Catatan hati...

 photo catatanhati2_zpscf021a88.jpg
Tampilkan postingan dengan label peluang usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang usaha. Tampilkan semua postingan

1.05.2017

Memasang Benang Mesin Obras

Haaii..
Sesungguhnya aku bukan tukang jahit, dan belum mahir menjahit. Bisanya menjahit pakaian koyak.. dan kalau pun berani menjahit baju itu adalah baju yang dipakai sendiri saja. Dan hasilnya tentu masih berantakan, karena hanya belajar otodidak tidak sempurna.

Ceritanya aku beli mesin obras bekas. Waktu beli, udah ditunjukin cara memasukkan benang2nya oleh si penjual. Tetapi karena memang gak ngeh, sampai di rumah, terlebih ketika benangnya putus aku mulai kerepotan.
Browsing sana sini tapi belum ketemu yg detil penjelasannya. Solusi akhir aku memanggil tetangga yg kebetulan tukang jahit juga.

Nah terinspirasi dari situ aku coba buat tutorial memasang benang obras. Mesin obras yg aku pakai adl mesin obras kecil 3 benang merk Butterfly. Semoga bermanfaat..

10.27.2014

Pengen bisnis..

Bincang2 malam ini tentang keinginan membuka usaha. Ingin bisa menabung, bisa investasi.. dan banyak lagi. Butuh keberanian lebih banyak ni... butuh keyakinan dan tekad yang kuat. semoga bisa menyusun rencana yang matang dan segera bisa terwujud. Amiinn.

10.26.2014

Pengen bisnis..

Bincang2 malam ini tentang keinginan membuka usaha. Ingin bisa menabung, bisa investasi.. dan banyak lagi. Butuh keberanian lebih banyak ni... butuh keyakinan dan tekad yang kuat. semoga bisa menyusun rencana yang matang dan segera bisa terwujud. Amiinn.

6.11.2013

My Dream: Salon Muslimah

Pagi ini sangat sibuk, sebenarnya..
Tapi hati ini kangeeeeeenn sekali pengen menulis. Karena sudah beberapa minggu tidak ada mood, bahkan malam sering kecapean dan tidak sanggup untuk bergadang.

Saya sudah memulai kursus Salon. Alhamdulillah sejauh ini semua berjalan menyenangkan. Bisa melakukan perawatan yang sebelumnya sangat-sangat jarang saya lakukan itu, rasanya sesuatu sekali. Hari ini saya akan melanjutkan belajar menggunting model shaggy.
Sungguh sekali tahu triknya, ketagihan dan pengen mencari model sebanyak-banyaknya untuk bahan belajar :)

Saya berharapa punya skill.
Dan saya merasa harus punya skill. Kelak, Saya ingin membuka salon muslimah, semoga menjadi bisnis yang bisa saya andalkan untuk masa depan kami.

Oriflame tetap menjadi pilihan saya, tapi kini saya sadar bahwa saya tidak boleh menggantungkan harapan hanya pada satu 'bisnis' saja. Selagi saya masih kuat, masih mampu, saya akan terus belajar dan terus belajar...

Di rumah saya sudah fasilitasi alat-alat salon, semoga ini juga berkah karena tidak mudah menginvestari semua peralatan ini yang menurut saya lumayan mahal dan membutuhkan perjuangan untuk membayarnya.

Tetap semangat!!! Hidup adalah perjuangan, dan saya tidak akan berhenti berjuang... :)

4.25.2013

Memulai Bisnis dari Rumah


Bisnis dari rumah adalah impian saya, apakah anda juga demikian?
Sumber: tabloid nova


