Catatan hati...

 photo catatanhati2_zpscf021a88.jpg
Tampilkan postingan dengan label Cerita Kami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Kami. Tampilkan semua postingan

4.03.2014

5 Bulan Kehamilan Ketiga :)

Tiga bulan vakum, dan kembali menulis lagi..
Memang sekarang butuh perjuangan untuk mendapatkan inspirasi di depan komputer. Sebenarnya karena kadang-kadang capek, dan lebih senang berbaring ketimbang duduk manis di sini :)

Kehamilanku sudah memasuki usia lima bulan, setidaknya begitulah menurut perkiraan dokter. karena jadwal datang bulanku sebelumnya yang tidak teratur membuat aku tidak bisa mencatat dengan pasti kapan HPHTku di kehamilan ketiga ini.. Btw.. Alhamdulillah sampai pemeriksaan seminggu yang lalu, janin di dalam rahimku sehat walafiat.. dan diperkiraakan kelahiran sekitar 20 Agustus 2014. Mudah-mudahan semua berjalan lancart tanpa kendala.. Amin...
Aku juga sudah meulai merasakan gerakan bayi kami, walau dari luar belum kelihatan, tapi dari dalam sungguh terasa seperti perut yang kelaparan.. Walau ini kehamilan ketiga tetapi tetap saja semua terasa amazing.. Bagiku, ini benar-benar anugrah Allah, karena nanti ada masanya aku menjadi tidak produktif, dan pada saat itu aku pasti akan merindukan bagaimana rasanya hamil :)

Keluarga kami, sejauh ini masih diberikan kesehatan.. kebahagiaan... Aku tidak merasa sengsara, walau rumah kami masih belum diperbesar, walau isi dalamnya masih itu-itu saja, tapi hati sungguh terasa lapang, apalagi melihat suamiku yang semakin rajin sholat berjamaah di Masjid, makin sering mengaji, makin sayang dengan kami semua, itu sudah cukup menyejukkan jiwa. Memiliki anak-anak yang sebagian besar prilakunya sesuai yang kami harapkan, itu juga sudah sangat membahagiakan, apalagi di  rapor Mid Semester kemarin, Aci mendapat peringkat pertama di kelasnya. Bukan peringkatnya yang sangat membanggakan, tapi prilakunya di sekolah yang kerap mendapat pujian dari wali kelasnya, itu yang membuat mataku berkaca-kaca.  Hidup ini semakin memberikan pelajaran bagiku, bahwa kadang kita melupakan esensi hidup, kadang kita lupa untuk apa kita hidup, kadang kita lupa bagaimana kita seharusnya terhadap anak, sungguh banyak yang kita lupa dari hal yang seharusnya kita tidak boleh lupa.


6.11.2013

My Dream: Salon Muslimah

Pagi ini sangat sibuk, sebenarnya..
Tapi hati ini kangeeeeeenn sekali pengen menulis. Karena sudah beberapa minggu tidak ada mood, bahkan malam sering kecapean dan tidak sanggup untuk bergadang.

Saya sudah memulai kursus Salon. Alhamdulillah sejauh ini semua berjalan menyenangkan. Bisa melakukan perawatan yang sebelumnya sangat-sangat jarang saya lakukan itu, rasanya sesuatu sekali. Hari ini saya akan melanjutkan belajar menggunting model shaggy.
Sungguh sekali tahu triknya, ketagihan dan pengen mencari model sebanyak-banyaknya untuk bahan belajar :)

Saya berharapa punya skill.
Dan saya merasa harus punya skill. Kelak, Saya ingin membuka salon muslimah, semoga menjadi bisnis yang bisa saya andalkan untuk masa depan kami.

Oriflame tetap menjadi pilihan saya, tapi kini saya sadar bahwa saya tidak boleh menggantungkan harapan hanya pada satu 'bisnis' saja. Selagi saya masih kuat, masih mampu, saya akan terus belajar dan terus belajar...

Di rumah saya sudah fasilitasi alat-alat salon, semoga ini juga berkah karena tidak mudah menginvestari semua peralatan ini yang menurut saya lumayan mahal dan membutuhkan perjuangan untuk membayarnya.

Tetap semangat!!! Hidup adalah perjuangan, dan saya tidak akan berhenti berjuang... :)

1.15.2013

Telah 7 Tahun Menikah

Tujuh tahun yang lalu....

Ingin setiap waktu menggandeng tanganmu
Ingin selalu berdekatan denganmu 
Gak peduli kalau tidurmu mendengkur, bahkan gak nyadar 
karena disisimu membuat aku lupa segala-galanya...
Pengen masakain kamu masakan terbaikku.

