Catatan hati...

 photo catatanhati2_zpscf021a88.jpg
Tampilkan postingan dengan label Tentang Dymsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Dymsi. Tampilkan semua postingan

9.26.2016

September 2016

Basi ya. Lagi-lagi vakum berbulan-bulan. Kini aku menjadi seorang yang malas menulis. Waktuku sudah banyak habis untuk menjadi ibu rumah tangga dengan bisnis onlinenya. Hehehe.

Oya, sekarang usia kehamilanku kira-kira 4 bulan. What??? Hamil lagi??
Hihi.. iyaa.. pengen Zia punya adik..  pengen rumahnya ramai.. pengen Ahmad punya teman jagoan. Semoga Allah izinkan. Tapi seandainya pun diberikan putri cantik juga gpp.. yg penting sehat walafiat..

Tapi, lagi-lagi aku gak mau heboh dan ramai tentang kehamilan ini. Anak ke empat, InsyaAllah. Tanggapan org kan macam-macam. Tidak kelihatan raut senang dimata orang tua dan mertuaku. Semua dingin, seperti khawatir dengan keadaan ekonomi kami yang masih biasa saja.

Kami percaya Allah telah menjamin rejeki setiap makhluknya. Cicak saja bisa memakan nyamuk yang terbang. Semua dengan usaha, doa. Karena itu kami tidak takut. Dan tentunya bahagia dengan kehamilan yg diperkirakan lahir bulan Maret 2017.

Oya, Zia juga sudah disapih. Banyak kemandiriannya.. banyak ocehannya sekarang.. masa-masa yang menggemaskan.

Sementara Dymsi dan Ahmad, juga senang bersekolah di Kuttab. Alhamdulillah..

Cukup dulu sebagai obat kangen ngeblog. Pengen lebih rajin menulis.. mudah-mudahan.. :)

7.11.2012

Hari ke-3 Dymsi di SD

Jam 4 Sore hujan. Lebatnya lumayan.
Kangen Dymsi yg msh terperangkap di sekolah.
Sekarang jam enam kurang sudah. Semoga sebentar lagi suami dan putri kecilku sampai di rumah dengan selamat. Amin Ya Robb.


posted from Bloggeroid

6.21.2012

Dalam Wisuda Dymsi

Putri kami.
Dymsi Qu Radtu Ayuni.
telah wisuda iqro di TK An Namiroh 2, rabu 20 juni 2012 kemarin.
pastinya sebagai seorang ibu yang melahirkan dan membersarkannya sampai saat ini terharu.
ketika namanya dipanggil dan maju ke depan.
adalah amanah bagi kami untuk terus mempelancar baca AL Quran nya. walau aku bukan ahli tahfiz, tapi sangat berharap kelak anak-anak kami menjadi anak yang jauh lebih baik bacaan Al Quran nya.

Anak kami anak-anak yang sederhana, dan sangat mengerti dengan kondisi kami, tidak pernah menuntut banyak hal, tidak merengek-rengek ketika menginginkan sesuatu, dan sangat mudah dialihkan fokusnya ke yang lain ketika suatu keinginannya tidak tercapai. aku jauh bersyukur dalam hati, ketika aku melihat kondisi anak lain yang bisa memukul-mukul ibunya ketika ibunya menolak keinginannya, atau duduk merengek di jalan sambil ogah bangkit, ata bicara keras kepada orang tuanya. Ya Allah, bersyukur anak-anak kami belum sampai kepada tahap itu. semoga kami bisa amanah, menjadikan anak-anak yang juga sejak kecil bersyukur atas apa yang telah Engkau anugerahkan.

kini Dymsi akan mengakhiri masa TK nya, dan bulan depan akan bersekolah di SDIT Al-Ittihad di Rumbai.
pasti aku, ahmad akan merasa kehilangan dia seharian, pasti ada rasa cemas, bimbang. pasti ada rasa rindu bagaimana setahun belakangan ini kami disibukkan dengan aktivitas mengantar dan menjemputnya. bagaimana ahmad harus dibangunkan  pagi disaat dia sedang tidur nyenyak, untuk ikut mengantar kakaknya sekolah karena tidak bisa ditinggalkan. bagaimana di saat kami kehujanan, bermantel bertiga di atas motor, bagaimana aku sering mengejar waktu untuk segera sampai jam 12 di sekolahnya ketika sedang ada keperluan di oriflame.
saat-saat seperti itu mungkin tidak lagi untuk tahun-tahun berikutnya. dan hari ini aku merindukan semua saat itu.

dan rasanya, kebenaran mataku berkaca-kaca ketika namanya dipanggil kemarin, bahkan bukan hanya berkaca, tapi juga meneteskan air mata, adalah bukti rasa haru atas apa yang sudah bisa dia lakukan setahun terakhir ini.

semoga kebaikan guru-guru yang telah mendidik dymsi, menjadi amal sholeh.
bunda sayang dymsi, nak. sayang sekali dan mohon maaf jika sampai hari ini masih belum bisa memberikan yang terbaik untuk putri bunda yang cantik.

5.24.2012

dua anak / lebih baik

Dulu kalau mau ngeblog harus buka komputer.
Tapi aku masih sangat rajin menulis.
Sekarang malah tinggal open bloggeroid pun, gak juga blog ini sarat dengan cerita-cerita baru.