Benarkah uang menjadi faktor terpenting ketika Anda memutuskan membuka usaha sendiri dari rumah?
Bermula dari Keluarga
1. Zaman sekarang, perempuan lebih leluasa memilih bekerja di kantor atau di rumah. Menurut Sahmullah Rivqi , Retail Business Director  dari Pillar Business Accelerator Pendamping UKM Indonesia , ada yang ingin membantu perekonomian keluarga dan ada pula yang bekerja untuk aktualisasi diri. “Padahal penghasilannya sudah cukup,” tuturnya. Di sisi lain, tak sedikit pula yang bekerja karena ingin berkontribusi dengan orang lain. “Ia rela digaji ala kadarnya yang penting bisa bekerja.”
2. Di tengah jalan, terkadang perempuan memilih keluar dari pekerjaan tetapnya di kantor. “Alasan terbanyak karena keluarga. Ada yang ingin memperbaiki perekonomian karena karier di kantor mentok, gaji kecil, lingkungan kantor mulai menyebalkan, gaji tidak sesuai, lingkungan teman-teman kurang bagus,” papar Rivqi yang sering mengisi acara di radio dan televisi ini.
3. Satu hal yang harus dipahami jika Anda ingin bekerja di rumah dengan alasan ingin lebih dekat keluarga. Padahal, hal ini belum tentu bisa terwujud, lho! Bisa jadi, Anda makin sibuk dan pesanan makin menggunung. Alhasil, Anda pun keteteran mengurus anak. “Padahal, anak-anak butuh perhatian. Ia ingin disapa, ditemani, didongengi saat mau tidur. Apalagi anak di bawah usia 12 tahun.”
4. Sebenarnya, kedekatan dengan anak bukan masalah frekuensi, durasi, atau seberapa besar kualitas yang diberikan. Tapi, bagaimana momen yang diciptakan, seperti memandikan atau menyuapi. “Momen mengantar anak sekolah paling dikenang anak sepanjang hidupnya. Saat di mobil, anak bisa diberi nasihat dan diberikan lagu-lagu yang menginspirasi dan bukan lagu-lagu cengeng.”
Alasan Hingga Kegiatan
1. Langkah awal yang harus dipikirkan bukanlah, “How to do the business? ” tapi “Why? ” Misalnya, kenapa memilih bisnis online  di rumah? “Jika alasannya karena macet, berarti saat Jakarta tidak macet lagi, Anda tak akan melakukan bisnis lagi. Itu bukanlah alasan tepat,” tegas Rivqi.  
2. Perhatikan jenis bisnis yang akan dibangun dan mungkin dijalankan di rumah. Anda juga harus ingat, berbisnis di rumah, bukan berarti tidak keluar rumah sama sekali. “Bukan sekadar duduk menunggu orderan, tapi butuh pengembangan diri dan relaksasi. Jika berkutat di rumah melulu, bisa-bisa tambah pusing dan stres.”
3. Begitu Anda berhenti bekerja kantoran, akan ada aktivitas yang berbeda. Menurut Rivqi, yang terjadi kebanyakan adalah bangun tidur dengan pikiran kosong. “Karena, tadinya sibuk menjadi tidak sibuk,” ucapnya. Oleh karena itu, buatlah jadwal aktivitas di rumah sebelum mengundurkan diri agar Anda tidak panik dan linglung. “Perasaan linglung terjadi karena Anda tidak tahu apa yang mau dikerjakan.
4. Saat Anda bekerja di rumah, usahakan Anda selalu disiplin dalam membagi waktu kerja, tentukan jam mengurus anak, menyiapkan sarapan, hingga memandikan anak. “Setelah anak sekolah, mulailah bekerja dan berhenti saat anak-anak pulang sekolah. Ibaratnya, sesuai jam kerja kantoran. Lalu, kembali bekerja setelah anak tidur. Ibu boleh sibuk tapi tetap memberikan perhatian keluarga.”
5. Dalam berbisnis yang menjadi bos adalah diri sendiri. Jadi, jangan kelamaan berdiam diri karena hal ini akan membuat malas bekerja.  “Saat anak sekolah, Anda malah main internet, membaca, bergosip, menonton televisi,  keenakan di rumah. Akhirnya, Anda jadi enggan ke mana-mana,” urai Rivqi. Seharusnya, aktivitas di dalam dan luar rumah tetap diatur. Misalnya, saat bosan, lakukan sesuatu yang menyenangkan, seperti training , seminar, arisan, reuni, mencari bahan baku, mencari pelanggan di luar, atau ikut pameran.
Soal Penghasilan
1. Berbisinis di rumah juga membutuhkan pengawas. Dalam hal ini, Anda bisa meminta suami menjadi pengawas. “Perempuan sering berdamai dengan diri sendiri. Sudah waktunya berbisnis, malah belum memulai kegiatan. Suamilah yang mengontrol dari kantor, memberikan istri semangat, dan motivasi,“ papar Rivqi.
2. Ibu rumah tangga yang tidak belajar sesuatu di luar masalah rumah tangga, tidak akan bisa menjalani  bisnis. “Lain halnya dengan ibu rumah tangga yang senang mengurus anak, misalnya. Ia akan senang diajak bisnis tentang anak. Biasakan otak terasah karena kalau tidak dipakai bisa tumpul.”
3. Anda juga harus menyadari bahwa penghasilan akan berkurang, tidak tetap, atau tidak stabil karena memulai bisnis sendiri. “Kalau biasanya facial , pergi ke salon, mal, sekarang turunkan sedikit  gaya hidupnya,” saran Rivqi. Menurutnya, inilah strategi penghematan saat pemasukan belum stabil. “Ingat! Orang tidak akan menilai dari apa yang digunakan, tapi dari apa yang diucapkan dan diperbuat.”
4. Meski demikian, tetap miliki rasa optimis, harapan, kegembiraan, kebahagiaan, energi positif yang bisa ditularkan kepada orang lain. “Hal-hal itu bisa menambah teman, mempunyai potensi besar, memperluas pasar, banyak gagasan, ada peluang membangun bisnis dengan orang lain.”
Bukan Cuma Uang
1. Kapan waktu yang tepat untuk keluar dari kerja? Menurut Rivqi, parameternya sederhana. “Anda tahu apa yang dikerjakan atau penghasilan di bisnis sudah setara dengan penghasilan di kantor,” tutur Rivqi. Kalau mau aman, lanjut Rivqi, penghasilan bisnis sebaiknya menghasilkan tiga kali lipat dari gaji.  “Tapi, bagi saya, yang terpenting adalah keyakinan dan tahu apa yang akan dikerjakan. Tidak perlu menunggu sampai penghasilan bisnis nilainya berkali-kali lipat,” tandas Rivqi.