Sekarang
Pas teringat aja gandengnya, itupun lebih sering gak bisa 
karena tanganku sudah digandeng dua-duanya sama anak-anak kita
Mau deketan juga sering dintrogasi oleh anak2, bahkan aku harus memilih
memeluk mereka dibanding dirimu
Kalau tidurmu mendengkur, terus terang langsung nyadar bangun dari tidur :P
Masaknya apa adanya aja ya, yg ada di makan.. suka gak suka harus sukaa :D

Oh tujuh tahun pernikahan.
Aku tetap mencintai kamu, wahai suamiku.
Dengan segala keterbatasanku.

Semoga terus berlanjut, sampai kita menjadi kakek nenek jika Allah izinkan.






12.27.2011

Bermalam di Padang

Liburan sekolah.
Kalau dulu, aku masih kerja sama orang, kerja di perusahaan swasta, mana bisa aku nikmati hari ini.
Seingat aku tidak pernah ada acara liburan ke luar kota, kalau suamiku libur panjang seperti sekarang.

Saat menulis ini aku di Padang, setelah berhasil menempuh perjalanan yang disertai macet.
Rencanaku bertemu dengan teman2 bisnis dbcn di Padang sepertinya terhambat, karena kami pagi ini juga bertolak kembali ke Pekanbaru, setelah sampai tadi malam.
Pengen sih bisa seharian di sini dan besok baru kembali, tapi karena waktu mendesak dan kami juga pergi bareng teman yang ada keperluan, akhirnya harus sama2 memahami.


di Danau Maninjau

Ada tempat yang baru aku kunjungi di Bukit Tinggi kemarin, yaitu Puncak Lawang dan Danau Maninjau.
Melewati kelok 44 adalah saat yang paling tidak menyenangkan, karena PP aku dan Dymsi sama2 dihentam 3x muntah. Sementara Suamiku dan sikecil Ahmad masih bertahan sampai sekarang.


Bukit Tinggi


Puncak Lawang


Gadis kami


Sesama Laki2



9.10.2011

Rindu Dabo :(

Hari ini abangku, Apok,sekeluarga, baru pulang, setelah lebih dari lima belas hari pulkam -mudik- berhari raya di Dabo, dan menjumpai sanak saudara di Tjg Pinang, Batam dan Karimun.
Dan kami langsung berkunjung ke rumah abang, menjelang magrib.
Melihat foto-foto di rumah,Mamak, abangku Fauzan-Adek sekeluarga.
Tak terasa tiba-tiba mataku basah.
Ternyata aku sangat merindukan mereka semua.
Merindukan Mak.
Merindukan Abangku yang baik hati.
Merindukan ziarah kuburan Bapak, Kakak, Nenek dan Makcik..

Ya Allah, semoga kelak kami juga punya kesempatan itu.
Berkumpul semuanya, keluarga kami.
Bang Apok, Bang Alok dan Diriku.
Amiinn..

2006 terakhir kami semua bertiga berkumpul, pada saat aku menikah. Setelah itu kami pulang masing-masing. Aku sendiri terakhir pulang 2008, masih bertiga dengan Dymsi.

Aku merindukan tempat dimana aku dibesarkan.
Laut. Pantai.

9.02.2011

H plus 3

Subuh..
Rencana bikin soto.. mencari sesuatu yg segar..
Ada potongan ayam di dalam kulkas.

Kmrn mlm dek eva dan ortunya berlebaran ke rumah. Tetangga sebelah rumah kami. Non muslim tapi sangat baik. Ibunya, friska sedang hamil tujuh bulan. Ternyata tak lama lagi aku juga bisa main dengan baby selain Alya..
Aku suka baby. Mereka polos, matanya bening dan masih suci tak berdosa.

posted from Bloggeroid

8.20.2011

Darah

Hari ini hari pertama aku ke PMI.
Awalnya mencari sepuluh kantong darah B+ bersama suami, dan ipar2ku. Anak2 juga ikut.

Dari sepuluh itu, satu diantaranya beli. Dua ratus ribu. Belum termasuk kantong darah.
Betapa berharganya sehat, karena ternyata harga darah cukup mahal...

Alhamdulillah sampai tadi jam 8 sudah berhasil dapat 13 kantong darah, artinya malam ini insya Allah adik kami bisa dioperasi caesar, setelah opname sejak 17 Agustus kemarin..
Harapan terbesar saat ini adalah, kondisinya sehat, semua berjalan lancar dan selamat.. Amin ya Allah...

Aku pernah merasakan sakitnya melahirkan. Melly juga, yang merasakan lebih krn double.. Tapi adik kami yg satu ini, memang sedang dicoba, krn di saat sedang menunggu hari, kondisinya malah ngedrop..

Ah,, malam ini jadi galau. Menunggu kabar dari rumah sakit..
***Alhamdulillah, hubby menelpon dari ujung sana, telah lahir dengan selamat, anak Adi dan Yati....***

galauku hilang, yg ada penasarana, dan pengen segera lihat baby nya...
cepat pulih ya Dinda....