Hari ini sama seperti hari-hari biasa.
Ahmad sedang bermain dengan kakaknya, Dymsi.
Nanti, kalau Dymsi sudah mulai masuk sekolahnya di SD, Ahmad bakal kesepian.

Kadang kalau mereka tertawa, aku bilang pengen punya sepuluh anak lagi, tapi disaat mereka bertengkar... aku sangat setuju dengan program pemerintah dua anak lebih baik.


4.11.2012

Naik Kereta Api, Tu.. tut.. tuuuut.....


Minggu sore kemarin, 9 April adalah kali kedua kereta api dadakan masuk komplek.

Tak tahan karena sudah menunggu satu minggu, akhirnya lewat juga di depan rumah dan langsung dis ambar oleh Dymsi, Ahmad, Eva dan Jerry (tetangga kami).
Tapi, ternyata ibu2 termasuk aju , juga ikutan naik menemani anak2.
Padahal motor yang membawa kami, rasanya seperti mau mati, berjalan lambat tapi sungguh asiikkk..
Berikut foto2nya..










9.06.2011

The Second

Dua kali ke RS Eka Hospital untuk Dymsi.
Pertama waktu sakit mata ke dr. Surya.
Bertahun-tahun setelah itu kami kembali, tapi ke dr. Budi Novitri, SpA.
Batuk lebih dari seminggu yang tak kunjung sembuh, disertai muntah. Gak peduli siang atau malam disaat tidur.
Setelah beberapa hari berobat, ada kemajuan walau belum sekaligus sembuh. 
Contoh alat Inhalasi

Waktu berobat Sabtu - 3 Septermber 2011 kemarin, Dymsi sempat mendapat Terapi Uap, atau Inhalasi. Ada selang yang terhubung dengan masker. Di bagian bawah masker terdapat tabung untuk tempat pengisian obat. Kemudian selang tersebut dihubungkan ke suatu alat yang berhubungan dengan listrik. Anak diminta menggunakan masker tersebut dan menghirup udara / asap dari dalam masker.
Dymsi menangis, padahal dia sendiri bilang gak berasa apa-apa. Duh, memang putri kami itu memang sensitif perasaannya..Inhalasi bertujuan untuk mengencenrkan dahak dan melegakan saluran pernafasan. Konon, inhalasi lebih baik lho daripada minum obat. Target inhalasi langsung ke pusat pernafasan, paru-paru.

Ketika membayar di kasir, lumayan terasa ya, untuk RS sekelas itu. Tapi semua terbayar secara impas, karena kepuasan akan pelayanan di RS tersebut ,mulai dari parkir - CS - pendaftaran, perawat dan dokternya ramah serta memuaskan..

Cepat sembuh ya Dym.. Supaya 12 Septermber kelak, ketika belajar di sekolahk tidak terganggu dengan batuk lagi.. Amin..

9.01.2011

Batuk pada Anak

Sedang browsing mengenai batuk. Dymsi batuk, sering sampai muntah.. :( Cepat sembuh ya Nak. Maafkan  Bunda..



Batuk mana yang biasa dan mana yang luar biasa?

Sumber: http://www.anakku.net/?p=143


Anak mana yang tak pernah didatangi batuk? Batuk merupakan salah satu gejala yang kerap mengakrabi anak-anak. Kebanyakan orangtua cepat merasa khawatir saat si kecil terserang batuk. Bisa dikatakan batuk adalah penyebab tersering orangtua membawa anaknya berobat ke dokter. Kapan sih batuk dianggap biasa dan bisa diobati sendiri, atau kapan patut diwaspadai?


Batuk, biarpun mengganggu namun sebenarnya ada gunanya


Banyak yang tidak mengetahui bahwa batuk sebenarnya amat berguna bagi tubuh. Batuk merupakan suatu refleks untuk mempertahankan tubuh terhadap serangan dari luar. Saluran pernapasan bagian bawah termasuk paru-paru seharusnya selalu steril (bebas dari kuman). Tetapi selalu ada debu, kotoran, bahkan bakteri atau virus yang selalu berusaha menyerang dan masuk ke dalam paru. Bila serangan berhasil, dapat terjadi infeksi paru atau pneumonia. Namun bila serangan gagal ya anak cepat sehat kembali.




Batuk dapat menolong pertahanan paru. Bila ada benda asing di jalan napas, saraf di saluran napas akan terangsang dan anak menjadi batuk. Karena batuk, keluarlah udara dengan kecepatan tinggi yang dapat membersihkan jalan napas dari debu, kotoran, atau lendir yang berlebihan.

Tidak hanya karena ada debu atau bakteri yang masuk, batuk juga dapat terjadi spontan pada anak yang mempunyai bakat. Pada keadaan asma atau saluran napas yang terlalu reaktif, dapat terjadi penyempitan dan peradangan saluran napas disertai produksi lendir yang banyak. Akibatnya terjadi batuk juga untuk mengeluarkan lendir tersebut.
Batuk pada anak dapat begitu hebatnya sampai merangsang refleks muntah. Muntah juga bisa terjadi akibat rasa mual yang ditimbulkan oleh tertelannya dahak dalam jumlah banyak ke lambung. Muntah karena batuk pasti tidak dapat diobati dengan obat muntah, batuknya dulu harus diobati.

Dok, batuk anakku kok seperti mengonggong? Serem deh dan kasihan sekali.

