Catatan hati...

 photo catatanhati2_zpscf021a88.jpg
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

1.06.2014

ACI Salon - 6 bulan

Dulu sering bergadang, sekarang tidak. Dulu sering menulis sekarang tidak. Dulu sering mewek, sekarang tidak. Dulu sering marah-marah, sekarang tidak.. hehehe...
Intermezo..
Intinya, aku rinduuuuuuu serindu-rindunya curhat di blog ini....
Dulu, ada apa-apa aku suka ngadu di sini... suka berbagi di sini.. sekarang aku menjadi sosok yang asing diblog ku sendiri.. :(
Enam bulan sudah aku berusaha membuka salon kecil-kecilan di rumah. Kenapa aku sebut kecil-kecilan, karena ini memang sesungguhnya usaha sampinganku, karena profesi utamaku tetap istri dan ibu rumah tangga yang selalu ada untuk anak-anak kami.. :)
Salon ini bisa saja tutup, tapi hati, tenaga dan pikiran untuk keluargaku tidak boleh berhenti walau sedetik...
Jujur, aku tidak tahu apakah aku ada bakat di Salon, aku hanya menjalaninya dengan hatiku, dan sejauh ini Alhamdulillah masih terasa nyaman.
Aku tidak membuka semua treatment, seperti luluran dan menyanggul. Bahkan foto-foto layaknya di sebuah salon juga tidak terpajang di dinding rumahku. Entahlah, aku senang mendengarkan kata-kata suamiku, tentang apa yang boleh dan tidak boleh ada di Salon, menurut ajaran Islam. Karena di dalam salon, kalau tidak hati-hati banyak yang melanggar syariat agama. Mungkin belum semuanya perkataan suami bisa aku turuti, tapi aku berusaha bisa mematuhi apa yang diisyaratkannya..

Mohon doanya semoga usaha kami ini berkah ya teman-temaaann... :)


6.11.2013

My Dream: Salon Muslimah

Pagi ini sangat sibuk, sebenarnya..
Tapi hati ini kangeeeeeenn sekali pengen menulis. Karena sudah beberapa minggu tidak ada mood, bahkan malam sering kecapean dan tidak sanggup untuk bergadang.

Saya sudah memulai kursus Salon. Alhamdulillah sejauh ini semua berjalan menyenangkan. Bisa melakukan perawatan yang sebelumnya sangat-sangat jarang saya lakukan itu, rasanya sesuatu sekali. Hari ini saya akan melanjutkan belajar menggunting model shaggy.
Sungguh sekali tahu triknya, ketagihan dan pengen mencari model sebanyak-banyaknya untuk bahan belajar :)

Saya berharapa punya skill.
Dan saya merasa harus punya skill. Kelak, Saya ingin membuka salon muslimah, semoga menjadi bisnis yang bisa saya andalkan untuk masa depan kami.

Oriflame tetap menjadi pilihan saya, tapi kini saya sadar bahwa saya tidak boleh menggantungkan harapan hanya pada satu 'bisnis' saja. Selagi saya masih kuat, masih mampu, saya akan terus belajar dan terus belajar...

Di rumah saya sudah fasilitasi alat-alat salon, semoga ini juga berkah karena tidak mudah menginvestari semua peralatan ini yang menurut saya lumayan mahal dan membutuhkan perjuangan untuk membayarnya.

Tetap semangat!!! Hidup adalah perjuangan, dan saya tidak akan berhenti berjuang... :)

4.25.2013

Memulai Bisnis dari Rumah


Bisnis dari rumah adalah impian saya, apakah anda juga demikian?
Sumber: tabloid nova