*menutup lappi dan bersiap tidur..

2.17.2011

Ultah Echa-teman Dymsi






@Acara ultah Echa-nya Yuyun Hendra, di MTC Giant bbrp waktu yg lalu. Kalau boleh jujur, ini pertama kalinya kami sekeluarga ke MTC.. Hehe. Padahal sudah lebih dari satu tahun berdiri, dan masih satu kecamatan masih saja belum ke sana. Hehe.
Waktu di situ, lihat Dymsi rasanya, gimana ya. Sudah cepat banget besarnya. Ahmad juga, dulu bengong-bengong kalau lihat acara, sekarang sudah paham.
Kesan selama acara adalah Chaki - icon KFC kok rada kurus ya, trus lemeeesss lagi.. hehe. Padahal dia adalah ayam satu-satunya yg beruntung karena tidak dimasak jd fried chicken.. haha..
Btw kata Dymsi kue ultah Echa bagus, krn gambar putri... ya gitulah anak perempuan sukanya juga yg berbau perempuan..

1.15.2011

Wedding Anniversary

Lima tahun perkawinan, hari ini.
Dua anak.
Semoga permikahan yang membawa kami untuk menjadi hamba yg bertaqwa kepada Allah.
Amin.

*Miss u, my hubby.
yg saat ini sedang tidur di sekolah karena lemburrrr....

1.07.2011

Pilihan di Lima Belas

Kangen..
Mau menulis lagi, seperti dulu.

Memang hidup ini dihadapkan kepada pilihan-pilihan, yang kadangkala kita bingung harus memilih yang mana.
Diantaranya kita pasti mencari yang terbaik, walau ketika kita memilihnya, kita hanya menerka, berharap bahwa pilihan kita adalah tepat.
Sama seperti aku memilih Ardymond, yang kini menjadi suamiku, tercinta pastinya.
Waktu aku memilih dia untuk 'setuju' hidup bersama, aku hanya memasrahkan pilihanku kepada Allah, harapanku waktu itu adalah pilihanku tidak salah. Walau kadang seiring waktu ada perasaan gundah, terutama ketika dirundung masalah.
Ardymond itu adalah seorang yang biasa, dan waktu pertama kali bertemu memang dimataku dia adalah benar biasa.
Sampai bertahun-tahun kami berteman, dia masih tetap biasa.
Tidak ada istimewa.
Malah kadang menjengkelkan.

Kami sekelas, kadang juga satu kelompok pada mata kuliah tertentu.
Aku memang kurang suka kalau kami sekelompok, tapi tentu saja waktu itu..

Namun waktu jualah yang membolak-balik hatiku,
hingga suatu saat pilihan itu jatuh TEPAT kepada dirinya, dan angannya yang pernah dia tuliskan di dalam sebuah buku, bahwa dia menginginkan aku suatu saat nenti menjadi ibu dari anak-anaknya telah terwujud.
Ya, karena aku kini adalah istri yang syah dari seorang laki-laki yang bernama Ardymond, dan dari perkawinan kami, telah lahir seorang putri dan sorang putra.
Anak kami khas, karena perkawinan kami adalah perkawinan campuran.
Semua itu adalah anugrah, dan rahmat, Alhamdulillah..

Kalau ditanya apakah saat ini aku menyesal, telah memilih dia?
Ah, pertanyaan bodoh tentu saja. Karena lima belas Januari nanti, pernikahan kami genap lima tahun.
Pernikahan yang indah, bahagia, dan yang pasti,,
Aku TIDAK salah pilih...

*Tulisan ini, untuk suamiku tercinta, Ardymond,-
Semoga tidak lupa dengan tanggal lima belas.. :)

2.04.2010

Bunda = Kak Ros?


Kejadian tadi pagi

Bunda: "Buka bajunya, Dym. Yuk mandi, udah Bunda siapkan air hangatnya.."
Dymsi: "Iya, Bun."

Sesaat kemudian Dymsi telah selesai shampoan, sabunan dan gosok gigi.

Bunda: "Dah ya Dym, Bunda mau masak lagi. Dymsi main-mainlah berendam di dalam bak mandi adek. Kalau udah siap, di situ handuknya, ya. Paham??"
Dymsi: Paham..., Kak Ros...
Bunda: $&*??!!??!!?@?


(Akibat terlalu sering nonton Upin & Ipin, Bunda = Kak Ros??)

