Catatan hati...

 photo catatanhati2_zpscf021a88.jpg

2.27.2011

Love U, Mom..

Subuh ini aku pending orderanku, untuk menulis cerita tentang kerinduan.
AKu rindu ibuku, entah mengapa. Aku pandang sekeliling rumahku, dan rasanya aku harus minta maaf kepada beliau, bahwa tidak ada satu pun foto beliau yg terpajang di dinding, begitu juga dengan gambar alm. Bapak.
Dulu, ketika aku belum menikah, foto mereka berdua adalah kebanggaanku, mengapa seorang Siti Nurbaya sekarang begitu angkuh, begitu sombong hanya memajangkan foto dirinya, suaminya dan anak-anaknya. Kemana foto orang tuanya? Dilaci? Lemari? Aku pun bahkan lupa dimana aku meletakkannya.

Maafkan ananda, Bunda...

Kadang, bukan kadang tapi bahkan sering aku melupakan beliau saat tenggelam bersama kebahagian, berkumpul dengan keluargaku. Tak sadarkah aku ibuku sudah banyak menyimpan keriput di wajahnya? Tak mengertikah aku mungkin beliau ada menyimpan penyakit dalam tubuhnya? Tak ibakah aku setiap 2 hari sekali beliau sering mengatakan, "tak bisa berjumpa, mendengar suaraku pun jadilah..."

Ampuni ananda, Bunda...

Ibuku begiitu menyayangi aku, tanpa membedakan aku dengan yang lainnya, walau sebenarnya aku adalah bebeda. Aku yang tidak sama dengan saudara-saudaraku yg lainnya, tapi selalu mendapat perlakuan yang sama bahkan mungkin lebih.
Aku tidak lahir dari rahim ibuku, karena ibuku yang satu ini tidak penah mengidam karena aku, tidak pernah mual karena aku. Tapi barangkali beliau pernah sedih karena perbuatanku..
Beliau tidak pernah melahirkan aku dari rahimnya, tapi hatinya luar biasa terhadapku, dan aku lebih sering setuju mengatakan bahwa diriku lahir dari hatinya.

Maafkan Dayank, Mak...

Mak-ku adalah ibu angkatku, yang memelihara aku sejak umurku 9 hari setelah aku diserahkan oleh ibu kandungku, yang tidak pernah aku temui dan yang aku tak mengerti apa alasannya 'membuang'aku.
Aku bersyukur, meniliki Mak-ku. Mak terbaikku..

Berbahagialah teman, jika kamu masih memiliki seorang ibu kandung, sebagaimana aku bahagia dan bangga pada ibu 'angkat'ku ini..
Aku harus mengatakan jujur bahwa aku sangaattt rindu pada ibu kandung yang tak pernah aku lihat wajahnya, tapi kerinduan itu tidak melebihi rindumnya aku pada emakku.
Jasa beliau sangat besar, bagiku melebihi jasa apapun di muka bumi ini.

i miss u, my mom.. so much..
Semoga suatu saat nanti, aku bisa membahagiakan emak, menghadirkan keceriaan dalam hidup emak, bahagia yang tiada batas..

Love u, Mom..

2.17.2011

Ultah Echa-teman Dymsi






@Acara ultah Echa-nya Yuyun Hendra, di MTC Giant bbrp waktu yg lalu. Kalau boleh jujur, ini pertama kalinya kami sekeluarga ke MTC.. Hehe. Padahal sudah lebih dari satu tahun berdiri, dan masih satu kecamatan masih saja belum ke sana. Hehe.
Waktu di situ, lihat Dymsi rasanya, gimana ya. Sudah cepat banget besarnya. Ahmad juga, dulu bengong-bengong kalau lihat acara, sekarang sudah paham.
Kesan selama acara adalah Chaki - icon KFC kok rada kurus ya, trus lemeeesss lagi.. hehe. Padahal dia adalah ayam satu-satunya yg beruntung karena tidak dimasak jd fried chicken.. haha..
Btw kata Dymsi kue ultah Echa bagus, krn gambar putri... ya gitulah anak perempuan sukanya juga yg berbau perempuan..

2.08.2011

Rindu Dabo

Pas lagi 'kerja' kemarin, bersama anak-anak di depan PC, iseng buka-buka file foto lama, foto Aci kecil dan tak sengaja juga melihat foto kami pulkam ke Dabo 2008.
Lihat rumah, pantai, pelabuhan..

Huaaaaaa....., rinduuuu... pengen pulang. Apalagi kl teringat kuburan bapak, kakak, makcik, nenek.. ingin ziarah.
Mamak juga rencananya tidak dalam waktu dekat ke sini lagi, terakhir bulan Juli 2010 kemarin pulang kampung, dan sampai sekarang masih di sana. Kami hanya bisa melepas rindu dalam suara saja.