Benarkah uang menjadi faktor terpenting ketika Anda memutuskan membuka usaha sendiri dari rumah?
Bermula dari Keluarga
1. Zaman sekarang, perempuan lebih leluasa memilih bekerja di kantor atau di rumah. Menurut Sahmullah Rivqi , Retail Business Director  dari Pillar Business Accelerator Pendamping UKM Indonesia , ada yang ingin membantu perekonomian keluarga dan ada pula yang bekerja untuk aktualisasi diri. “Padahal penghasilannya sudah cukup,” tuturnya. Di sisi lain, tak sedikit pula yang bekerja karena ingin berkontribusi dengan orang lain. “Ia rela digaji ala kadarnya yang penting bisa bekerja.”
2. Di tengah jalan, terkadang perempuan memilih keluar dari pekerjaan tetapnya di kantor. “Alasan terbanyak karena keluarga. Ada yang ingin memperbaiki perekonomian karena karier di kantor mentok, gaji kecil, lingkungan kantor mulai menyebalkan, gaji tidak sesuai, lingkungan teman-teman kurang bagus,” papar Rivqi yang sering mengisi acara di radio dan televisi ini.
3. Satu hal yang harus dipahami jika Anda ingin bekerja di rumah dengan alasan ingin lebih dekat keluarga. Padahal, hal ini belum tentu bisa terwujud, lho! Bisa jadi, Anda makin sibuk dan pesanan makin menggunung. Alhasil, Anda pun keteteran mengurus anak. “Padahal, anak-anak butuh perhatian. Ia ingin disapa, ditemani, didongengi saat mau tidur. Apalagi anak di bawah usia 12 tahun.”
4. Sebenarnya, kedekatan dengan anak bukan masalah frekuensi, durasi, atau seberapa besar kualitas yang diberikan. Tapi, bagaimana momen yang diciptakan, seperti memandikan atau menyuapi. “Momen mengantar anak sekolah paling dikenang anak sepanjang hidupnya. Saat di mobil, anak bisa diberi nasihat dan diberikan lagu-lagu yang menginspirasi dan bukan lagu-lagu cengeng.”
Alasan Hingga Kegiatan
1. Langkah awal yang harus dipikirkan bukanlah, “How to do the business? ” tapi “Why? ” Misalnya, kenapa memilih bisnis online  di rumah? “Jika alasannya karena macet, berarti saat Jakarta tidak macet lagi, Anda tak akan melakukan bisnis lagi. Itu bukanlah alasan tepat,” tegas Rivqi.  
2. Perhatikan jenis bisnis yang akan dibangun dan mungkin dijalankan di rumah. Anda juga harus ingat, berbisnis di rumah, bukan berarti tidak keluar rumah sama sekali. “Bukan sekadar duduk menunggu orderan, tapi butuh pengembangan diri dan relaksasi. Jika berkutat di rumah melulu, bisa-bisa tambah pusing dan stres.”
3. Begitu Anda berhenti bekerja kantoran, akan ada aktivitas yang berbeda. Menurut Rivqi, yang terjadi kebanyakan adalah bangun tidur dengan pikiran kosong. “Karena, tadinya sibuk menjadi tidak sibuk,” ucapnya. Oleh karena itu, buatlah jadwal aktivitas di rumah sebelum mengundurkan diri agar Anda tidak panik dan linglung. “Perasaan linglung terjadi karena Anda tidak tahu apa yang mau dikerjakan.
4. Saat Anda bekerja di rumah, usahakan Anda selalu disiplin dalam membagi waktu kerja, tentukan jam mengurus anak, menyiapkan sarapan, hingga memandikan anak. “Setelah anak sekolah, mulailah bekerja dan berhenti saat anak-anak pulang sekolah. Ibaratnya, sesuai jam kerja kantoran. Lalu, kembali bekerja setelah anak tidur. Ibu boleh sibuk tapi tetap memberikan perhatian keluarga.”
5. Dalam berbisnis yang menjadi bos adalah diri sendiri. Jadi, jangan kelamaan berdiam diri karena hal ini akan membuat malas bekerja.  “Saat anak sekolah, Anda malah main internet, membaca, bergosip, menonton televisi,  keenakan di rumah. Akhirnya, Anda jadi enggan ke mana-mana,” urai Rivqi. Seharusnya, aktivitas di dalam dan luar rumah tetap diatur. Misalnya, saat bosan, lakukan sesuatu yang menyenangkan, seperti training , seminar, arisan, reuni, mencari bahan baku, mencari pelanggan di luar, atau ikut pameran.
Soal Penghasilan
1. Berbisinis di rumah juga membutuhkan pengawas. Dalam hal ini, Anda bisa meminta suami menjadi pengawas. “Perempuan sering berdamai dengan diri sendiri. Sudah waktunya berbisnis, malah belum memulai kegiatan. Suamilah yang mengontrol dari kantor, memberikan istri semangat, dan motivasi,“ papar Rivqi.
2. Ibu rumah tangga yang tidak belajar sesuatu di luar masalah rumah tangga, tidak akan bisa menjalani  bisnis. “Lain halnya dengan ibu rumah tangga yang senang mengurus anak, misalnya. Ia akan senang diajak bisnis tentang anak. Biasakan otak terasah karena kalau tidak dipakai bisa tumpul.”
3. Anda juga harus menyadari bahwa penghasilan akan berkurang, tidak tetap, atau tidak stabil karena memulai bisnis sendiri. “Kalau biasanya facial , pergi ke salon, mal, sekarang turunkan sedikit  gaya hidupnya,” saran Rivqi. Menurutnya, inilah strategi penghematan saat pemasukan belum stabil. “Ingat! Orang tidak akan menilai dari apa yang digunakan, tapi dari apa yang diucapkan dan diperbuat.”
4. Meski demikian, tetap miliki rasa optimis, harapan, kegembiraan, kebahagiaan, energi positif yang bisa ditularkan kepada orang lain. “Hal-hal itu bisa menambah teman, mempunyai potensi besar, memperluas pasar, banyak gagasan, ada peluang membangun bisnis dengan orang lain.”
Bukan Cuma Uang
1. Kapan waktu yang tepat untuk keluar dari kerja? Menurut Rivqi, parameternya sederhana. “Anda tahu apa yang dikerjakan atau penghasilan di bisnis sudah setara dengan penghasilan di kantor,” tutur Rivqi. Kalau mau aman, lanjut Rivqi, penghasilan bisnis sebaiknya menghasilkan tiga kali lipat dari gaji.  “Tapi, bagi saya, yang terpenting adalah keyakinan dan tahu apa yang akan dikerjakan. Tidak perlu menunggu sampai penghasilan bisnis nilainya berkali-kali lipat,” tandas Rivqi.
2. Hati-hati jika Anda keluar kerja sembari berharap pemasukan bisnis bakal setara gaji. “Anda bakal repot sebab bisnis bisa turun naik. Misalnya, hasil setahun dari bisnis ternyata di bawah gaji. Bisa dibayangkan, pasti kecewa dan ingin kembali bekerja karena patokannya uang.”
3. Bisnis adalah pilihan hidup dan harus diyakini. “Tak masalah kalau awalnya melakukan dengan terpaksa. Cari tahu lewat seminar, buku, dan teman yang lebih pengalaman. Pilih salah satunya, persiapkan cara menjualnya, dapatkan barang, lalu atur penjualannya.”
4. Cara paling simpel dalam berdagang adalah mengambil barang dari orang lain untuk djual kembali. Istilahnya, reseller online , distributor, atau makelar.
5. Gunakan keahlian dalam berbicara mengenai jualan Anda dan bukan untuk menjelek-jelekkan orang lain. Semakin sering menawarkan barang, semakin banyak peluang barang itu laku. “Jika ingin memproduksi sendiri, buatlah sesuatu berkualitas dan berikan servis terbaik.”
Tahan Diri
1. Jika masih bekerja kantoran, lakukan uji coba di kantor. Catatannya, jangan sampai melanggar kode etik di perusahaan, ya! “Kalau malu, berarti ada masalah mental dan itu harus diterapi. Biasanya, digunakan metode terapi hipnoterapi, quantum touch,  atau metode lainnya.”
2. Separuh masalah bisnis adalah masalah mental, ketakutan, trauma, malu, gengsi, dan malas.  “Semua hal itu tidak bisa diselesaikan dengan ilmu manajemen tapi terapi. Maka, harus dicari dulu akar msalahnya supaya hilang,” papar Rivqi.
3. Kelola keuntungan dengan baik dan jangan berfoya-foya atau mengubah gaya hidup. Selalu sisihkan keuntungan untuk sedekah, modal usaha, dan investasi. “Ciri orang sukses adalah orang yang sabar menahan kenikmatan. Sebetulnya, penghasilannya cukup membeli mobil mewah, tapi karena tahu bisnis tidak selamanya di atas, cukup memakai mobil biasa.”
Melirik Bidang Usaha
1. Apa saja yang bisa dijual dari bekerja di rumah? Sebut saja, kuliner online  seperti buka rumah makan atau jual makanan ringan seperti pasta dan snack box . “Teman saya tidak punya rumah makan, dia pun membuat delivery web . Jadi, dia menyebar menu makanan dari rumah makan favorit. Saat ada pesanan, dia ambil komisinya dari rumah makan itu.”
2. Bagi Anda yang mempunyai hobi pendidikan, bisa juga membuka bimbingan belajar atau les privat. “Mengajar ibu-ibu yang mempunyai keahlian atau merekrut guru-guru yang punya keahlian. Hal inilah yang dilakukan teman jualan kursus online . Perlu les privat Bahasa Inggris, tinggal telepon, kasih tahu rumahnya di mana, dan nanti dikirim gurunya.”
3. Anda juga bisa berbisnis mainan anak-anak atau berjualan e-book  buat yang senang menulis. Tapi, saat ini, banyak sekali orang yang berbisnis fashion  seperti perhiasan, baju, sepatu, dan pernak-pernik. “Paling enak kalau punya hobi, misalnya bikin pernak-pernik, merajut, atau desain. Saat mengerjakan bukan seperti menjalani bisnis,  tapi menyalurkan hobi yang menghasilkan uang.”
4. Jika tak memiliki hobi, lihat peluang lain yang sedang tren dari toko, buku, atau internet. Setelah itu buatlah situs, populerkan blog , sebar kartu nama, dan aktif di jejaring sosial. “Tak masalah, bila di awal hanya mendapat honor ala kadarnya. Hitung-hitung sebagai sarana promosi. Semua dimulai dari berbagi, prinsipnya bukan take and give  (ambil dulu baru berikan) tapi take and receive  (berikan dulu baru dapat lebih).”
Mau Mencoba
Ida Tanjung (43) tadinya bekerja sebagai marketing di perusahaan bunga selama 12 tahun. Jarak yang jauh dan anak-anak yang beranjak dewasa membuat Ida memutuskan berhenti kerja. Ia lalu membuka jasa pesanan bunga bernama Zarra Gift House yang lebih fokus menerima pesanan dari perusahaan. “Sempat khawatir karena tadinya biasa pegang uang tetap tiap bulan, sekarang sebaliknya,” tutur Ida.
Meski usahanya baru berusia 2 tahun, Ida optimis bisa meraup untung, terutama saat Lebaran dan Imlek. Selain itu, waktunya untuk keluarga juga bisa lebih banyak dan ia bebas mengatur segala hal. Sementara itu, dalam berbisnis, Ida menegaskan pentingnya keamanan. Misalnya, apakah bisnis yang akan dilakukan bisa membahayakan lingkungan atau keluarga? “Perhitungkan juga keamanan sekitar rumah, luas ruangan untuk bekerja, dan lokasi yang strategis.”
Pengalaman Diana Novianti­ (33)­­ lain lagi. Ia bekerja sebagai staf­ ad­mi­nis­trasi teknik di sebuah sta­si­un­­ televisi swasta dan ingin membuka­ usaha batagor. Mengapa? Ternyata k­a­­­re­na ia biasa membeli batagor yang di­jual di gerobak saat menunggu bis.
Singkat cerita, ia mengobrol soal bahan hingga bumbu dengan Sang Penjual. “Saya praktikkan di rumah, ternyata orang rumah menerimanya. Abang penjualnya juga mengenalkan ke pemiliknya,” kata Diana yang menjual 4 buah batagor besar seharga Rp 7 ribu. Di luar dugaan, Sang Pemilik juga bermurah hati membagi ilmu. “Menurut dia, ilmu harus dibagi karena tidak akan mengurangi rezekinya,” kenang Diana.
Saat ini, Diana mengaku memiliki kendala waktu karena masih bekerja. “Padahal, berbisnis harus terjun langsung ke lapangan. Tak heran, saya sering cuti sampai tinggal 5 hari tahun ini,” seloroh Diana. Di sisi lain, ia bertekad menjaga kualitas rasa agar tetap disukai orang. “Rasanya harus sama meski sudah dijual bertahun-tahun dan didukung tempat strategis,” pungkas Diana.