12.03.2009

4 th Wedding Anniversary


Seperti biasa hampir setiap hari kami sampai di rumah sekitar pukul 19.30 PM.
Hubby pulang sore, magrib sampai di rumah Kak kembar untuk menjemput aku dan si kecil Ahmad. Setelah itu kami menjemput Dymsi di rumah Nekla. Dan dari situ baru kami pulang ke rumah. Rutinitas yang cukup melelahkan, karena begitu sampai di rumah ada pekerjaan lain yang menanti. Bisa memasak, mencuci piring, mencuci baju, membersihkan rumah, menyetrika, dan tentu saja menidurkan anak-anak. Beberapa pekerjaan diatas optional, misalnya jika pagi aku sempat memasak, berarti malam tinggal makan saja, atau jika merasa capek tidak sanggup memasak, berarti beli lauk saja. Kalau kemarin malam mencuci baju, berarti malam ini hanya menyetrika. Kalau pagi aku sempat mencuci piring, berarti malam ini tinggal mengotorinya saja :)
Hubby bertugas membilas pakaian dan mengucek beberapa pakaian yang tidak bisa dicuci dengan mesin, dan tentu saja sekaligus menjemurnya. Itu sudah sangat membantu sekali. (Thx a lot ya Hub!)
Btw, tadi malam kami tidak langsung pulang, kami singgah sebentar di pintu masuk RS. Eka Hospital untuk mengantarkan obat Iyan , keponakan kami yang sedang dirawat karena DBD. Di sana ada Ayahnya (abangku, Apuk) yang sudah menunggu dengan 4 miscall.
Sepanjang perjalanan menuju rumah (yang rutenya berbeda dengan perjalanan jika kami tidak ke RS) aku memandang bulan yang indah, bulat penuh. Seperti purnama. Aku bertanya kepada Hubby apakah sekarang tanggal 15 (th. Hijriyah). Kata Hubby iya, kalau tidak 15 berarti 16 Dzulhijjah.
Ups, begitu sibuknya kami sehingga lupa bahwa 15 Dzulhijjah 1426 H adalah hari yang sangat bersejarah bagi kami, karena pada waktu itu seorang Ardymond mengucapkan ijab kabul, mempersunting seorang Siti Nurbaya, teman kuliahnya yang pernah bersembunyi di belakang kandang ayam untuk menghindarinya. Entah bagaimana,Siti Nurbaya yang semula dingin seiring dengan berjalannya waktu bisa berubah pikiran menerima Ardymond dengan cintanya, dan yakin sampai hari ini bahwa dia tidak salah pilih.
Empat tahun sudah kami hidup bersama. Bohong jika tidak ada pertengkaran dan tangisan. Asal tidak berlebihan, tentu itu menjadi bumbu penyedap dalam rumah tangga, karena seperti kebanyakan pasangan, diakhir pertengkaran biasanya ada pelukan :)
Bersyukur dalam rumah tangga kami belum pernah ada KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), atau TM (Tumbuk Meja), TP (Tendang Pintu). Karena selain itu bukan type Hubby dan aku, kami juga sadar bahwa kami bukan orang yang mudah membeli peralatan rumah tangga. Kalau sampai semua ditendang atau dibanting 'kan sayang. Meja yang mau ditendang yang ada cuma meja Oshin. Keramik yang mau dibanting tidak ada, kursi yang bisa diangkat dan dibanting cuma kursi Dymsi, itupun terbuat dari plastik yang ringan, kan kurang seru kalau jadi bahan bantingan.
Ya begitulah, sampai hari ini aku bahagia dengan pernikahan kami. Sudah 2x aku hamil (berarti sudah 2x perutku melar), sudah 2x aku melahirkan, sudah 2 anak yang diamanahkan kepada kami, semua patut disyukuri. Karena tanpa itu semua, mungkin pernikahan kami tak sehangat sekarang ini.
At least, Happy 4th Wedding Anniversary buat kami berdua., semoga kami semakin sayang semakin cinta, memperoleh rumah tangga yang berkah, saling mengingatkan dalam beribadah untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

7.27.2009

Kelahiran Putra Kami


Alhamdulillah, akhirnya anak ke-2 kami lahir dengan sehat selamat pada hari Rabu, 22 Juli 2009, laki-laki dengan berat 4 kg dan panjang 53 cm. Penantian yang cukup lama, karena aku sudah mulai cuti sejak 15 Juni lalu, mengingat dokter mengatakan kelahiran sekitar 22-23 Juni atau tidak lebih dari Bulan 6. Sabtu, 18 Juli kami kembali cek ke dokter, anjuran beliau jika dalam 3 hari atau sampai hari Selasa belum ada tanda-tanda kelahiran, sebaiknya diinduksi. Beragam perasaan ketika mendengar berita tersebut, terlebih ketika Hubby membawa berita - saat pulang dari rumah Bidan Selasa malam - bahwa resiko induksi bisa berhasil atau tidak, dan berujung pada caesar. Bukan hal yang kami inginkan, tapi kalau memang harus begitu harus baaimana lagi?