Sebenarnya, dengan mengenali berbagai bunyi batuk, orangtua dapat memutuskan apakah anak dapat dirawat sendiri di rumah atau perlu ke dokter.
Batuk berdahak, suaranya grook-grook. Biasanya dengan sekali atau beberapa kali batuk dahak sudah terpental ke luar. Anak tidak begitu terganggu. Kalau kebetulan dahaknya ke luar, amati jumlah, warna, kekentalan, dan bau dari dahak. Dahak yang kental dan berjumlah banyak, berwarna hijau, berbau tidak sedap, mungkin disebabkan adanya infeksi bakteri di paru. Apabila penyebabnya alergi atau infeksi virus, dahak berwarna bening atau putih. Dahak bercampur darah .. waah bawa ke dokter.
Batuk kering, suaranya khak-khak, biasanya batuknya cukup hebat. Karena tidak dapat mengeluarkan lendir anak seperti tersiksa.
Batuk kering yang lebih berat adalah batuk yang yang menggonggong. Waah, sampai seperti suara anjing menyelak. Keadaan ini sering disebabkan pembengkakan saluran napas atas di daerah epiglotis.
Whooping cough terjadi pada penyakit pertusis atau batuk 100 hari, Anak batuk-hebat sampai tidak sempat menarik napas. Beberapa anak sampai menjadi biru dan terkencing-kencing. Setelah batuk berkali-kali tanpa sempat menarik napas, diakhiri dengan menarik napas panjang disertai bunyi “nguuuuk,” atau “whooop.” Namanya saja batuk 100 hari, pasti berlangsung lama sekali.
Batuk disertai suara mengi. Hal ini banyak ditemukan pada anak dengan asma. Batuknya dapat basah atau kering, tetapi napasnya berbunyi saat mengeluarkan napas “ngiiik, ngiiik.”

Batuknya hanya malam hari dok, siang hari biasa saja. Aneh ya?

Tidak aneh. Batuk malam hari saja paling sering disebabkan asma atau alergi. Kalau kebetulan tempat tidurnya banyak debu, udara terlalu dingin, muncul deh batuknya. Anak kecil juga sering mengalami batuk saat tidur karena refluks. Asam lambung naik ke atas saat tidur terlentang, akan merangsang batuk. Refluks juga menyebabkan batuk saat diberi makan atau minum. Sinusitis pada anak besar juga dapat menyebabkan batuk malam hari.

Kok diberi obat tidak sembuh-sembuh?

Batuk akut yang paling ringan disertai demam ringan dan pilek merupakan batuk yang paling sering ditemukan, disebut sebagai common cold. Batuk akut bisa juga bisa disebabkan radang tenggorokan (faringitis akut). Infeksi ini akan membaik dalam beberapa hari, namun batuk bisa menetap selama 1-3 minggu karena terjadi kerusakan dinding saluran napas.
Bila sudah 3 minggu tidak sembuh-sembuh, kita sebut sebagai batuk kronik. Nah, yang ini mungkin agak serius. Penyebab batuk kronik yang sering adalah tuberkulosis, refluks gastroesofagus, batuk rejan atau pertusis, sinusitis kronik, iritan di udara (asap), atau kebiasaan saja.
Batuk kronik berulang berlangsung lebih dari 14 hari dan/atau setiap bulan mengalami batuk selama 3 bulan berturut-turut. Sebagian besar disebabkan asma.

Macam-macam penyebab batuk yang akut

Batuk pilek biasa (common cold)
Dari namanya saja kita sudah tahu bahwa ini adalah batuk yang biasa-bisa saja. Common cold disebabkan virus misalnya rhinovirus atau parainfluenzae. Anak merasa pusing, kedinginan, badan pegal, dan nafsu makan berkurang. Lalu muncul batuk, pilek dan hidung tersumbat, dan demam ringan. Tanpa obat juga akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Anak hanya perlu diberi minum banyak, dan penurun demam bila perlu. Batuk karena common cold samasekali tidak memerlukan antibiotika.
Faringitis
Faringitis adalah radang di tenggorokan dan sekitarnya. Gejala faringitis timbul secara akut, yaitu demam, nyeri tenggorokan, pusing, dan bisa juga mual muntah. Apabila dilihat, tenggorokan berwarna merah dan tonsil membengkak. Inilah yang sering disebut dokter dengan leher merah atau sakit amandel. Namun perlu diingat bahwa tidak semua keluhan nyeri tenggorokan berarti faringitis. Anak dengan common cold pun bisa mengalaminya. Kalau lehernya merah perlu antibiotika? Tidak juga. Sebagian besar penyebab faringitis adalah adenovirus, yang juga sembuh sendiri tanpa antibiotika.
Tonsilofaringitis bisa juga disebabkan bakteri, yang menyeramkan adalah Streptococcus A yang dapat menimbulkan komplikasi jantung, dan ginjal. Tonsilofaringitis yang ini perlu antibiotika. Bagaimana membedakannya dengan virus? Ini yang sulit. Tonsilofaringitis karena bakteri biasanya terlihat ada kotoran berwarna agak putih, napasnya juga bau. Diagnosis pasti dengan usapan tenggorokan, kemudian dikultur untuk melihat apakah benar ada bakteri.
Difteri
Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Kuman ini ditularkan melalui kontak dengan pasien saat batuk, bersin atau berbicara. Difteri menyebabkan terbantuknya selaput warna putih abu-abu kotor yang mudah berdarah bila disentuh dengan kapas. Selaput ini dapat menyebabkan sumbatan saluran napas sehingga anak dapat meninggal. Selain itu, difteri juga membentuk racun yang sangat jahat terutama terhadap jantung, yang juga dapat menimbulkan kematian.
Difteri menyebabkan anak terlihat sangat lemas walau demamnya tidak begitu tinggi, batuknya seperti anjing menyalak (barking cough), dan bunyi menorok (stridor) saat menarik napas.
Yang paling penting adalah pencegahan yaitu dengan memberikan imunisasi DPT sesuai jadwal. Imunisasi DPT sudah lengkap berarti anak terlindung dari difteri
Croup
Croup adalah peradangan di saluran napas atas yaitu di larings dan trakea. Penyebabnya adalah virus seperti parainfluenza, influenza, RSV, atau adenovirus.
Pada croup terjadi batuk kering (barking cough), suara serak, dan suara mengorok saat anak menarik napas disebut sebagai stridor. Terlihat juga napas cepat, cuping hidung kembang kempis, terlihat tarikan/cekungan di dinding dada dan sela-sela iga. Gejala makin berat bila anak menangis. Biasanya tidak disertai gejala sulit menelan.
Penyebab lain
Apabila seorang anak kecil yang sehat tiba-tiba batuk hebat, kita perlu memeriksa apakah ada benda asing yang masuk ke saluran napas. Kondisi ini sangat berbahaya karena jalan napas anak bisa tersumbat total dan mengakibatkan kematian dalam waktu cepat. Tindakan yang harus dilakukan adalah segera mengeluarkannya dengan cara meletakkan anak dalam posisi terbalik yaitu kepala di bawah, kemudian menepuk punggungnya. Jika tidak berhasil, hubungi unit gawat darurat (UGD).