3.03.2013

11 Langkah Pemula di Bisnis MLM


Buat para pemula, 11 langkah ini mungkin dapat dijadikan panduan dalam menggeluti bisnis MLM. Setidaknya, 11 langkah ini memberikan pemahaman tentang cara bisnis ini bekerja.



Sebut saja namanya Budi. Dua bulan lalu, mahasiswa fakultas ekonomi di sebuah universitas swasta di Jakarta ini bergabung dengan perusahaan MLM. Ia begitu antusias, karena khasiat dan manfaat produknya telah dirasakan. Sebab, sinusitisnya yang menahun, kini jarang kambuh lagi setelah mengkonsumsi Trace Mineral (TM1). Bagi Budi, kualitas produknya tersebut merupakan suatu peluang. Artinya, penderita macam dirinya, jumlahnya mencapai ribuan. Mereka pasti membutuhkan produk tersebut.

Dan, pengalamannya yang diperolehnya, merupakan suatu kesaksian yang dapat memberikan sugesti kepada si penderita. Jadi, bujangan asal palembang, sumatra selatan ini yakin bakal mendulang kesuksesan di MLM. 

Hanya saja, persoalannya tidak semudah itu. Maklumlah, Budi masih ”Buta” tentang MLM. Di benaknya, MLM cuma sebatas menjual produk, mencari pelanggan dan konsumen. Sementara merekrut, mensponsori, dinilainya akan mengurangi jumlah pelangganya. Ia tidak mengantongi keuntungan yang lazimnya disebut eceran, selisih harga distributor dan konsumen. 

Cara pandang budi tersebut tentu saja keliru, sebab di bisnis MLM menjual dan merekrut, harus dilakukan secara seimbang. Seseorang tidak mungkin mendapat bonus baik motor, mobil, rumah dan sebagainya, tanpa membentuk jaringan (group downline). Maklumlah, bonus yang dikucurkan oleh MLM itu, ditentukan berdasarkan omset penjualan jaringan. Tidak melulu pribadi. 
Bukan hanya itu saja, dengan merekrut walaupun kehilangan pelanggan, perolehan poin yang diperoleh bakal cepat melesat. Sebab, perolehan poin dalam MLM dihitung berdasarkan pembelian produk secara pribadi maupun dari downline di dalam jaringan. Jadi, sekali lagi, hanya dengan merekrut dan member dijaringan punya omset, jumlah poin akan bertambah, sehingga tingkat diskon juga bertambah. 

Lantas, pertanyaan yang patut diajukan, bagaimana caranya memulai bisnis ini bagi para pemula, seperti halnya Budi tadi ? 

Lagi-lagi jawabnya tidak ada resep yang jitu dan instan. Semua tergantung kepada wawasan dan pemahaman tentang bisnis MLM, plus antusias dan kemauan yang besar. Tanpa kedua hal itu, jangan berharap dapat mendulang kesuksesan di MLM. Mungkin juga, 11 langkah dibawah ini dapat dijadikan panduan dalam menggeluti bisnis MLM yang dapat diduplikasikan bagi para pemula :

1. Tetapkan keinginan anda di bisnis ini. Padukan tujuan hidup anda dan tujuan bisnis ini, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Cobalah tempelkan tujuan hidup anda di tempat-tempat yang sering anda lalui. Misal, di ruang kerja anda, di kamar, di ruang tamu dan sebagainya. Gunanya tidak lain agar anda disiplin dan memotivasi diri anda mencapai tujuan tersebut.

2. Pelajarilah dengan serius MLM, baik mengikuti training yang dilakukan perusahaan maupun para leader. Bertanyalah kepada upline ataupun banyak membaca buku tentang MLM. Catatlah jawaban jawaban yang diperoleh, ataupun kiat-kiat khusus dalam sebuah buku. Ini untuk sekedar mengingatkan saja.

3. Membeli produk, mengkonsumsi dan merasakan khasiat produknya. Cobalah pelajari tentang semua produk, khususnya produk yang menjadi unggulan.

4. Mulai menawarkan produk tersebut ke lingkungan terdekat. Misalnya anggota keluarga, tetangga dan sahabat.

5. Buat daftar prospek dari semua nama yang anda ketahui (minimal 10 nama perminggu, lebih banyak lebih bagus). Undanglah atau mendatangi mereka dengan membuat satu acara. Misalnya home sharing.

6. Ajaklah prospek tersebut bergabung. Dalam mensponsori mereka, hendaknya anda didampingi oleh leader maupun upline yang dapat memberikan pemahaman dan penjelasan tentang bisnis MLM. ketika para prospek bergabung, mereka adalah partner kerja anda. Pilihlah yang paling bersemangat sebagai partner spesial, dan berhubungan agar menjadi team leader.

7. Mempelajari bagaimana mempresentasikan peluang bisnis pada diri anda sendiri dan bagaimana menjual dengan cara anda. Latihlah semuanya sehingga anda benar-benar menguasai.

8. Aturlah waktu agar dapat melakukan aktivitas sebanyak mungkin di bisnis MLM.

9. Tetap Fokus. Jangan jadi ”distributor Supermarket“. Senantiasalah berkonsentrasi.

10. Jangan berhenti mengkonsumsi produk yang anda jual. Sebab, para konsumen maupun pelanggan sering bertanya apakah anda menggunakan produk tersebut. Jadi teruslah perdalam tentang pengetahuan produk.