Jadi makin semangat menjalankan bisnis ini, biar gak pusing ngutak ngatik kalkulator lagi kalau mau pulang kampuungg...

1.15.2011

Wedding Anniversary

Lima tahun perkawinan, hari ini.
Dua anak.
Semoga permikahan yang membawa kami untuk menjadi hamba yg bertaqwa kepada Allah.
Amin.

*Miss u, my hubby.
yg saat ini sedang tidur di sekolah karena lemburrrr....

1.13.2011

Mengapa Karirku di Rumah?

Senang, mendapat kabar adik-adik tingkatku lulus PNS Pemprov Riau.
Walau aku tak ikut bersaing dengan alasan yg klise, anak.
Memang aku tak sekuat mereka, ibu-ibu rumah tangga di luar sana yang ikut membantu suami bekerja, entah itu PNS atau pegawai swasta.
Aku terlalu cengeng. Teringat waktu masih kerja di Jl. Riau, aku meninggalkan Dymsi sambil menangis di dalam mobil ketika dijemput oleh abangku. Dan pesan yang seirng disampaikan kepada aku waktu itu adalah: "Jangan terlalu memanjakan anak.."


Itulah dia, gadis kecil yang membuat aku tidak sanggup untuk meninggalkannya. Banyak ibu-ibu lain juga tidak tega meninggalkan anak mereka, tapi entah mengapa aku masih saja tidak sekuat mereka, dan rela bertahan dengan kondisi seperti sekarang. Pikir aku hanya sederhana, toh aku juga berusaha -salam tahap meningkatkan penghasilan- dengan bisnisku.. Toh aku juga memanfaatkan ilmuku dengan membuka les di rumah.. Toh aku juga nyaman dengan mengurus sendiri rumah dan anak-anakku?
Banyaklah, yang membuat aku tidak menyesal dengan pilihan aku sementara ini untuk menjadi ibu rumah tangga sejati..
Kemarin, aku sampaikan kepada gadis kecilku, "Teman Bunda dua orang lulus PNS, Nak..., Bunda gak lulus karena gak ikut tes.."
Jawab anakku: "Trus kalau Bunda lulus, anak-anak bunda nanti sama siapa..."
Hm, terharu lagi, dan lagi-lagi aku tidak bisa.
Pernah aku sampaikan usulan menitipkan dia dan adiknya di TPA.
Geleng-geleng kepala, jawabnya.
Jadi, kalau aku mengikuti perasaan keibuanku, dan menuruti kemauan anakku- ingin Bunda di rumah saja, apa itu berarti aku salah, apa itu berarti aku memanjakan anak, ya?
Bahkan bukan sekali Dymsi request: "Gpp uang Bunda sedikit tapi Bunda kerjanya di rumah aja...."

Episode Ahmad.
Si kecil ini lagi yang membuat aku tambah tidak bisa berkutik, sejak hamil sudah ikut berjuang adem ayem di dalam perut buncitku. Dan menjadi alasan utama aku menjalani hari-hariku di rumah, hingga kini aku menemukan ketenangan yang 'lebih', semua berkat Ahmad Rozin.





Memang dalam hidup selalu ada pilihan, dan saat ini pilihan aku jatuh kepada mereka, anak-anak kami yang masih kecil, polos..Akulah yang akan membentuk mereka menjadi seperti apa, karena niatku mereka kelak mejadi anak sholeh-sholehah, berprilaku baik, sopan..
Semoga niatku tak sia-sia, semoga kehidupan tetap cerah, karena karir tak hanya dengan bekerja di luar, di dalam rumah pun aku yakin akan bisa bangkit, dan tentu saja tanpa kehilangan waktu dengan anak-anakku..

1.08.2011

Kegiatanku Setiap Hari

05:30
Bangun tidur, sholat, menyiapkan sarapan suami.

06:45
Suami berangkat, menyiapkan sarapan anak-anak
Kalau bisa sekalian masak untuk makan siang.

08:30
Sarapan bareng anak-anak, mandiin mereka.
Menidurkan Ahmad kecil.

10:00
Masak, dan selesai itu mandi (aku paling suka mandi kl sudah selesai semua pekerjaan, supaya habis mandi gak pegang yang kotor-kotor lagi).

13:00
Makan siang bersama anak-anak.
Tidur siang.

16:00
Bangun tidur kl ada bahan buat cemilan
Mandi bareng anak-anak

18:00
Nyuapin anak-anak.