2. Hati-hati jika Anda keluar kerja sembari berharap pemasukan bisnis bakal setara gaji. “Anda bakal repot sebab bisnis bisa turun naik. Misalnya, hasil setahun dari bisnis ternyata di bawah gaji. Bisa dibayangkan, pasti kecewa dan ingin kembali bekerja karena patokannya uang.”
3. Bisnis adalah pilihan hidup dan harus diyakini. “Tak masalah kalau awalnya melakukan dengan terpaksa. Cari tahu lewat seminar, buku, dan teman yang lebih pengalaman. Pilih salah satunya, persiapkan cara menjualnya, dapatkan barang, lalu atur penjualannya.”
4. Cara paling simpel dalam berdagang adalah mengambil barang dari orang lain untuk djual kembali. Istilahnya, reseller online , distributor, atau makelar.
5. Gunakan keahlian dalam berbicara mengenai jualan Anda dan bukan untuk menjelek-jelekkan orang lain. Semakin sering menawarkan barang, semakin banyak peluang barang itu laku. “Jika ingin memproduksi sendiri, buatlah sesuatu berkualitas dan berikan servis terbaik.”
Tahan Diri
1. Jika masih bekerja kantoran, lakukan uji coba di kantor. Catatannya, jangan sampai melanggar kode etik di perusahaan, ya! “Kalau malu, berarti ada masalah mental dan itu harus diterapi. Biasanya, digunakan metode terapi hipnoterapi, quantum touch,  atau metode lainnya.”
2. Separuh masalah bisnis adalah masalah mental, ketakutan, trauma, malu, gengsi, dan malas.  “Semua hal itu tidak bisa diselesaikan dengan ilmu manajemen tapi terapi. Maka, harus dicari dulu akar msalahnya supaya hilang,” papar Rivqi.
3. Kelola keuntungan dengan baik dan jangan berfoya-foya atau mengubah gaya hidup. Selalu sisihkan keuntungan untuk sedekah, modal usaha, dan investasi. “Ciri orang sukses adalah orang yang sabar menahan kenikmatan. Sebetulnya, penghasilannya cukup membeli mobil mewah, tapi karena tahu bisnis tidak selamanya di atas, cukup memakai mobil biasa.”
Melirik Bidang Usaha
1. Apa saja yang bisa dijual dari bekerja di rumah? Sebut saja, kuliner online  seperti buka rumah makan atau jual makanan ringan seperti pasta dan snack box . “Teman saya tidak punya rumah makan, dia pun membuat delivery web . Jadi, dia menyebar menu makanan dari rumah makan favorit. Saat ada pesanan, dia ambil komisinya dari rumah makan itu.”
2. Bagi Anda yang mempunyai hobi pendidikan, bisa juga membuka bimbingan belajar atau les privat. “Mengajar ibu-ibu yang mempunyai keahlian atau merekrut guru-guru yang punya keahlian. Hal inilah yang dilakukan teman jualan kursus online . Perlu les privat Bahasa Inggris, tinggal telepon, kasih tahu rumahnya di mana, dan nanti dikirim gurunya.”
3. Anda juga bisa berbisnis mainan anak-anak atau berjualan e-book  buat yang senang menulis. Tapi, saat ini, banyak sekali orang yang berbisnis fashion  seperti perhiasan, baju, sepatu, dan pernak-pernik. “Paling enak kalau punya hobi, misalnya bikin pernak-pernik, merajut, atau desain. Saat mengerjakan bukan seperti menjalani bisnis,  tapi menyalurkan hobi yang menghasilkan uang.”
4. Jika tak memiliki hobi, lihat peluang lain yang sedang tren dari toko, buku, atau internet. Setelah itu buatlah situs, populerkan blog , sebar kartu nama, dan aktif di jejaring sosial. “Tak masalah, bila di awal hanya mendapat honor ala kadarnya. Hitung-hitung sebagai sarana promosi. Semua dimulai dari berbagi, prinsipnya bukan take and give  (ambil dulu baru berikan) tapi take and receive  (berikan dulu baru dapat lebih).”
Mau Mencoba
Ida Tanjung (43) tadinya bekerja sebagai marketing di perusahaan bunga selama 12 tahun. Jarak yang jauh dan anak-anak yang beranjak dewasa membuat Ida memutuskan berhenti kerja. Ia lalu membuka jasa pesanan bunga bernama Zarra Gift House yang lebih fokus menerima pesanan dari perusahaan. “Sempat khawatir karena tadinya biasa pegang uang tetap tiap bulan, sekarang sebaliknya,” tutur Ida.
Meski usahanya baru berusia 2 tahun, Ida optimis bisa meraup untung, terutama saat Lebaran dan Imlek. Selain itu, waktunya untuk keluarga juga bisa lebih banyak dan ia bebas mengatur segala hal. Sementara itu, dalam berbisnis, Ida menegaskan pentingnya keamanan. Misalnya, apakah bisnis yang akan dilakukan bisa membahayakan lingkungan atau keluarga? “Perhitungkan juga keamanan sekitar rumah, luas ruangan untuk bekerja, dan lokasi yang strategis.”
Pengalaman Diana Novianti­ (33)­­ lain lagi. Ia bekerja sebagai staf­ ad­mi­nis­trasi teknik di sebuah sta­si­un­­ televisi swasta dan ingin membuka­ usaha batagor. Mengapa? Ternyata k­a­­­re­na ia biasa membeli batagor yang di­jual di gerobak saat menunggu bis.
Singkat cerita, ia mengobrol soal bahan hingga bumbu dengan Sang Penjual. “Saya praktikkan di rumah, ternyata orang rumah menerimanya. Abang penjualnya juga mengenalkan ke pemiliknya,” kata Diana yang menjual 4 buah batagor besar seharga Rp 7 ribu. Di luar dugaan, Sang Pemilik juga bermurah hati membagi ilmu. “Menurut dia, ilmu harus dibagi karena tidak akan mengurangi rezekinya,” kenang Diana.
Saat ini, Diana mengaku memiliki kendala waktu karena masih bekerja. “Padahal, berbisnis harus terjun langsung ke lapangan. Tak heran, saya sering cuti sampai tinggal 5 hari tahun ini,” seloroh Diana. Di sisi lain, ia bertekad menjaga kualitas rasa agar tetap disukai orang. “Rasanya harus sama meski sudah dijual bertahun-tahun dan didukung tempat strategis,” pungkas Diana.