11. Berikan dorongan pada mereka yang anda rekrut, dan bantulah mereka mencapai kesuksesan yang diinginkan. Ingatlah, salah satu kunci sukses di MLM adalah membantu orang lain menuju sukses. Jadi jangan individualistis. Jangan pernah mencuri prospek mereka. Cari lebih banyak member untuk tim anda. Dalam kata-kata W. Clement Stone, anda dapat memotivasi orang lain untuk melakukan keinginan anda ketika anda memberinya kesempatan dan memberi keinginannya.

Sumber: http://motivasi-mlm.blogspot.com/

Kekuatan Duplikasi Dalam Bisnis MLM


Kekuatan Duplikas dalam Bisnis MLM


Jika Anda melakukan kegiatan mengundang, presentasi, mensponsori lalu Anda juga berharap downline Anda akan melakukan hal yang sama dan Anda menganggap itulah duplikasi, maka yang Anda temukan hanyalah perasaan kecewa dan frustasi. Duplikasi bukan hanya sekedar contoh di depan untuk ditiru lalu selesai. Duplikasi tidak sesederhana itu.
Juga, bila Anda berganggapan bahwa bentuk fisik yang sama dalam cermin adalah duplikasi, inipun salah besar. Bukan hanya fisik dan tingkah laku Anda yang harus Anda duplikasikan, melainkan emosi, mental dan spiritual Anda semua harus Anda peragakan dan ditiru oleh downline. Sebab, dalam duplikasi, Anda harus masuk ke dalam dunia orang asing. Anda sedang membuka hati, pikiran dan semangat orang lain untuk melakukan pekerjaan yang sedang Anda kerjakan.
Ada dua hal yang harus Anda terima dalam menjalankan duplikasi, yakni pertama, Anda harus meningkatkan dan mengembangkan diri secara terus-menerus, dengan tujuan supaya Anda bertumbuh dengan sehat dan benar dalam menjalankan bisnis MLM yang Anda tekuni. Kedua, ulet, pantang menyerah dalam menjalankan bisnis Anda.
Bertumbuh dan Berkembang
Bisnis MLM tidak seperti bisnis konvensional yang selalu dilakukan secara monoton dari tahun ke tahun. Ada dua cara untuk berhasil dalam bisnis MLM, yaitu melakukan penjualan dan menjalankan kepemimpinan yang berhasil. Kedua hal ini merupakan kunci bisnis MLM, tidak ada cara lain. Dan bicara mengenai duplikasi, berarti kita bicara tentang bisnis MLM yang berorientasi kepada kepemimpinan, bukan penjualan.
Syarat menjadi seorang pemimpin yang berhasil dalam bisnis ini hanya ada satu cara, yaitu Anda harus bertumbuh dan berkembang. Ada lima hal yang harus Anda tumbuh kembangkan dalam diri Anda. Pertama, kembangkan komunikasi Anda.
Ini menggambarkan seberapa baik Anda dalam memotivasi downline. Kedua, kembangkan sikap Anda. Ini menggambarkan bagaimana Anda menghargai, peduli dan perhatian kepada downline. Ketiga, kembangkan hubungan Anda. Ini menggambarkan seberapa dekat hubungan Anda dengan downline. Keempat, tumbuhkan komitmen Anda. Ini menggambarkan seberapa besar waktu yang Anda berikan kepada downline. Kelima, tumbuhkan kepemimpinan Anda. Ini menggambarkan seberapa baik diri Anda menjadi teladan, panutan, memahami, mengerti, dan mempengaruhi downline.
Itulah alasan mengapa Anda harus bertumbuh dan berkembang sebelum mengadakan gerakan duplikasi. Sebab, dalam duplikasi, nantinya Anda akan lebih banyak menunjukkan kepedulian terhadap orang lain. Dan lagi, duplikasi menuntut suatu tindakan yang berkelanjutan dan semangat yang membara. Ini akan Anda peroleh bila memiliki emosi yang positif.
Perlu disadari, sebetulnya apa yang harus diduplikasikan? Ada dua hal yang perlu diduplikasikan kepada mitra kerja Anda, yaitu kemampuan dan kemauan Anda. Pengetahuan Anda tentang bisnis, sistem, dan produk, semuanya mencerminkan kemampuan yang Anda miliki, dan itulah yang harus Anda duplikasikan. Apa yang Anda pahami dan ketahui sangatlah membantu proses duplikasi, dengan mengajar dan membina downline agar pada akhirnya mereka siap meminta tanggung jawabnya sebagai duplikator.
Sementara itu, kemauan adalah bagian dari tekad, komitmen, loyalitas, konsistensi, sikap, mental, emosi dan rasa tanggung jawab terhadap masa depan Anda sendiri. Kemauan juga merupakan motivasi dari hidup Anda untuk terus berjuang dan bertahan di dalam menggapai dan merealisasikan tujuan Anda.
Kemauan yang Anda duplikasikan merupakan rangkaian api yang sambung menyambung yang tidak bakal padam. Pentingnya kemauan dalam unsur duplikasi merupakan komponen yang sangat menentukan berjalan atau tidaknya duplikasi tersebut. Kemauan juga berarti menyelesaikan pekerjaan hingga selesai, tidak setengah-setengah, tidak ragu-ragu, tidak bimbang, tidak menyerah, tidak berhenti di tengah jalan.
Kemauan ini harus Anda transfer dengan demikian mulus, sehingga orang yang menerima transfer tidak merasa disuruh, melainkan dengan sadar bersedia melakukan duplikasi dengan suka cita.
Orang yang Harus Diperhatikan
Dalam duplikasi, tentang siapa yang harus diperhatikan juga penting. Tentu, orang yang paling dekat dan akrab dengan Anda, mereka itulah yang pantas dan harus Anda perhatikan dengan sepenuh hati. Orang-orang yang mempunyai ambisi dan potensi untuk maju, mereka yang penuh semangat, mereka yang hidupnya bergairah, mereka juga yang harus Anda perhatikan.
Sangat keliru bila Anda beranggapan bahwa semua orang bisa terlibat dalam masalah duplikasi. Padahal, selalu ada kelompok yang menjadi pemain dan penonton. Bila Anda menginvestasikan waktu untuk orang-orang tipe penonton, maka sudah dapat dipastikan bahwa pekerjaan ini merupakan pekerjaan tersulit yang pernah Anda kerjakan, dan hasil serta kesimpulan yang Anda peroleh pastilah rasa kecewa dan frustasi yang sangat menyakitkan.
Pilihlah para pemain yang sportif, mereka itulah aset termahal yang Anda miliki. Tipe-tipe macam itu biasanya menyukai pertumbuhan dan perkembangan pribadi, yang kesukaannya membaca dan belajar.
Untuk menemukan orang-orang semacam itu tidaklah sulit, mereka biasanya mempunyai ciri-ciri yang menonjol dibandingkan dengan tipe penonton. Mereka antusias jika ada sesuatu yang baru, mereka positif jika ada perubahan, mereka semangat jika mereka dilibatkan, mereka mau belajar dan mendengarkan orang lain, dan mereka merupakan pemain yang hebat dan sportif.
Apa yang harus Anda perhatikan?
Kekuatan, cacat karakter, dan gairah mereka itulah yang harus menjadi fokus utama Anda. Dengan menggali dan menggali terus kekuatan serta gairah mereka, akan menjadi bagian dari sekumpulan orang-orang sukses. Dalam memberikan perhatian jangan pernah Anda hitung menghitung dengan mereka, lakukan semuanya dengan tulus. Orang-orang tersebut biasanya tidak mau dimanipulasi dengan alasan apa pun, Jadi cara teraman adalah ketulusan.
Mengajar mereka untuk bertumbuh dan berkembang juga merupakan salah satu memberi perhatian pada mereka. Berikan gambaran mengenai visi untuk masa depan mereka, kembangkan selangkah demi selangkah dan yang terpenting adalah hadapkan mereka pada tanggung Jawab dan pengalaman duplikasi itu sendiri.
Pada akhirnya Anda harus menyadari bahwa duplikasi tidak lain dari pengembangan manusia ke arah yang lebih produktif dan positif. Jika Anda perhatikan bahwa dalam bisnis MLM, Anda mempunyai downline yang produktif dan aktif, sudah dipastikan bahwa group Anda akan kuat dan berkembang dengan sehat dan benar. Nah, jika demikian, Anda harus lebih memberikan waktu, tenaga, dan perhatian kepada group Anda. Bukan hanya sekadar memberikan instruksi dan contoh. Ke depan, ada dua tugas utama yang harus Anda kerjakan dalam menjalankan gerakan duplikasi. Pertama, memberi jalan keluar. Kedua, memberikan petunjuk arah yang positif dan produktif.
Dalam memberi jalan keluar, adalah sangat mulia jika Anda mulai menjalin hubungan yang harmonis dengan downline, bukan sekadar dan sebatas mitra bisnis. Di sini Anda diharapkan berperan sebagai konselor bagi group Anda. Sebagai seorang duplikator, Anda harus menyadari bahwa kemampuan setiap downline sangat bervariasi. Dengan mengenali kelemahan, kekuatan, dan karakter downline, akan memudahkan Anda untuk masuk dalam dunia mereka.
Berilah jalan keluar kepada mereka yang berhenti di tengah jalan, mereka yang frustasi, dan yang putus asa tatkala menjalankan bisnis menemukan kesulitan. Tidak ada tugas yang lebih baik dan bermanfaat bagi group Anda selain memberi jalan keluar dan memecahkan masalah yang sedang dihadapi downline.
Perlu dicatat, banyak di antara pemain bisnis MLM lebih senang melakukan pekerjaan sendiri-sendiri dengan berbagai alasan tertentu. Seringkali mereka melupakan satu hal yang seharusnya menjadikan dasar dari bisnis MLM itu sendiri, yaitu melibatkan seluruh group di bawahnya.
Sebagai seorang duplikator yang baik, Anda harus sudah berani mempercayai downline Anda untuk bekerja bersama menyelesaikan berbagai masalah dan rintangan. Tongkat estafet harus Anda serahkan kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat pula, tentu dengan pengarahan dari Anda dan bimbingan dari Anda sendiri dengan tujuan pencapaian bersama.
Pembinaan dan pengarahan yang efektif akan menghasilkan suatu generasi yang produktif bagi group Anda. Jangan pernah Anda hanya melihat potensi seseorang lalu Anda mengharapkan orang tersebut akan produktif, hal itu tidak akan pernah terjadi. Sebesar-besarnya potensi seseorang tetap orang tersebut masih memerlukan suatu arahan yang positif dari uplinenya secara berkesinambungan.
Ada dua macam ancaman serius yang terjadi pada para pemain bisnis MLM, yaitu seseorang tidak akan pernah termotivasi setiap saat dan secara terus menerus. Juga, ada pencuri-pencuri impian yang selalu siap siaga menerkamnya.
Jadi, jelas sudah. Dalam duplikasi, ada sesuatu yang harus berani Anda bayar, yakni: sikap Anda, kemauan Anda, tenaga Anda, loyalitas Anda, kesabaran Anda, kenyamanan dan kesenangan Anda serta emosi Anda.
Tidak ada cara lain untuk membayar harga sebuah duplikasi kecuali dengan hal-hal tersebut. Kesanggupan Anda untuk memberikan sernuanya itu adalah kunci sukses tidaknya bisnis Anda. Anda tidak perlu menyalahkan downline, group, dan perusahaan Anda. Tapi tanyakan pada diri sendiri, apakah yang sudah Anda bayar terhadap bisnis Anda, terhadap downline Anda?