Macam-macam penyebab batuk yang kronis

Tuberkulosis atau TBC paru
Penyakit TBC banyak ditemukan, bahkan Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak di dunia setelah Cina dan India. Cuma, sebetulnya gejala utama TBC anak bukanlah batuk, melainkan:
  1. Nafsu makan hilang, pertumbuhan terganggu dan berat badan tidak naik walaupun diberi makan sebanyak-banyaknya.
  2. Demam berulang tanpa sebab yang jelas
  3. Malam-malam anak tetap berkeringat.
  4. Pembesaran kelenjar getah bening terutama di bagian samping leher, yang lebih dari satu dan tidak sakit.
  5. Gejala pernapasan: pada anak kecil, TBC tidak selalu disertai batuk, dahak, dan batuk darah seperti penderita dewasa. Pada anak yang lebih besar gejala TBC dapat seperti orang dewasa yaitu terdapat batuk dengan dahak dan bisa juga batuk darah.
  6. Kadang ada gejala saluran pencernaan yang aneh: diare terus-menerus yang tidak sembuh dengan pengobatan diare, benjolan di perut, atau perut membesar terisi cairan.
  7. Kalau ditanyakan dengan teliti, sering ada kontak erat atau serumah dengan penderita TB yang pemeriksaan dahaknya positif.
Diagnosis TBC pada anak harus dengan test Mantoux. Dilakukan penyuntikan ke dalam kulit di lengan bawah, lalu dilihat keadaannya dalam 2-3 hari. Kalau Mantoux positif, terlihat benjolan berwarna kemerahan dengan garis tengah lebih dari 10 milimeter. Benjolan atau warna kemerahan tersebut sering masih terlihat sampai 1 minggu.
Kalau test Mantoux positif, baru dilakukan rontgen dan pemeriksaan darah untuk menilai apakah TBC nya aktif atau tidak. Pengobatan TBC perlu waktu lama, minimal 6 bulan. Biasanya dalam 2-3 bulan terlihat nafsu makan membaik dan anak jarang demam. Kalau berat badan tidak naik, pikirkan diagnosis yang lain.
Pertusis (batuk rejan)
Penyakit ini sering disebut batuk 100 hari karena batuk baru hilang setelah 10-12 minggu. Semua anak batuk hebat, tetapi tidak semua anak mengeluarkan bunyi “nguuuk” yang khas.
Pertusis disebabkan oleh bakteri Bordetella pertusis yang ditularkan melalui udara. Gejala awalnya mirip dengan infeksi saluran napas atas lainnya yaitu pilek dengan lendir cair dan jernih, mata merah dan berair, batuk ringan, demam ringan. Pada stadium ini, kuman paling mudah menular. Setelah 1-2 minggu, timbullah stadium kedua dimana frekuensi dan derajat batuk bertambah, disertai suara khas :nguuuk” tadi. Stadium penyembuhan terjadi 2-4 minggu kemudian, “nguuuk” hilang, muntah hilang, namun batuk bisa menetap hingga lebih dari 1 bulan.
Aliran balik lambung (refluks gastroesofagus)
Aliran balik isi lambung bisa naik kembali ke atas dan masuk ke saluran napas sehingga menimbulkan merangsang saluran cerna bagian atas yang bernama esofagus. Refluks sering sekali lolos dari diagnosis. Obatnya ya bukan obat batuk tetapi anti asam lambung atau untuk mengurangi asam lambung.
Batuk karena post nasal drip
Bila anak mengalami sinusitis, ingus sering menetes dari hidung ke belakang, ke tenggorok. Keadaan ini disebut sebagai post nasal drip. Karena itu anak menjadi batuk. Penyebabnya antara lain pilek karena alergi atau rinitis alergi dan radang rongga sinus atau sinusitis. Rinitis alergi sering dijumpai pada anak asma. Sinusitis perlu diobati hingga tuntas karena infeksi yang berlangsung lama dapat merusak permukaan sinus serta sering membutuhkan terapi bedah.
Benda asing kecil
Masuknya benda asing ke saluran napas dapat mengakibatkan penyumbatan dan berakhir fatal, khususnya bila benda tersebut berukuran besar. Namun benda asing yang kecil (misalnya kacang dan permen) bisa masuk lebih dalam ke paru-paru dan menyebabkan batuk selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Benda asing juga sering menyebabkan infeksi berulang. Karenanya, kita perlu hati-hati karena anak kecil suka sekali memasukkan segala macam benda di mulutnya. Jangan biarkan ia bermain tanpa pengawasan. Sebagai pencegahan, pilih mainan yang aman dan jangan berikan makanan berukuran kecil yang bisa membuatnya tersedak.
Batuk kronik berulang
Pengertian kronik dan berulang disini yaitu batuk yang berlangsung lebih dari 14 hari dan/atau tiga episode atau lebih dalam waktu tiga bulan berturut-turut.
Sebagian besar batuk kronik berulang pada anak disebabkan asma. Batuk pada asma cenderung lebih berat pada malam hari dan mengganggu tidur. Bila asma tidak disertai mengi, melainkan hanya batuk kronik berulang saja, diagnosis sering terlambat.