Allah Maha Kuasa, pada malam yang membingungkan itu, akhirnya aku merasa mules mulai jam 12 malam, tidak bisa tidur. Jam 3 pagi kami berangkat, sampai di rumah bersalin ternyata sudah pembukaan 9. Buat aku ini adalah hal yang amazing, karena sangat berbeda dengan proses pembukaan pada masa kelahiran Dymsi. Endingnya, pukul 06:10 pagi anak kami lahir. Dengan perjuangan, tentunya. Dan syukur Alhamdulillah, semua berjalan normal.
Disaat aku mengetik ini, perutku sudah kempes, dan dihadapanku tertidur dua anak kami, Dymsi dan Ahmad. Nama Ahmad masih menggantung, - maksudnya belum pasti nama lengkapnya.

Tengkyu buat teman-teman yang sudah berkunjung dan menyapa, mohon maaf karena daku masih belum sempat membalas kunjungan dan sapaannya.
Terima kasih atas doanya, Alhamdulillah semua telah berjalan lancar, tinggal perjuangan kami untuk membesarkan dan mendidik putra-putri kami menjadi insan yang sholeh dan sholehah.

10.11.2008

Cerita Mudik 1429H


Hey..hey... Lama sekali aku meliburkan diri dari dunia blogger! Ya, kemana lagi kalau bukan mudik.. Kepada semua pembaca 'setia' blog ini, kami sekeluarga mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin.... Mohon maaf juga buat teman-teman yang telah mengisi SB namun belum sempat daku balas kunjungannya...

Our Dymsi

Dua puluh tiga September 2008 kami bertolak jam sore melalui kapal motor Jelatik Express ke Selat Panjang, Kabupaten Bengkalis. Perjalanan ini adalah perjalanan terlama berdasarkan urutan waktu, karena perkiraan sampai di tujuan jam 5 subuh besoknya. Bermalam di KM Jelatik ini sebenarnya lebih nyantai dibandingkan berpergian dengan mobil atau kendaraan kapal yang lain, dan disini tidak ada mengenal kelas VIP atau ekonomi. Semua mendapat tempat yang sama, dengan harga tiket untuk saat ini Rp. 80.000,-

KM Jelatik Express

Satu hal yang kurang menyenangkan di sini adalah WC-nya. Ya, sebagaimana WC yang tidak menyenangkan dari kapal motor bersama....

Dymsi di jendela KM Jelatik

Sedikit melenceng dari perkiraan, kami sampai di Selat Panjang pukul 06.30 WIB, dan pada pukul 11 siang kami pindah kapal lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Tanjung Pinang melalui kapal MV Dumai Express. Kapal berjenis fiber ini membawa kami sampai di Tanjung Pinang sekitar pukul 4 sore. Alhamdulillah gelombang cukup teduh, dan Dymsi sama sekali tidak rewel. Kami menginap di Hotel Wisma Riau. Rencana awal di Hotel Surya, hotel langganan kalau kami pulkam, karena disini murah meriah dan nyaman. Tapi di saat mudik begini pada penuh kamarnya.

Jembatan Siak yang diresmikan SBY

Oya., ini ada hasil jepretan Hubby Jembatan Siak di malam hari dari atas sungai. Konon pembangunan jembatan ini mengabiskan cukup banyak biaya dan jembatan ini jelas tidak sebanding dengan jembatan Leighton yang ada di Pekanbaru.

Kepadatan penumang di Pelabuhan Sri Bintan Pura - Tanjung Pinang

Keberangkatan ke Dabo tentu sama seperti para pemudik lainnya, berdesak-desakan untuk menuju kapal yang pada hari itu hanya satu yang berangkat ke tempat kelahiranku. Di Tanjung Pinang alias Pulau Bintan penumpang yang menunggu sudah sangat ramai, bukan cuma penumpang tujuan Dabo, tapi juga penumpang tujuan Batam, Tjg Balai Karimun, bahkan mungkin Malaka dan tempat-tempat lainnya. Di Tanjung Pinang ini pelabuhannya sangat strategis.

Pelabuhan Jagoh

Pelabuhan Jagoh menjadi ending perjalanan via kapal part 1. Kapal berlabuh jam setengah lima, tapi kami tidak mendapat angkutan mobil yang akan membawa kami istirahat di rumah Mommy. Akhirnya abangku, Bang Adek mengirimkan mobil jemputan yang membawa kami sampai jam setengah delapan malam, setelah melewati perjalanan darat kurang lebih satu jam.
Tiga belas hari (nett) kami di kampung halamanku itu.

Rumah Kami di Dabo

Tak banyak yang berubah, bahkan menurut Hubby, Dabo yang sekarang ya tetap sama saja dengan Dabo kurang lebih tiga tahun yang lalu, ketika kami melangsungkan pernikahan. Dalam Bulan Ramadhan itu kami sempat berjalan-jalan ke pantai biasa, bukan pantai pariwisata. Itu untuk mengobati kerinduanku pada pantai, sekaligus memperkenalkan pantai kepada Dymsi, anak kami.