Sumber: http://muhammadrisal.com

Belajar Facial & Make Up

Siapa yang jarang facial?
Siapa yang sering facial?
Siapa yang gak pinter make up?
Siapa yang mau pinter make up?


Setiap perempuan pasti butuh ke salon kecantikan.
Eh, kenapa.. karena perawatan wajah dan tubuh itu merupakan satu hal yang penting, dan itu menandakan kita sayang kepada diri kita sendiri.
Merawat diri juga membuat kita menjadi lebih muda, karena yang namanya usia pasti terus bertambah, dan regenerasi kulit semakin berkurang. Akibatnya, jika tidak di rawat kulit kita cepat kusam, dan lebih cepat berkeriput...

Nah, Bulan ini saya akan mengadakan Beauty Class
Tempatnya di Beauty Room, kantor Oriflame Pekanbaru, Jl. A. Yani.
16 Maret 2013, pukul 10:00 pagi.

Syarat untuk mengikuti tarining ini adalah:
1. Membayar biaya training Rp. 60.000,-
2. Fotokopi KTP yang berlaku
3. Bukan member Oriflame.
2. Bersedia didaftarkan menjadi konsultan Oriflame, yang  nantinya akan mendapat cash back 50 ribu*

Kenapa khusus untuk non member? Karena nanti di dalam beauty room, saya ingin memperkenalkan produk Oriflame kepada semua peserta.
Boleh dilihat, dicium, dirasa, dicoba. Banyak produk terpajang di sana.
Salah satu produk yang nanti akan kita demo kan adalah produk untuk facial dan make up.
Saya berharap, dengan acara ini, teman-teman yang tidak sempat ke salon, tetap bisa cantik karena tetap bisa melakukan facial dan make up sendiri, dengan produk Oriflame yang berkualitas tinggi.

Bonus mengikuti training ini adalah belajar MAKE UP...
Pastinya asik sik... karena trainernya cantik dan ramah loh...

* keuntungan jika bergabung menjadi konsultan Oriflame adalah sebagai berikut:




Bukan cuma itu lho, ada program hadiah lanjut, sampai Agustus 2013..



















Di Orifllame kita bebas memilih, apakah ingin sebagia user saja, seller atau leader.
Semua tidak ada paksaan. Boleh hanya untuk konsumsi sendiri, jualan atau dijadikan bisnis..

Ditunggu pendaftarannya yaaa... tempat terbatas sekali, hanya untuk 20 orang pendaftar saja. Siapa cepat, dia yang dapat..
Mention @nowhannywang
email: ct_day@yahoo.com
HP. 0856-6453-4344

See U ... 16 Maret 2013.