Kapan ke dokter?

Anda perlu berkonsultasi ke dokter jika batuk disertai gejala-gejala berikut:

  1. Batuk disertai lendir atau dahak berwarna hijau, kecoklatan, kuning, bercampur darah, atau berbau tidak sedap.
  2. Nyeri dada.
  3. Sesak napas, atau napas lebih cepat dari biasanya.
  4. Terdengar bunyi ngik-ngik atau mengi (wheezing) saat anak menghembuskan napas.
  5. Terlihat warna kebiruan di bibir, wajah, lidah.
  6. Demam tinggi (khususnya pada bayi atau tanpa disertai pilek).
  7. Bayi < 3 bulan yang batuk-batuk lebih dari beberapa jam.
  8. Batuk pada malam hari.
  9. Terdengar suara khas (whoop) saat anak berusaha menarik napas setelah batuk-batuk hebat.
  10. Terdengar stridor (ngorok) saat anak menarik napas.
  11. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.


10.20.2010

Selamat Harlah, Anakku..

Hari sudah begitu larut malam, mata sudah mengantuk, baterai sudah mulai ngedrop...
Tapi aku tak kuasa menahan hasrat untuk menulis, setelah melewati detik-detik 20.10-2010.
Aku menulis berdasarkan mood, itu yg pernah calon suamiku katakan, dulu..
Begitulah aku,
Mempunyai anak adalah suatu titipan Allah, selain suatu anugrah terindah tentunya. Kami telah dikaruniai dua anak, sepasang pula. Dan tentu saja itu adalah anugrah yang luar biasa indahnya..
Saat ini mereka masih kecil-kecil. Perjalanan mereka masih sangat panjang. Dua orang ini yang menjadi tanggung jawab kami, semasa di duni dan diakhirat kelak, seperti apa jadinya mereka, kamilah yang membentuknya.. Kami orang tua yang bertanggung jawab atas akhlaknya..
Aku ibu rumah tangga, aku tidak bekerja, aku bukan PNS. Bukan menutupi untuk bekerja di luar rumah, tapi saat ini aku bangga menjalani profesi ini. Bukan sekedar bangga, tapi juga lebih dari bahagia, karena tiap hela nafas mereka, aku ada sangat dekat. Tiap langkah mereka, aku bisa mengawasi, tiap kata-kata yagn telontar dari mulut mereka akubisa dengar dengan jelas...
Aku ingin katakan, seperti rasanya ingin menangis ketika aku menulis ini, karena aku menyadari bahwa sesungguhnya bukan uang, bukan gelimangan harta, bukan mainan segerobak, bukan pakaian selemari, bukan materi yang pantas kami berikan kepada mereka.. Tapi ilmu!! Ilmu untuk bekal mereka kelak, ilmu bagaimana mereka berprilaku, ilmu bagaimana mereka mengenal Islam dan bukan hanya mengenal tapi menyayangi Islam, menjadikan setiap tatapan, perkataan, perbuatan mereka sesuai kaidah Islam..
Aku mencintai anak-anakku, mencintai suami sebagai Imamku..
Mudah-mudahan aku bisa menjadi istri dan ibu yang lebih baik,-
dari hari ini..
Amin Ya Robbal Alamin...

Ditulis di hari lahir anak pertamaku, gadis kecil kami.. Dymsi Qu Radtu Ayuni..
Semoga selalu menjadi penyejuk mata, sesuai dengan nama yang kami berikan...

20.10-2010

2.04.2010

Bunda = Kak Ros?


Kejadian tadi pagi

Bunda: "Buka bajunya, Dym. Yuk mandi, udah Bunda siapkan air hangatnya.."
Dymsi: "Iya, Bun."

Sesaat kemudian Dymsi telah selesai shampoan, sabunan dan gosok gigi.

Bunda: "Dah ya Dym, Bunda mau masak lagi. Dymsi main-mainlah berendam di dalam bak mandi adek. Kalau udah siap, di situ handuknya, ya. Paham??"
Dymsi: Paham..., Kak Ros...
Bunda: $&*??!!??!!?@?


