Catatan hati...

 photo catatanhati2_zpscf021a88.jpg

4.09.2008

Blog bukan Diary Seutuhnya

Ada satu pertanyaan yang kadang-kadang muncul di pikiranku: apakah blog itu adil? Sebenarnya pertanyaan ini sudah ada cukup lama, ketika Hubby menawarkan blog sebagai diary online. Menggantikan lebih dari 10 diaryku yang sengaja kubakar habis sebelum menikah dengan Hubby. Aku ingin mengubur seluruh masa lalu disaat aku akan memulai hidup yang baru, dengan laki-laki yang aku cintai.


Tapi tetap saja berbeda, tepat saja tidak sama. Diaryku yang telah tiada itu adalah curahan seluruh isi hatiku, sedangkan blogku ini, bukan seluruhnya. Ada kesedihan yang mungkin tidak bisa dipublikasikan dan dibaca oleh setiap mata, sehingga lara itu harus ditulis di dalam hati saja sampai kemudian hilang perlahan dimakan oleh usia.
Sementara, diaryku yang dulu itu bisa bercerita kapan saja, dimana saja tentang cerita lalu suka maupun duka. Sungguh dua diary yang sangat berbeda. Diary lama tidak butuh arus listrik, dengan lentera pun kami sudah bisa bersua. Tapi diary baru ini sungguh sangat modern, hanya bisa diakses dengan peralatan berupa komputer, baik PC maupun notebook, dan tentunya harus menggunakan arus listrik atau pun baterai.
Ternyata blog bukan sepenuhnya diary, dan diary tetap diary. Diary tetap tak terganti.

4 comments:

Kalar mengatakan...

See Please Here

Ani mengatakan...

Bisa saja dunk Dayank blognya dijadikan diary tempat menulis segalanya, tapi jangan di publish.

rendah diri mengatakan...

blog bole dijadikan diary sepenuhnya tapi mesti buat blog baru yang tidak dipublish. 10 markah untuk ani!

dinie mengatakan...

Kalo dini malah seneng banged mba curhat dan men-diary-kan blog, coz bisa dibaca seluruh umat yang ada dimuka bumi ini ehehe...

justru smakin menarik saat kita terpaksa tidak menceritakan apa yang harusnya tidak kita ceritakan ke orang lain, menyenangkan... bermain dengan kata-kata, menyembunyikan bagian penting yang hanya segelintir orang saja yang tau, sungguh suatu yang paling saya sukai di bagian tulis menulis...

yeah, itulah susahnya untuk sebuah diary bernama blog. aliran listrik, yang kadang kala tak seindah gerak jari tangan kita menari di atas tuts keyboard ini... tapi, bukankah itu sebuah dinamika cantik yang mampu membangkitkan fluktuasi emosi manusia?