2.28.2013

Make Up & Hijab Class 17 Feb 2013 di Pecel Lele Lela Panam

Hai hai...
Maaf ini postingannya telat lat laaattt.. hehehe...

Hadeeehhh, sibuk apaan saya ya, sampai melewatkan postingan acara perdana kami.

Setiap perempuan pasti pengen tampil cantik, menarik.. iya gak sih...
Kalau saya, hmm... jawabnya iya deh...
Makanya kemarin itu semangat banget ngadain acara make up & hijab class bareng tim saya, Yani Becary.. Kita bikin acaranya di ruang meeting Pecel Lele Lela Panam. Tempatnya bersh, dingin, adem. Karyawannya pun baik dan ramah semuanya.
Acara kita didukung penuh oleh kantor cabang Oriflame Pekanbaru, dengan menghadirkan Bapak Area Manager, Charles Kurniawan Triadji. Seru deh, ada banyak kuis dan bertbauran hadiah sana sini..

Yakin bisa jadi tim yang kuat bersama Yani, masing-masing kami punya kelebihan yang bisa saling melengkapi satu sama lain.
Tahun depan, tekad saya, 2014 saya dan Yani harus bisa ikut Seminar Director. Saya dan Yani harus menembus level Senior Manager (SM) , karena kami urgent, butuh, butuh dan butuh title itu...
Siap kan Yan?

Untuk tim saya Vina di Batam, saya juga akan berusaha semampu saya memberikan dukungan, walau kita tidak tinggal satu kota, tapi dengan belajar membuat event seperti ini, saya berharap kami bisa mensupport Vina dan bisa ikut membuat event di Batam. Siapa takut??







2.03.2013

Hijab Class, Make Up Oriflame & Oriflame Opportunity Meeting


Di postingan sebelumnya saya pernah menyebutkan bahwa setiap perempuan itu cantik.
Percaya?
Kalau gak percaya, yuk datang ke acara kami

Hijab Class
Make Up Oriflame
Oriflame Opportunity Meeting

Minggu, 17 Februari 2013
@ Lele LELA
Jl. HR. Subrantas
PEKANBARU

HTM: Rp. 40.000,-
Fasilitas: Makan siang, Hijab paris, cermin, katalog dan voucher diskon @Labersaa salon dan spa

Buruan ya daftar, ke Siti/Hanny: 085664534344
TIKET TERBATAS..

1.30.2013

Make Over & Hijab Class

Pada dasarnya semua perempuan itu cantik.
Setuju??

Cuma, kadang kita kurang merawat diri saja. Ada loh, teman-teman kita yang cuek dengan penampilan. Takut gak cocok dengan produknya, takut menor, takut ini takut itu. Hehe.. Bahkan ada ya, yang gak melakukan perawatan wajah juga seperti scrub, masker..
Padahal, semua harus dicoba yaaa.. dan gak mesti ke salon. Sebab di rumah juga bisa :)

Ada juga yang tidak suka dandan. Nah ini nih,
Menurut saya perempuan itu mesti pinter dandan. Mendandani diri berarti melakukan perawatan tubuh ya, dari rambut, muka, badan, sampai kaki.
Penting kan, punya rambut sehat, wajah yang terawat.  Masa sih, mau punya wajah jerawatan, atau berminyak berlebihan.. tubuh yang harum dan segar. Semua itu akan menambah kepercayaan diri.
Betul?

Nah, kemarin Minggu 27 Januari 2013, kami grup dBCN Pekanbaru mengadakan Beauty Class, plus Hijab Class. Jadi kita belajar gimana mendandani seseorang secara natural. Gak menor ya.. Produknya tentu saja ORIFLAME.. Karena kita semua Oriflamers!! Hehehe..
Ada salah satu peserta yang wajahnya benar-benar alami sekali. Namanya Mbak Linda. Kami baru kenal dan bertemu saat itu. Lalu teman saya Lasri Mayani, berinisiatif sedikit make over wajahnya Mbak Linda ini.
Hasilnya? Surprise!!! Saya aja sampai terkaget-kaget loh, Soalnya jadi cantiiiikk bangeeettttt.....


Mbak Linda Before & After

Bulan Februari mendatang InsyaAllah kita mau adakan acara yang sama.
Teman-teman yang di Pekanbaru, ikutan yaa.. Sama-sama belajar merawat dan mempercantik diri, dengan produk Oriflame.. :)
Dapatkan pula peluang bisnis yang bisa mengubah kehidupan finansial kita untuk selamanya :)

1.27.2013

Mimpi @ Oriflame

Jujur untuk memulai 'ngenet' di saat hari sudah tengah malam seperti ini, berat. Ngantuk.
Tapi semua rasa itu akan hilang dengan sendirinya, jika saya mengingat inilah kesempatan saya untuk berbicara dengan hati, meluapkan keinginan dan pencapaian yang harus saya raih.
Saya punya fasilitas dan keiniginan yang besar. Lalu mengapa saya harus mengabaikannya?

Bukankah bisnis yang saya jalani tidak menuntut saya harus berasal dari golongan pintar, dan bermodal besar. Menurut saya modal yang dibutuhkan sesungguhnya adalah ketekunan, kegigihan dan pantang menyerah.

Mengapa saya bertahan di Oriflame?
Karena saya tahu kebersamaan kami bisa menjawab mimpi saya satu persatu.
Karena saat ini saya butuh pekerjaan yang bisa saya lakukan di rumah.
Karena saya butuh gaji setiap bulannya.
Karena saya punya target bisa punya penghasilan minimal lima juta setiap bulan.
Karena saya ingin membahagiakan orang-orang yang saya kasihi.
Karena saya ingin bisa 'memberi' kepada orang tua saya, walau apapun yang saya berikan tidak akan sanggup membalas semua jasanya.

dan karena saya punya MIMPI.

Mimpi bisa mewariskan sesuatu yang berharga untuk anak-anak.
Karena saat ini tidak semua keinginan mereka yang tidak mampu saya penuhi.
:(

Oleh karenanya saya harus kuat dan bertahan.
Dan saya yakin, Oriflame bukan saja kelak mewujudkan mimpi saya, tapi juga mewujudkan mimpi teman-teman saya.

Mulailah dari bermimpi.
Beranilah bermimpi..


Siti Nurbaya (Hanny Wang)
Berbisnis itu menyenangkan
Oriflame Consultant beranibermimpi.web.id | Mother | Online-bussinesswomen 


1.03.2013

2012-2013

Saya bersyukur Blog ini setiap hari dikunjungi oleh puluhan orang, bahkan 27 Desember lalu, lima ratusan pengunjung yang mampir.
Padahal niat awal bikin blog ini hanya untuk menggantikan 10 diary yang terbakar :D

Ini adalah tulisan saya yang pertama di 2013.
2012 sudah berlalu. Berbagai peristiwa dalam tahun itu. Ada tawa, suka dan ada air mata sedih dan air mata bahagia. Semua sudah terlewatkan tanpa terasa. Masa itu kadang lambatnya seperti siput jika ditunggu-tunggu dan seperti lajunya pesawat jet jika kita tidak menantikannya.

2012 saat pertama kali saya memegang wajah Ibu yang melahirkan saya dari rahimnya. Mencium tangannya yang keriput setelah 32 tahun kami berpisah dalam tangis, dan bertemu disertai tangisan pula. Saat pertama saya bertemu dengan sembilan saudara kandung, lima laki-laki dan empat perempuan. Semua terasa seperti mimpi, punya keluarga besar dan bahkan sangat besar jika  saya gabungkan dengan empat saudara angkat..