(Akibat terlalu sering nonton Upin & Ipin, Bunda = Kak Ros??)

1.11.2010

Dymsi Jadul


Foto Jadul
Teringat waktu Dymsi masih kecil. Fokus kami hanya padanya. Sekarang tak lagi, ibarat cinta sudah terbagi. Semestinya bukan 100% dibagi 3. Tetapi cintaku yang harus ada 300%, sehingga Hubby, Dymsi dan Ahmad masing-masing mendapatkan bagian yang utuh, yaitu 100%.
Sekarang Dymsi makin sering 'menarik perhatian' kami. Aku akui kadang aku tidak bisa menyimpan rasa kesal kalau tingkah lakunya tidak mampu aku ikuti lagi.Semestinya tentu saja aku harus lebih sabar. Karena Dymsi tidak bersalah. Dia masih begitu kanak-kanak, dengan segala kepolosan, keluguan yang menuntut perhatian lebih, walaupun dia sudah tidak sendiri lagi.
Bukankah dulu dia adalah segalanya, dan tidak adil jika sekarang dia menjadi no. 2.
Semoga Bunda bisa lebih memperhatikan Dymsi. Dymsi dan Ahmad sama saja, sama-sama anak kami yang membutuhkan kasih sayangkedua orang tuanya.

10.27.2009

B'day Dymsi ke-3


Tidak terasa, akhirnya ananda kami Dymsi sudah berusia tiga tahun pada 20 Oktober 2009 lalu, masa emas dimana 80% otaknya bekembang pesat. Sesuai, jika menjelang angka 3 tersebut dia menjadi anak yang penuh dengan tanya dalam aktifitasnya, dan jawaban atas pertanyaannya adalah pengetahuan berharga yang akan direcord dalam memorinya.
Aku akui aku masih belum bisa memberikan pengetahuan yang 'sempurna'. Karena kadang kala aku merasa letih setelah bekerja seharian. Semoga kedepannya aku bisa menjadi orang tua yang lebih baik.
Tidak banyak yang dapat kami berikan, sebuah 'pesta keluarga' yang sangat sederhana, diiringi doa semoga gadis kecil kami panjang umur, dengan harapan besar semoga kelak menjadi seorang yang sholehah, amanah, berbakti kepada orang tua. Amin.
Happy B'day, Dymsi. We love U, daughter.

10.19.2009

H-1 B'day Dymsi

Besok Dymsi ulang tahun ke-3.
Apakah aku bisa memberikan tongkat bintang berlampu seperti requestnya kemarin??

10.16.2009

Bersama Nekla, bersama Nekda

Awalnya Dymsi dan Ahmad di rumah Nekla, tapi karena Nekda datang ke Pku aku putuskan mereka bersama Nekda, mengingat Nekla sibuk mengurus sepupu mereka, Hanif.
Anak-anak fine, cuma Ahmad yang sulit mikbo, maunya mikcen. Dihari terakhir, mikbonya sukses, dan Nekla bahagia. Ups, bagi aku sama saja, mikbo boleh, mikcen juga boleh.
Tetapi 2 hari bersama Nekda Dymsi minta pindah ke rumah Nekla. Kami bisa maklum, karena karakter kedua neneknya berbeda. Bagi nekda - mommyku- Dymsi adalah cucu yang kesekian. Karakternya kadang keras, dan sudah ikut membesarkan 3 cucu di Dabo. Temperamental orang Dabo kan cukup tinggi, yah.. termasuklah aku. Hanya saja secara tidak langsung aku sudah merasa diberi contoh oleh Hubby, jadi sudah 25% berkurang. Hahaha..
Sementara bagi Nekla, Dymsi adalah cucu pertama dan satu-satunya cucu perempuan. Nekda sangat memanjakannya, tidak pernah dimarah. Tentu saja hasil akhir sementara ini rumah Nekla menjadi pilihan pertama Dymsi. Dan ujung-ujungnya, setiap pagi kami ke Jl. Riau mengantarkan Ahmad, dan ke Labuh Baru mengantarkan Dymsi. Capek sih, pergi pagi pulang malam.
Demi pekerjaan, demi uang, walau harus mengorbankan anak-anak, tapi kebahagiaan mereka tetap perlu diperhatikan..
Dimanapun mereka merasa bahagia, senang, nyaman... Whateverlah..

8.27.2009

ASI + Mikbo

Hari ke-6 puasa.
Aku masih belum puasa, dan rencana puasa setelah masa nifas masih dipertimbangkan, mengingat putra kecil kami, Ahmad Razeen Al-Ardsy masih butuh ASI. Beberapa kali sudah diajarin Mikbo = Mimik Botol, yang susah untuk dia terima, karena memang lebih mantap ASI. Terpaksa aku lakukan, mengingat habis lebaran ini sudah mesti mulai kerja kembali. Kalau boleh memilih, tentu saja aku ingin menjadi IRT sejati... Forgive Mommy, dear. Bukannya Bunda tidak mau memberikan Ahmad ASI ekslusif...

Hanif & Ahmad

Sampai saat ini Ahmad lebih anteng dari Dymsi kecil, tapi tentu saja kalah anteng dengan Hanif, sepupunya yang lahir 15 Agustus lalu. Hanif adalah anak Melly & Juno. Melly adalah adik Hubby, yang sekarang sudah mulai main FB. Kalau ke rumah Nenek Labor, tangisan bayi yg terdengar adalah ya tangisan Ahmad.