3.03.2013

11 Langkah Pemula di Bisnis MLM


Buat para pemula, 11 langkah ini mungkin dapat dijadikan panduan dalam menggeluti bisnis MLM. Setidaknya, 11 langkah ini memberikan pemahaman tentang cara bisnis ini bekerja.



Sebut saja namanya Budi. Dua bulan lalu, mahasiswa fakultas ekonomi di sebuah universitas swasta di Jakarta ini bergabung dengan perusahaan MLM. Ia begitu antusias, karena khasiat dan manfaat produknya telah dirasakan. Sebab, sinusitisnya yang menahun, kini jarang kambuh lagi setelah mengkonsumsi Trace Mineral (TM1). Bagi Budi, kualitas produknya tersebut merupakan suatu peluang. Artinya, penderita macam dirinya, jumlahnya mencapai ribuan. Mereka pasti membutuhkan produk tersebut.

Dan, pengalamannya yang diperolehnya, merupakan suatu kesaksian yang dapat memberikan sugesti kepada si penderita. Jadi, bujangan asal palembang, sumatra selatan ini yakin bakal mendulang kesuksesan di MLM. 

Hanya saja, persoalannya tidak semudah itu. Maklumlah, Budi masih ”Buta” tentang MLM. Di benaknya, MLM cuma sebatas menjual produk, mencari pelanggan dan konsumen. Sementara merekrut, mensponsori, dinilainya akan mengurangi jumlah pelangganya. Ia tidak mengantongi keuntungan yang lazimnya disebut eceran, selisih harga distributor dan konsumen. 