2012 saat saya merasa gagal mewujudkan mimpi sebagai seorang SM di Oriflame.
karena saya kurang gigih, karena saya banyak alasan, karena saya masih suka menggunakan kata TAPI....dalam setiap kalimat optimis saya.

2013 saya harus bangkit, harus lebih bersemangat, harus wujudkan satu-satu mimpi tim saya.
Harus ada diantara mereka yang New Archiever setiap bulannya.

2013 harus saya buang rasa malas dan pesimis jauh-jauh..
Dan satu kata yg juga harus di DELETE adalah kata TAPI.

Resolusi saya  di 2013
Must be SM dan Director!!!!!


Siti Nurbaya (Hanny Wang)
Berbisnis itu menyenangkan
Oriflame Consultant beranibermimpi.web.id | Mother | Online-bussinesswomen 
Owner Flamboyan Daycare

12.10.2012

Inspirasi TEPOK

Tergelitik menulis, dari BBM salah satu teman lama.

Pagi tadi, saya teringat kutipan tulisan di buku TEPOK (The Power od Kepepet) Jaya Setiabudi.
Papanya pernah berpesan akan satu hal.

"Jangan ulangi kesalahan Papah, lebih baik kecil jadi bos, daripada gede jadi kuli! Kuli kerja, kuli dapat makan, kuli gak kerja, gak dapat makan! kalau boss, gak kerja pun dapat makan"

Sekilas, kalimat ini tentu menohok bagi para pekerja, karena para pekerja adalah orang-orang yang sudah pasti 'makan gaji'. Para pekerja berada saat ini di 'zona nyaman'. Tahukan kenapa, karena setiap bulan mereka 'pasti' menerima gaji yang jumlahnya sudah ditentukan. Tapi gaji tersebut bisa berkurang, jika pekerja tidak masuk, pekerja izin, atau pekerja melakukan suatu pelanggaran terhadap ketentuan perusahaan.

Para pekerja juga tidak bisa minta naik gaji seenaknya. Saya teringat, suami saya, yang saat ini juga masih berstatus pekerja alias karyawan  mengalami hal yang sama, Kenaikan gaji setahun sekali, itu pun jumlahnya tidak seberapa. Untuk kenaikan yang tidak seberapa itu, penilaian dari berbagai macam sudut dan pertimbangan dengan banyak aspek. 

Saya tidak mengatakan pekerjaan kantor tidak bagus. Tapi saya rasa setiap orang memang perlu berpikir bahwa suatu saat mereka harus punya usaha sendiri. Seberapa lama kita bisa berkerja di kantor? Seberapa lama perusahaan 'memakai' jasa kita? Bukankah regenerasi terus berjalan? PNS saja pun punya batas umur tertentu untuk dipensiunkan. Smeua perusahaan tidak akan mau memakai tenaga kerja yang sudah tua dan tidak produktif lagi. 

Melanjutkan cerita BBM tadi, teman saya bertanya, siapakah orang yang memprovokator saya, sehingga saya sering beranggapan 'miring' terhadap pekerja kantoran.

Saya menjawab, tidak ada yang membujuk dan merayu bahkan memprovokator saya.
Saya hanya menilai dan merasa pantas untuk membawa diri saya menjadi Ibu rumah tangga biasa (baca: luar biasa). Saya percaya saya lebih bisa menjadi istri dan ibu yang baik jika saya bekerja dari rumah, jika saya punya usaha di rumah, jika saya bisa selalu bisa bersama anak-anak saya. Setiap orang yang bertemu dengan anak saya, dan bahkan ada yang bertanya kepada suami seperti ini: "Bagaimana cara mendidik anak seperti anak Bapak?" ,mereka senang dengan pribadi anak saya.

Saya tidak bilang saya hebat, karena anak-anak juga belajar dari lingkungan. Orang tua hanya memfilter, mengarahkan mana yang baik dan mana yang buruk. Menjawab setiap ketidaktahuan anak dengan bijak dan sebaik-baik mungkin agar mereka mengerti makna hidup ini begitu luas. Agar mereka mengerti bahwa ada pilihan surga dan neraka di kehidupan selanjutnya, dan dunia adalah tempat kita beramal dan berbuat baik.

Jadi, teman saya itu sebenarnya menurut saya adalah seorang yang hebat, dan sebenarnya isnpirasi buku TEPOK itu sudah dia jalankan, karena dia sudah punya bisnis yang jauh lebih besar dari apa yang belum saya lakukan. Dia bukan pekerja kantor biasa. Selamat dan salam sukses buat teman saya.

Siti Nurbaya (Hanny Wang)
Berbisnis itu menyenangkan
Oriflame Consultant beranibermimpi.web.id | Mother | Online-bussinesswomen | Owner Flamboyan Daycare


4.25.2012

Tentang Uplenku

Blog.
Aku pikir dulu, tulisannya Blok.
Suamiku awal mula mengenalkan aku pada blog.
Sempat terpikir, apa sih Blog itu, apa sih enaknya ngeblog..

Lalu aku belajar, bikin satu blog http://sitinurbaya.wordpress.com/
Mulailah aku menulis, ngalur ngidul. Tapi jujur aku suka baca tulisan2ku yang dulu, yang mengalir seperti apa adanya aku.

Zaman itu, 2007, blog sedang hangat2nya, kami saling berkunjung satu sama lain.
Banyak teman2ku menggunakan blogger, dan banyak widget yg bisa dipasang di blogger daripada di wordpress, membuat aku memutuskan untuk pindah ke blogger, sampai saat ini :)

Salah satu teman blogku adalah Mbak Nuke Sinuraya.
Jujur juga, bagi aku beliau ini adalah seorang yang biasa, wanita kantoran, dengan aktivitas kantor yang sama, seperti aku saat itu.

Satu hal yg paling aku ingat, dulu kami senang loh ganti2 template, Mbak Nuke pernah punya template warna biru kalo ga salah, banyak gambar2 prince nya.. Hehe, kalo gak salah juga...
Dulu aku terbilang sering juga ngintip2 blognya, bahkan pernah dia lamaaaaaa banget gak ngeblog karena peraturan kantornya yang membatasi akses internet..

2010 awal.
Sepanjang 2009, aku galau.
Saat itu aku belum menggunakan kata galau, :)
Intinya aku resah, gelisah dan sering sekali curhat di blogku ini tentang kehidupanku yang sedang susah.
Teman2 boleh buka arsipku di 2009, kebanyakan curhat suntuk, bosan, bingung, apatis.

Kalau saat itu Mbak Nuke gak merangkul dan menggapai tanganku, untuk melangkah di Orifflame,
mungkin saat ini aku akan tetap menjadi seorang yang galau.

Beliaulah kakakku, lewatnya aku diperkenalkan kepada bisnis yang dulu susah2 aku cari, browsing di google, buka lowongan kerja tiap hari di koran..

Lewatnya aku belajar banyak hal, dan aku terpancing untuk lebih tau banyak dan lebih banyak lagi.
Aku yang dulunya malu, tidak percaya diri ke Oriflame, kini menjadi pribadi yang lebih santai, percaya diri, dan terus belajar optimis.