19:00
Kalau sempat makan dulu sebelum ngeles
Kl gak sempat langsung ngeles

21:00
Nidurin Ahmad sayang
Makan malam

22:00
Nyetrika, atau ngenet Oriflame sambil ngintip facebook, imel, blogger :)

24:00
Tidurrrr.

Diantara kegiatan-kegiatan itulah aku menyempatkan diri berbisnis.
Kadang lagi megang bawang, balas sms..

Baru mo mandi, angkat telepon..

Lagi nyuapin anak, dpt sms orderan..

Dan biasanya orderan aku kerjakan malam, karena suasana lebih tenang dan bebas gangguan.. Jadi maaf teman-teman kl kemalaman baru bs order, tp dikerjakan pasti...

Jadi bisnisku ini benar.., dikerjakan:
Sambil masak, sambil dandan, sambil jaga anak...
Trus gak sampai tanggal sepuluh
Setiap bulannya, "gaji"ku langsung masuk ke rekening
Gak perlu ke atm kok, cukup cek melalui i-banking aja...

Gimana gak cinta sama bisnisku, kalau tiap hari rutinitasku jelas, anak-anak aman, suami senang, dan tiap bulan dapat transferan...

Cintaaaaaa dehhh sama bisnisku ini...

1.07.2011

Pilihan di Lima Belas

Kangen..
Mau menulis lagi, seperti dulu.

Memang hidup ini dihadapkan kepada pilihan-pilihan, yang kadangkala kita bingung harus memilih yang mana.
Diantaranya kita pasti mencari yang terbaik, walau ketika kita memilihnya, kita hanya menerka, berharap bahwa pilihan kita adalah tepat.
Sama seperti aku memilih Ardymond, yang kini menjadi suamiku, tercinta pastinya.
Waktu aku memilih dia untuk 'setuju' hidup bersama, aku hanya memasrahkan pilihanku kepada Allah, harapanku waktu itu adalah pilihanku tidak salah. Walau kadang seiring waktu ada perasaan gundah, terutama ketika dirundung masalah.
Ardymond itu adalah seorang yang biasa, dan waktu pertama kali bertemu memang dimataku dia adalah benar biasa.
Sampai bertahun-tahun kami berteman, dia masih tetap biasa.
Tidak ada istimewa.
Malah kadang menjengkelkan.

Kami sekelas, kadang juga satu kelompok pada mata kuliah tertentu.
Aku memang kurang suka kalau kami sekelompok, tapi tentu saja waktu itu..

Namun waktu jualah yang membolak-balik hatiku,
hingga suatu saat pilihan itu jatuh TEPAT kepada dirinya, dan angannya yang pernah dia tuliskan di dalam sebuah buku, bahwa dia menginginkan aku suatu saat nenti menjadi ibu dari anak-anaknya telah terwujud.
Ya, karena aku kini adalah istri yang syah dari seorang laki-laki yang bernama Ardymond, dan dari perkawinan kami, telah lahir seorang putri dan sorang putra.
Anak kami khas, karena perkawinan kami adalah perkawinan campuran.
Semua itu adalah anugrah, dan rahmat, Alhamdulillah..

Kalau ditanya apakah saat ini aku menyesal, telah memilih dia?
Ah, pertanyaan bodoh tentu saja. Karena lima belas Januari nanti, pernikahan kami genap lima tahun.
Pernikahan yang indah, bahagia, dan yang pasti,,
Aku TIDAK salah pilih...

*Tulisan ini, untuk suamiku tercinta, Ardymond,-
Semoga tidak lupa dengan tanggal lima belas.. :)

1.01.2011

Awal 2011

Akhirnya dentuman pesta kembang api mulai surut.
Sedari tadi, kebisingan itu bukan saja mendera aku, anak-anak dan suamiku, tapi juga bagi semua yang merasa terganggu dan tidak bisa berbuat apa.
Seperti Bang Yusnan Ansari yang menulis di wall facebook-nya.

"Malam ini entah berapa banyak uang yang dibakar dan juga manfaatnya tidak ada"



Betullah itu. Kalau saja jumlahnya dibelikan ke beras dan di sedekahkan kepada yang kurang mampu, sudah begitu banyak mereka terbantu. Ah, entahlah. Entah karena malam ini adalah pergantian tahun, yang ditunggu tiap tahun, dan moment yang paling tepat untuk mewarnai langit ciptaan Allah ini..
Yang jelas, aku termasuk salah satu pendukung pernyataan beliau..