Cara pandang budi tersebut tentu saja keliru, sebab di bisnis MLM menjual dan merekrut, harus dilakukan secara seimbang. Seseorang tidak mungkin mendapat bonus baik motor, mobil, rumah dan sebagainya, tanpa membentuk jaringan (group downline). Maklumlah, bonus yang dikucurkan oleh MLM itu, ditentukan berdasarkan omset penjualan jaringan. Tidak melulu pribadi. 
Bukan hanya itu saja, dengan merekrut walaupun kehilangan pelanggan, perolehan poin yang diperoleh bakal cepat melesat. Sebab, perolehan poin dalam MLM dihitung berdasarkan pembelian produk secara pribadi maupun dari downline di dalam jaringan. Jadi, sekali lagi, hanya dengan merekrut dan member dijaringan punya omset, jumlah poin akan bertambah, sehingga tingkat diskon juga bertambah. 

Lantas, pertanyaan yang patut diajukan, bagaimana caranya memulai bisnis ini bagi para pemula, seperti halnya Budi tadi ? 

Lagi-lagi jawabnya tidak ada resep yang jitu dan instan. Semua tergantung kepada wawasan dan pemahaman tentang bisnis MLM, plus antusias dan kemauan yang besar. Tanpa kedua hal itu, jangan berharap dapat mendulang kesuksesan di MLM. Mungkin juga, 11 langkah dibawah ini dapat dijadikan panduan dalam menggeluti bisnis MLM yang dapat diduplikasikan bagi para pemula :

1. Tetapkan keinginan anda di bisnis ini. Padukan tujuan hidup anda dan tujuan bisnis ini, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Cobalah tempelkan tujuan hidup anda di tempat-tempat yang sering anda lalui. Misal, di ruang kerja anda, di kamar, di ruang tamu dan sebagainya. Gunanya tidak lain agar anda disiplin dan memotivasi diri anda mencapai tujuan tersebut.

2. Pelajarilah dengan serius MLM, baik mengikuti training yang dilakukan perusahaan maupun para leader. Bertanyalah kepada upline ataupun banyak membaca buku tentang MLM. Catatlah jawaban jawaban yang diperoleh, ataupun kiat-kiat khusus dalam sebuah buku. Ini untuk sekedar mengingatkan saja.

3. Membeli produk, mengkonsumsi dan merasakan khasiat produknya. Cobalah pelajari tentang semua produk, khususnya produk yang menjadi unggulan.

4. Mulai menawarkan produk tersebut ke lingkungan terdekat. Misalnya anggota keluarga, tetangga dan sahabat.

5. Buat daftar prospek dari semua nama yang anda ketahui (minimal 10 nama perminggu, lebih banyak lebih bagus). Undanglah atau mendatangi mereka dengan membuat satu acara. Misalnya home sharing.

6. Ajaklah prospek tersebut bergabung. Dalam mensponsori mereka, hendaknya anda didampingi oleh leader maupun upline yang dapat memberikan pemahaman dan penjelasan tentang bisnis MLM. ketika para prospek bergabung, mereka adalah partner kerja anda. Pilihlah yang paling bersemangat sebagai partner spesial, dan berhubungan agar menjadi team leader.

7. Mempelajari bagaimana mempresentasikan peluang bisnis pada diri anda sendiri dan bagaimana menjual dengan cara anda. Latihlah semuanya sehingga anda benar-benar menguasai.

8. Aturlah waktu agar dapat melakukan aktivitas sebanyak mungkin di bisnis MLM.

9. Tetap Fokus. Jangan jadi ”distributor Supermarket“. Senantiasalah berkonsentrasi.

10. Jangan berhenti mengkonsumsi produk yang anda jual. Sebab, para konsumen maupun pelanggan sering bertanya apakah anda menggunakan produk tersebut. Jadi teruslah perdalam tentang pengetahuan produk.

11. Berikan dorongan pada mereka yang anda rekrut, dan bantulah mereka mencapai kesuksesan yang diinginkan. Ingatlah, salah satu kunci sukses di MLM adalah membantu orang lain menuju sukses. Jadi jangan individualistis. Jangan pernah mencuri prospek mereka. Cari lebih banyak member untuk tim anda. Dalam kata-kata W. Clement Stone, anda dapat memotivasi orang lain untuk melakukan keinginan anda ketika anda memberinya kesempatan dan memberi keinginannya.

Sumber: http://motivasi-mlm.blogspot.com/