Kini, uplenku sedang menghadapi berbagai cobaan.
Sungguh Mbak Nuke seorang yang kuat, sekali waktu dia menangis di ujung telepon. Tapi dia lebih banyak tegar.
Aku yang seringkali menangis, kekanak-kanakan, berpikir hanya aku yg punya masalah, hanya aku yg punya masalah berat, tanpa sadar bahwa Mbak Nuke, bahkan orang lain mungkin menghadapi cobaan yang jauh jauh lebih berat.

Kami harus tetap bergandengan tangan, dan berama teman-teman lain yang yakin ingin naik kendaraan bernama Oriflame ini.

Mbak Nuke,
tulisan ini untuk Mbak.
Wanita tangguh, kuat, yang sangat2 baik kepada Siti selama ini..
Semoga semua cobaan yang Mbak hadapi akan terganti dengan kebahagiaan  yang jauh lebih bahagia dari sebelum2nya...


4.11.2012

Flamboyan Day-Care

Bismillahirrohmanirrohiim....

Sejak Senin (10 April 2012), Rumah Anak Flamboyan telah beroperasional..
Alhamdulillah, terima kasih atas kepercayaan Kak Reni yang tinggal di Jl. Kualu (Cipta Karya), untuk menitipkan Nayla dan Riki di Rumah Anak Flamboyan.

Balita adalah masa tumbuh kembang anak yang sangat penting, bukan hanya dari sisi makanan dan gizi, tapi juga pengasuhan, pendidikan, dan kasih sayang.
Kami senang dan terus berusaha amanah, menjaga buah hati ayah bunda selama ditinggal bekerja. Anak-anak butuh lingkungan yang nyaman, untuk mengusir  kerinduan mereka  kepada rumah, dan ayah bunda.

Harapan kami semoga Rumah Anak Flamboyan Day-Care menjadi tempat berteduh yang aman, nyaman dan menyenangkan..

Bagi teman-teman yang berdomisi di Pekanbaru yang butuh informasi mengenai DayCare silahkan kunjungi kami di alamat berikut:

Rumah Anak Flamboyan | Daycare Pekanbaru | Tempat Penitipan Anak di Pekanbaru
Jl. Flamboyan 2
Perumahan Nuansa Griya Flamboyan Blok H 20-21
Kel. Delima Kec. Tampan
HP: 085278091018

:)


12.18.2011

Rekruitment Day (Des 2011)

Pengeenn cerita, walau mata sudah lima watt.
Hari ini Recruitment day Party di selenggarakan Oriflame Pekanbaru.
Aku dan Hesti Ramadhani, syukur Alhamdulillah bisa mengikuti acara dari awal sampai selesai, bersama dengan Pak Dedi dan ASM baru Pekanbaru, Pak Asman.
Terus terang, teman2, menjelang acara hari ini, jadwalku padat banget, byk yg mesti diurus, jadi mohon maaf kalau ada sms/telp yang lama dibalas/diangkat. Tapi malam ini sudah clear, semua sudah dijawab baik telepon maupun SMS.
Kami hampir tidak bisa ikut di acara ini, karena pendaftaran sudah tutup tgl 10 kemarin. Berkat perjuangan dan lobby Mbak Nuke Sinuraya, hehehe, Bu Direktur andalan kita, kami diperbolehkan, dengan catatan baju menyusul.
Untuk bisa ikut acara ini secara rutin, biaya yg dipungut hanya Rp. 70.000,- dengan fasilitas baju, topi, alas tulis, free katalog selama setahu. Mudah banget ya, krn bahan bajunya bagus, katalog dan lembaran kuisioner masing2 10bh. 
Aku dan Hesti benar2 terbawa suasana, mulai dari sabutan yang ramah sesampai di ktr oriflame, meeting pembuka yang kocak dan semangat, karena Bp. ASM Pekanbaru yang baru, masih muda banget, jadi guyonannya nyambung :)
Setelah foto-foto bersama, kami berangkat menuju TKP Ramayana dan kemudian kami menyebar. Mencari prospek, one to one. Jadi, tadi seharian kami rekrut offline, teman2. 
Waahh, kebayang gak, ternyata kalau ada teman2 yang bilang:
"member Oriflame udah banyak..."
"Bingung mau ditawarin kemana produknyaa.."

harus balik kanan, kenapa??
Di pusat keramaian seperti tadi,secara langsung kami menemukan banyak orang yang belum member dan kalau ditanya apa pernah mereka pakai produk Oriflame, jawaban umumnya adalah PERNAH...

Jadi, bukan seperti keluhan yang teman2 pernah sampaikan ya..
Untuk mendapatkan prospek, kita harus perluas jangkauan kita, jgn cuma org2 di sekitar kita saja, kalau teman2 belum punya waktu untuk rekruft offline, hayo.. rekrut online, perbanyak teman online, dan manfaatkan web dBCN.. pasti BISAAA..
Ending dari rekrut di Ramayana, kami berhasil mendapatkan KTP dan calon member yang hanya tinggal jemput KTP :) Senang yaaa..

After sholat dan lunch, disela hujan gerimis kami bergerak ke Pasar bawah. Awalnya sempat ragu bisa dapat KTP di sini, karena tempatnya, jalannya lebih kecil dan sempit di banding Ramayana. Tapi kami tidak menyerah begitu saja, datangi 3 orang dan 33nya langung mau ikut dan menyerahkan KTP.. Pindah ke satu toko, juga sama, dapat KTP. Senangnya +++ padahal baru jalan ya, udah langsung dapat, rejeki gak kemana.
Teman2, semua perlu usaha, gigih, pantang menyerah dan Allah dengar doa kita.
Gak perlu bukti yang lain, karena hari ini kami sudah membuktikannya. :)

Hayo, siapa yang mau ikutan saya dan Hesti? 
Satu bulan lagi, acara seperti ini akan digelar lagi, jadi sudah agenda bulanan ORiflame . 
Semoga kak Despita NdloveYoen S Yuandra, kelak bisa ikut (setelah terpaksa batal karena pekerjaan yang mendesak, padaha sudah dapat perlengkapan), demikian juga Bang Budi Anok.. ikutan ya Bang, bulan depan. Ada Pak Dedi, Pak Asman dari ktr Oriflame dan member laki2 lain yang ikut turun ke lapangan juga kok Bang.. asik deh pokoknya..
Adikku Rensri Delpia Husna LubiisWie Naa Dudunk.. ikutan ya bulan depan, krn acaranya santai bangeettt dan pastinya asiikk. Ntar kita daftarin dr sekarang krn kabarnya yg mau ikutan pada nambah...

O iya, tgl 24 Desember jam 14.00 ada acara di Lt. 3 Oriflame Pekanbaru, teman2 yg di Pku pada datang yuukk, boleh bawa prospek sebanyak2nya loh.... Ntar kontak saya ya, atau dtg langsung ke Oriflame Pekanbaru, temui Pak Dedi atau Pak Asman.. teman2 yang kelak bisa 3%-9% siap2 di recognisi naik panggung deh :) Nah ini bisa jadi penyemangat bagi prospeknya loh....

Oce deehh ini dulu ceritanya.
Pastinya tetap semangaaaaatttt yaaaaaa.... :)