Di pantai
Waktu ke pantai pertama kali sejak kedatangan kami itu, ombak lumayan bergejolak.Entah mengapa aku tidak menikmati keindahan itu 100%,karena tiba-tiba timbul sedikit rasa takut akan ombak yang menari lepas, dan melantunkan lagu alamnya.Terbayanglah tsunami, entah bagaimana perasaan jika tiba-tiba saja ombak itu menjadi lebih tinggi. Tapi tentu itu tidak ada dalam pemikiran Hubby & Dymsi, karena mereka asik bermain dengan ombak yang datang melambai pantai, menyentuh pasir lembutnya.

Dymsi happy di pantai

Semakin menjadi seorang ibu, aku merasakan diriku semakin menjadi orang yang penakut. Di satu sisi barangkali daku terlihat tegar, tapi disisi lain ada bermacam-macam ketakutan yang dulu hampir tidak pernah ada.

Dabo masih seperti Dabo yang dulu.

Pelabuhan Dabo
Pelabuhan ditengah kota yang tidak termanfaatkan oleh kapal yang berlabuh dari Tanjung Pinang. Setiap jam petang pelabuhan ini menjadi tempat jalan-jalan sore untuk melepas memandang laut atau tempat memancing bagi beberapa orang.

Sunset di Pelabuhan Dabo
Jalan-jalan yang sepi, gedung-gedungnya juga tidak banyak berubah. Yang kelihatan bertambah adalah bendera-bendera berbagai macam partai dengan semboyannya masing-masing. Bahkan salah satu partai membuat tulisan di spanduknya menyesuaikan dengan bahasa melayu setempat: "Bersame Kite Bise". Aku membacanya di beberapa ruas jalan.

Simpang 4 Toko Sakura
SMP Negeri 2 dan SMU Negeri 2, ex. sekolahku juga masih seperti itu. Oya ada gedung yang sedang di rombak di SMUN 2.

Simpang 3 Balai


Masjid Azzulfa

Ada 1 buah minimarket yang baru, Mega Glory. Mungkin hampir semua orang di Dabo senang berbelanja di sini.

Dymsi naik 'harimau bergoyang' di Mega Glory

Pengamatanku yang lain selama di Dabo, adalah perihal makanan jajanan, seperti bakso, mie ayam, pangsit ataupun jajanan lain yang sejenis sangat kurang di sini. Misalnya bakso yang paling enak mungkin bakso ikan Mas Mangun yang mangkal di Sungai Lumpur. Tapi kalau bakso sapi, mie ayam, rasanya masih kalah telak. yang anehnya walaupun rasanya 'kurang' tapi yang makan di tempat tetap banyak, bahkan yang ingin membeli bawa pulang juga mengantri.Aneh.
Kemudian bahan makanan juga mahal walau Pulau Singkep ini dikelilingi oleh laut. Ikan rata-rata dua puluh ribuan yang paling murah untuk ukuran 1 kg. Ikan tenggiri 40rb/kg. Udang 40rb-50rb/kg. Kepiting 40rb/kg.Ayam ras 30rb/kg. Daging sapi apalagi, sebelum lebaran sudah mencapai 100rb/kg. Sama seperti dulu, daging sapi ini tidak setiap hari ada di pasar, nahkan sangat jarang sekali, karena pemotongan sapi hanya pada event-event tertentu saja. Makanya kalau ada yang berhajat memotong sapi (sekaligus menjual daging di pasar), biasanya berita itu sudah tersebar ke seluruh penjuru Dabo.

Persiapan Sholat Id


Dymsi yang sempat ngambek sebelum sholat Id

Idul Fitri kami sohalat Id di kompleks rumah, dengan jamaah yang tidak terlalu memadati Musholanya, bahkan bisa dibilang cukup lengang. Pulangnya kami bermaaf-maafan dan menerima tamu cilik. Kami lebih banyak di rumah, selain bersilahturahmi dengan tetangga.

Mommy dan cucu-cucunya di Dabo

Di Dabo Dymsi sering berebut mainan dengan Pini, ada ke-2 Bang Adek yang biasa disapa Angah. Sementara Riska sudah mulai dewasa pemikirannya dan Fahri alias Dek Ndo yang berumur 4 bulan sangat anteng sekali sehari-harinya.

Ketupat before direbus

Ketupat yang siap 'disebarkan' ke pembeli

Lebaran begini seperti biasanya Mommy mendapat rejeki order pesanan ketupat. Untuk tahun ini hanya sekitar 700 buah, tidak terlalu banyak dibandingkan dulu karena kondisi Mommy juga tidak se-fit dulu.
Hubby-ku kursus buat ketupat

Bengkel Bang Adek di belakang rumah

Sehari sebelum pulang kami ziarah ke makam Bapak, nenek, Atuk, wong dan Mak Cik Halimah. Ada perasaan haru yang tumpah, terlebih pada pusara Wong dan Makcik, karena almarhumah masih ada terakhir kami pulang waktu akan menikah. Banyak kenangan yang tak terlukiskan.

