang bermain diluar. Bermain dengan laptop, mainan susun susun. Tapi sore ini dia begitu bersemangat. Berkali-kali aku lontarkan pujian untuknya dengan harapan semangatnya semakin membara. Menjelang dia tidur tadi,aku bertanya: apa yang membuat ahmad berani? Ahmad lihat banyak kawan - kawan ahmad yang suda pintar dari ahmad..subhanallah..
Tetap berani ya ahmad.......

11.03.2014

Tanpa Judul

Ngerapiin file di BB.. ketemu foto-foto dan video yang menggelitik.. Begitulah hidup, siang malam silih berganti, tidak terasa waktu terus berjalan, yang kecil semakin besar, dan yang besar mulai kelihatan tua. Tua itu pasti, tidak bisa dipungkiri apalagi dihindari. Demikian pula dengan kematian.

Hari-hari aku jalani masih normal seperti biasa, salon sementara off sejak Zia lahir, karena sikonnya tidak memungkinkan untuk diriku menyalon orang. Biarlah, karena rezeki itu tak berpintu. Sementara bak keramas aku letakkan di belakang supaya rumah agak lapang. Bicara soal rumah, aku tidak tahu kapan bisa merehab rumah, membesarkan sedikit demi sedikit, karena memang jualannya untuk saat ini belum nampak... Cukup bersyukur saja dengan keadaan yang sekarang.. :)

Malam ini aku tidak tahu mau fokus menulis tentang apa.. Pikiranku banyak melayang-layang... Banyak ide, tapi lagi-lagi bingung belum ketemu jalannya.. sah

Sebaiknya aku istirahat dulu saja, barangkali dengan istirahat, banyak ide peluang usaha yang sedang aku rencanakan