2011.
Sudah berubahlah angka yang harus kita tulis setiap membuat penanggalan, di awal-awal biasanya sering terjadi kesalahan, karena perasaan masih saja ingin membuat angka sepuluh.
Bagi yang kecil, berarti pegantian tahun masehi ini akan membuat hitungan menjadi besar, dan bagi yang sudah besar angka 2011 akan membuat kita semakin matang, karena umur bertambah, seharusnya sejalan dengan kedewasaan pula. Bagi yang belum bertaubat, segeralah karena sisa umur semakin berkurang dan masa bumi juga semakin mendekati kepunahan. 
Hanya harapan, semoga kita, keluarga kita, orang tua kita, sahabat para handai taulan, dan bangsa kita mendapat perlindungan, negara kita aman, terutama lepas dari bencana..
Tak pelu percaya ramalan, mari kita bermunajat kepada Allah untuk segala kebaikan..



12.31.2010

Akhir 2010

Postingan terakhir di 2010.
Semoga 2011 lebih baik segala-galanya.

12.03.2010

Persiapan ke Lintau

Lintau.
Hampir lima tahun menikah, belum pernah kuinjakkan kaki ke sana.
Hanya nama yang aku dengar, hanya cerita yang aku dapat.
InsyaAllah besok kami ke sana, sekeluarga. Dan ini akan menjadi perjalanan pertama bagi Ahmad dan perjalanan ketiga bagi Aci setelah sebelumnya ke Bukit Tinggi dan Dabo, tentunya..

Aku baru siap packing, mata masih 75%, padahal sudah hampir setengah tiga pagi..
Di dalam tas sandang telah kusiapkan katalog, CPL, dan notes. Hehehe, dasar Oriflamers..
Pulkam sambil nyari prospek nih, sepertiya... Mudah-mudahan dapat, Amin.
Mudah-mudahan akan menjadi travelling yg menyenangkan, pula....

11.26.2010

Ibu Kembali dari Ibadah Haji

Malam yang larut,

Puji syukur..
Alhamdulillah..

Ibu telah sampai kembali ke rumah, dengan sehat dan selamat..hari ini.
Rasa bahagia dan haru jelas terpancar, dan rumah seperti bersinar menyambut kedatangan ibu. Ada tetes air mata bahagia, berbeda dengan pelepasan sekitar empat puluh hari yang lalu.
Ibu kami kini telah menyandang gelar Hajjah. Diusia kepala enam.
Setiap dari kami yang bersalaman, berpelukan dengan Ibu, beliau membisikkan semoga kami kelak bisa segera menyusul ke tanah suci, semoga masing -masing kami kelak dapat menunaikan haji, menyempurnakan rukun islam..
Sudah terbayang.
Kalau sekarang kami mampu menyicil rumah dengan jumlah besar.
Seharusnya kami juga mampu menyicil, menabung untuk ibadah haji.

Satu kalimat ibu yang membuat aku merasa menangis membayangkannya..
Ketika akan berpisah, dengan ka'bah..
Rasanya begitu berat, karena perasaan cinta kepada tanah suci sudah begitu melekat..
Selama ini hanya melihat di TV, selama ini hanya mampu mengarahkan kiblat ke arah ka'bah..
Tapi kini hati ibu yang telah merasa satu dengan tanah suci.
Semoga Ibu sepulang ini, menjadi Hajjah yang mabrur, menjadi Ibu terbaik bagi kami, dan the best grandma bagi cucu-cucu beliau..

Ada pertanyaan yang seharusnya aku bisa jawab..
Kapan mamak mampu kami hajikan??

Maafkan ananda, Bunda..
Belum bisa menjadi anak yg baik, anak yg bisa membuat Bunda menjadi lebih sempurna di mata Allah..
Semoga, suatu saat nanti, Mamak mampu kami berangkatkan ke sana pula, Amin..

11.24.2010

Deal???

Libur tidur siang..

Entahlah aku tiba-tiba menjadi bingung menentukan sikap. Hanya karena waktu yang membuat aku tidak sabar menunggu, kapan bisa bebas dan lebih tenang.
Aku tau kalau aku mengatakan iya berarti aku mungkin akan kembali menjalani hari seperti dulu, dan bukan tak nyaman, tapi itu sama saja aku mematikan kebahagiaan yg sudah aku betik beberapa bulan belakangan ini..

Dari diskusi, alasan keislaman dan keluargalah yang membuat aku merasa cenderung yakin dengan kesepakatan ini. Hari-hari yang terasa lebih baik, tidak ingin terusik lagi dengan hal buruk di luar sana seperti yg pernah aku alami dulu..
Aku mencintai Islam, suami, dan anak-anakku...

Mudah-mudahan hati menjadi lebih mantap, ingin segera istikharah, mohon petunjuk Yang di Atas untuk keputusan finalnya...