Dymsi keseringan narsis

Sekarang Ahmad sudah bisa berkomunikasi dengan bahasanya. Aku semakin menyayanginya. Tentu juga Dymsi adalah 'sayang'ku juga. Aku ingin menikmati masa-masa membesarkan anakku, karena masa-masa bayi seperti ini banyak tantangannya. Hal-hal yang merepotkan, tidak akan membuat kita merasa terbebani, jika kita menjalaninya dengan ikhlas. Aku ingin belajar ikhlas, dalam segala hal.

Mirip, gak?

5.19.2009

2 Doa Dymsi


Hari ini Dymsi masih menangis dan mengamuk ketika diantar ke rumah Nenek. Aku saja yang lebih merasa 'kuat' dari kemarin, karena aku tahu dia akan baik-baik saja, seperti kemarin sore aku jemput. Dymsi ceria seharian, kata Neneknya.
Ada yang belum aku bilang kepada Hubby, selepas sholat magrib kemarin Dymsi berdoa:
"Ya Allah, semoga Bunda cepat sembuh" (karena aku saat ini sedang batuk dan pilek)
Doa yang kedua adalah:
"Ya Allah, semoga Ayah gak pulang lama"

Semoga Hubby bisa gak pulang malam-malam lagi, terlebih menjelang kelahiran.....

5.18.2009

Dymsi...

Pagi ini adalah awal yang cukup berat bagi aku untuk berangkat kerja, karena Dymsi dengan 'paksa' ditinggal di rumah Neneknya, dan sungguh bukan keinginan kami berdua, jika tidak karena terpaksa. Sebelum berangkat dari rumah, dia sempat bertanya: "Di kantor Bunda masih ada nyamuknya, gak? Dikantor Bunda ada kursinya, gak? Nanti Aci mau duduk di kursi."
Aku hanya bisa mengiyakan pahit, karena hari ini dia tidak boleh ke kantor lagi.
Tiga hari berturut-turut pada pekan lalu Dymsi aku bawa kerja. Sebenarnya dia sama sekali tidak mengganggu, malah lebih terlihat mandiri. Sarapan dan makan siangnya lebih banyak suap sendiri dari pada disuapin. Ketika aku bekerja - mengetik dia juga bisa diajak kompromi. Namun aku harus ikut menemaninya tidur siang di lantai 2, karena khawatir dia jatuh. Kami tidur di kursi, bukan di kasur dan tanpa bantal.
Pecahlah tangisnya tadi pagi, bukan menangis lagi, mengamuk, meronta dan muntah. Terpaksa aku tinggalkan dia dalam keadaan seperti itu. BUkan karena tega, tapi sekali lagi karena keadaan.

Bercerita tentang Dymsi aku teringat kejadian Jumat pekan lalu, ketika kami ke perpustakaan Soeman HS. Pustaka ini sudah beberapa kali didatangi Dymsi, karena itu jika melewati gedung ini, dia pasti hapal, ini adalah pustaka. Hari itu kami sengaja ke sana berdua - dan aku tidak masuk kerja - karena mau mengembalikan buku. 
Dymsi tidak pakai pampers kalau siang, kami sering 'menguyuh'kannya. Proses pembelajaran, walau belum 100% berhasil. 
Ketika sampai, aku sengaja langsung membawanya ke Lt. 2, maksud hati di'uyuh'kan di sana saja, dari pada belok ke Mushola, sementara Jumat siang adalah waktu yang singkat untuk berkunjung. Setelah dicek, rupanya WC dikunci, demikian juga yang di Lt.3. Aku sempat menanyakan ke bebrapa petugas, ada yang menjawab tidak tahu, ada yang menjawab 'iya'. Hanya 'iya' saja, bahkan satu petugas perempuan yang masih meuda menyarankan aku turun ke Musholla saja. Padahal yang mau pipis bukan aku, tapi Dymsi. Aneh, kenapa WC harus dikunci pada saat jam berkunjung? Bukankah itu adalah fasilitas yang biasa? 
Akhirnya Dymsi tidak tahan, di salah satu bagian ruangan - ketika aku sedang mencari-cari buku - dia pipis. Huh, beginilah kalau WC dikunci. Kami turun meninggalkan air pipisnya yang masih tergenang. Dalam hati aku bergumam, salah sendiri, mengapa pustaka sebagus ini dari lt. 2 sampai lt. 3 ada WC tapi dikunci. Semoga lain waktu pintu WCnya dibuka, kan labih bermanfaat dipakai daripada dikunci?

5.07.2009

Dymsi di Rumah Nenek Labor?

Akhirnya Dymsi di rumah Nenek Labor hari ini, setelah kemarin pagi ngambek habis, menangis sejadi-jadinya karena tidak mau ditinggalkan di rumah Bude Yus. Kasihan juga melihat dia, akhirnya aku menyadari mungkin dia belum terbiasa dengan orang-orang seisi rumah Bude, apalagi kondisinya dia sendiri, harus pandai-pandai membawa diri.
Indisen menangisnya Dymsi kemarin hampir juga membuat aku meneteskan air mata. Sebagai seorang Ibu aku mulai lagi dituntut untuk mencari jalan, bagaimana supaya anak kami merasa nyaman, apakah aku harus berhenti bekerja lagi?
Kalau keadaan memungkinkan tentu saja aku mau, aku rela, demi anak kami. Tapi untuk saat sekarang, aku belum punya pilihan, dan mau tidak mau aku harus mengikuti jalan yang ini dulu.
Semoga Dymsi baik-baik saja, semoga Dymsi merasa bahagia di rumah Neneknya, semoga Nenek juga tidak direpotkan...