Makam orang-orang tercinta

Rabu tanggal 8 Okt kami bertolak kembali ke Pekanbaru, melewati rute yang sama, dan sekarang kembali bekerja, beraktifitas seperti sedia kala....
Kabut & matahari terbt di Sungai Siak

*ending cerita mudik,-.

9.22.2008

Monday, busy?

Monday.
Hari ini pilkada untuk pemilihan gubernur Riau. Bingung mau pilih yang mana. Siapapun nanti yang menang semoga menjadi pemimpin yang baik bagi propinsi ini.
Planning hari ini berbelanja sedikit untuk keperluan hari raya. Karena sibuknya kami hampir tidak punya banyak waktu untuk berbagai rencana. Seperti kemarin, tidak sempat untuk ke rumah Ibu karena ditahan untuk buka bersama di rumah Bang Apok, dan dilanjutkan dengan kedatangan Ayah Nugha sekeluarga pada malam harinya. Hebohnya Dymsi mengajak Kak Kembar & Mas Nugha untuk menonton Upin & Ipin 12 episode....

9.20.2008

KPR - Mudik-Buka Bersama

Hari-hari menjelang pulang ke Dabo sangat sibuk. Semua harus dikejar. Alhamdulillah akhirnya Kemarin Jumat, 19 September 2008 kami telah selesai melaksanakan akad kredit rumah di Bank BTN, setelah mendapat surat persetujuan dari BTN bulan Agustus kemarin. KPR gitu..
InsyaAllah kalau tidak ada halangan Bulan Nopember nanti kami akan menempati rumah baru yang mungkin lebih kecil dari rumah sewaan ini. Tak mengapa, asalkan yang dicicil itu adalah rumah kami sendiri.. Terima kasih Ya Allah, Alhamdulillah....
Oya, mengenai pulang ke Dabo Singkep, kota kecil tempat aku dibesarkan itu, rencananya kami akan pulang hari Selasa nanti, tanggal 23 September. Berhubung ongkos melalui transportasi udara sangat mahal sekali (bisa 2x lipat dari angkutan laut), dan dengan pertimbangan penghematan, kami memutuskan untuk pulang dengan kapal saja. Kalau dari Pekanbaru ini, kami akan bertolak ke Selat Panjang pukul 5 Sore dengan kapal motor Jelatik, menyusuri Sungai Siak yang akan menjadi pengalaman pertama buat Hubby & Dymsi. Sedangkan aku, sejak jaman kuliah dulu sudah berkali-kali menggunakan transportasi ini.
So friends, mungkin daku juga bakal lama tidak mengunjungi blog ini, kalau cuma ym-an barangkali bisa, itu pun kalau ada waktu, sebab menurut schedulle aku akan membuat kue lebaran sesampai di Dabo nanti, kasihan Mamak tidak ada yang membantu. Kalau mau beli juga sayang, toh aku kan ada waktu dan Dymsi sudah cukup besar tidak masalah jika aku di dapur. Lagi pula di sana nanti akan ada sepupu-sepupunya yang bakal menjadi teman bermainnya.
Pagi ini terasa lebih melelahkan, kemarin kami ikut buka puasa bersama di sekolah Hubby. Acaranya ramai, dihadiri oleh orang tua murid juga. Karena tidak tahan dengan suasana yang cukup berdesakan itu, aku memutuskan untuk stay di labkom saja. Dymsi juga betah sekali di 'kantor' ayahnya itu...
oya sebelumnya tanggal 13 September kemarin kami buka bersama di rumah Ibu, sekalian acara buka bersama anak murid Yati juga. Belum sempat ditulis ya ceritanya.. ya itu karena sang penulis ini sibuk sekali...
Hmm, melelahkan memang. Belum tau ni apakah masih bisa update blog ini atau tidak, berhubung Senin mendatang di Pekanbaru bakal dilaksankan Pilkada pemilihan gubernur Riau yang baru... Doain ya semoga perjalanan mudik kami tahun ini selamat, sehat dan menyenangkan!

8.25.2008

Tarhib Ramadhan 1429H

Haii...,
Alhamdulillah Dymsi sudah mulai membaik, setelah kemarin 'dengan sedikit dipaksa' ikut Tarhib Ramadhan di sekolah Hubby. Kemarin pagi itu badannya sudah tidak panas lagi, cuma masih sedikit lemas saja, kurang bersemangat seperti biasa. Syukurlah setelah olah raga pagi Dymsi sudah mulai seperti biasa, mungkin karena banyak teman-teman di sana.

Ini pertama kali kami ikut acara Tarhib Ramadhan di sekolah Hubby, SMPIT Al-Ittihad Rumbai. Tahun kemarin Tarhibnya tidak mengikutsertakan keluarga, kalau tidak salah acaranya out bond di Danau Buatan. Dua tahun lalu ada, tapi kami tidak sempat ikut, waktu itu aku lagi hamil Dymsi, pas mau berangkat datang Ayah si Kembar sekeluarga di rumah kontrakan yang baru kami tempati, jadi kami putuskan batal berangkat.


Acara Tarhib Ramadhan tahun ini dimulai dengan jalan santai jam 7 pagi, dilanjutkan dengan sarapan bersama dan pertandingan olah raga. Untuk anak-anak usia 0-5 tahun lomba memindahkan bola, untuk usia 5-10 tahun lomba mangisi air di botol.

Para karyawan dan guru dapat pertandingan bola kaki, volley dan tarik tambang. Ada door prize juga, Alhamdulillah kami kebagian rejeki setengah lusin gelas. Setiap anak-anak mendapat kupon hadiah, untuk menghindari kecemburuan dan kesedihan bagi yang tidak mengikuti atau memenangkan lomba. Selain itu dibagikan juga voucher belanja di Waserda Ittihad senilai 50 rb. Oya, Dymsi sempat tertidur di Masjid, mungkin karena kecape'an.


Kami pulang setelah makan siang bersama dan sholat Dzuhur di Masjid Ittihad. Sampai dirumah hujan pun turun, syuklurlah kami tidak kebasahan karena hujan. Hubby melanjutkan perjalanan ke UIN setelah istirahat beberapa saat menunggu hujan dalam rangka kumpul kongkow Linux-nya.

Itu cerita semalam, ajang Tarhib Ramadhan ini sudah sangat dinantikan, karena ini acara tahunan yang mengumpulkan seluruh karyawan dan keluarga Ittihad, baik di SMP, MTS, SD,TK dan BMT. Acara ini diselenggarakan untuk mempererat silahturahmi dan acara suka cita untuk menyambut Ramadhan 1429 H yang tak lama lagi datang........

8.07.2008

Rabu Pagi di Masjid Agung An-Nur




Ini hasil jepretan hari Rabu, tanggal 30 Juli kemarin, waktu jalan-jalan pagi di Masjid An-Nur, yang terletak di Jl. Hangtuah, tempat yang asik untuk berolah raga, sambil melihat pemandangan Masjid nan indah. Rencana Hubby yang mendadak, mengajak kami jalan pagi. Walau lumayan capek, tapi tetap saja asik kalau ada Dymsi.
Buat teman-teman di Pekanbaru yang belum pernah olah raga pagi di sini, boleh dicobalah! Disarankan kalau bisa paling lama jam 06:30 sudah berada di sini, karena waktu itu panas matahari mantap sekali buat jalan-jalan pagi, tapi kalau sudah mencapai jam 8 teng, mulai panas dan terasa gerah.
Mau posting banyak, tapi waktu pagi ini sedang tidakmemungkinkan. Ah, ternyata hari Kamis seperti ini masih saja tetap sibuk...

7.15.2008

Hari Minggu di Sekolah

Dymsi belajar menggerakkan mouse (Masa sih?)

Rencana Ust. Ely untuk mengajak Hubby ke Ukui sangat kuat, sayangnya rasa
'keberatan'ku pun juga tak kalah kuatnya. Tapi itu bukan tanpa alasan, aku mencemaskan Hubbyku jika beperjalanan 4-5 jam dengan sepeda motor di jalan lintas timur yang banyak dilalui oleh mobil besar. Apalagi Hubby belum pernah pergi dengan sepeda motor sejauh itu. Paling jauh ke Bangkinang saja. Seandainya mereka menggunakan mobil, mungkin kekhawatiran itu jauh berkurang.

Bersaing sehat

Memang akhirnya Hubby tidak jadi berangkat ke Ukui, akhirnya kami ke sekolah Hubby untuk membersihkan lab. Nah, ini salah satu aksi Dymsi di lab, bersama ayah tercintanya. Lumayan berantakanlah lab.nya, tapi karena ada istri Hubby ini, Alhamdulillah sudah sedikit tertata walaupun masih belum bagus-bagus amat.

Hubby Mencuci Smash

Kami lunch di sekolah, beli nasi kapau sebelum SMP 21, yang dulu pernah jualan dekat kantorku. Setelah bersihkan lab, kami melanjutkan mencuci sepeda motor R2 Suzuki Smash Tahun 2004, yang banyak membantu kami selama ini. Dymsi juga mandi di sekolah, dengan air hujan buatan bundanya.

Ayah & Anak

Inti cerita, menyenangkan sekali di sekolah Hubby hari Minggu kemarin itu. Mungkin karena sekolahnya sepi, hanya kami saja yang ada. Kapan-kapan, aku mau juga 'piknik' ke situ lagi....


Dymsi setelah mandi