Dymsi Menangis di Rumah Bude Yus

5 Mei 2009
Seharusnya Bulan Mei ini adalah bulan yang paling aku tunggu-tunggu dalam setiap tahun. Karena pada bulan ini, momen umurku bertambah. Cuma sepertinya tidak pada tahun ini, karena sejak tanggal 1 kemarin kami tidak merasa tanggal muda. Hu..., sedihnya.
sejak bulan ini juga Dymsi dititipkan di rumah Bude Yus. 2 hari lalu aman, tapi pagi ini dia menangis sedih. Mungkin mulai terasa, bahwa dia akan tinggal bukan dengan Wati yang biasa bersamanya. Bahkan Dymsi yang biasa ke kamar mandi ketika akan pipis, beberapa hari ini malah 'nguyuh' di lantai di rumah Budenya.
Kemarin malam aku melihat kalender, bulan Mei. Ternyata tanggal 9 ini libur nasional, alias tanggal merah. Cukup menghibur, paling tidak Dymsi juga jadi libur. Belum ada rencana kemana-mana, yang terbayang sekarang adalah istirahat di rumah, atau ngenet di labkom? ;) Usul yang bagus untuk ngenet gratis...

4.23.2009

Aci Bwu Pintar Mengeja

Hampir 2 minggu ini Dymsi (or Aci Bwu)mengantar aku berangkat kerja dengan senyuman, dan lambaian tangan. Bahagianya, karena beberapa hari sebelumnya sempat menangis, sedih, padahal sudah aku ajak mutar keliling perumahan seperti biasa. Kebaikannya yang sekarang adalah lebih sering mandi pagi bareng aku. Bagi aku tentu sangat menyenangkan, karena selain merasa 'dekat' dengan anakku, juga meringankan tugas Wati. Btw, akhir bulan ini Wati akan resign, dan mulai bulan depan Dymsi bukan saja akan mandi bareng denganku, tapi juga berangkat bersama-sama ke rumah Bude Yus, yang jagain si Kembar. Sebanarnya ada rasa cemas juga, karena Dymsi akan punya waktu lebih untuk bergaul, bermain dengan anak-anak san lingkungan yang lain, bukan lingkungan ayah bundanya. Ada rasa kekhawatiran kalau Dymsi mendapat 'pelajaran' baru yang tidak baik menurut kacamata kami. Mudah-mudahan saja, Dymsi kami bisa lebih cerdas, belajar menyikapi mana yang baik dan mana yang tidak.
Menulis tentang Dymsi Qu Radtu Ayuni, Alhamdulillah sudah bisa mengeja beberapa huruf, meski beberapa diantaranya dieja dalam bahasa inggris. Hal itu disebabkan pelajaran yang didapatnya dari lagu-lagu hasil download ayahnya dalam bahasa inggris juga. Sedikit perlu penyesuaian kalau dia nanti sudah mulai sekolah.
Betapa bahagianya punya anak ya, friends........

1.31.2009

Cerita Campur-campur



Di Labkom....
Sudah semingguan ini aku kembali bekerja di Jl. Riau. Project jualan masih kabur, mungkin karena perumahan kami masih sepi, ya?
Bekerja di tempat baru tentu perlu penyesuaian, apalagi ini bukan perusahaan tempat bekerjaku yang lama, dan bidangnya juga berbeda pula..
Numpang ngenet di Labkom Hubby, sudah lama tidak menulis. Apalagi listrik di rumah sekarang tidak bisa 'main-main' lagi. Kalau mau ngenet, konsekuensinya ya harus diatas jam 12 malam sampai jam 5 pagi. Diluar jam itu, hati-hati, bisa-bisa yang punya listrik marah. Arus PLN sepertinya tidak bisa diharapkan cepat, karena ada masalah dari pihak developer. Begitulah, masalah listrik di perumahan kan, biasanya memang itu...


Dymsi sekarang masih sama wati yang balik lagi setelah sempat resign dari rumah. Hari pertama bekerja Dymsi mengantarku dengan menangis hebat, tapi hari kedua dan seterusnya sudah lebih 'anteng', walau sebenarnya hatiku yang menangis dan mataku yang berkaca-kaca. Bagaimana tidak, setelah 'temenan' beberapa lama, setiap hari kami bersama, kini kami kehilangan sebagian waktu terbesar dalam hari-harinya.


Aku tahu aku cengeng, seorang Bunda yang cengeng sekali. Aku tahu wanita karir lain juga mungkin merasakan hal yang sama seperti aku, hanya saja barangkali mereka lebih kuat dan tegar. Sementara aku, hampir tidak mampu menahan basahnya mata yang setiap pagi melihat lambaian tangan anakku sampai jauh. Ah, Dymsi.. Aku sangat menyayanginya, teramat sangat..


Oya aku mau cerita sedikit, friends.. Tahu, kan azan magrib di Trans TV? Di sana ditampilkan beberapa masjid di Indonesia. Yang aku salut dari Dymsi, dia tekun bertanya apa nama masjidnya, dan terletak dimana. Sekarang, hampir setiap hari ketika azan magrib untukl Jakarta berkumandang, kami segera mengalihkannya ke Trans TV, dan hampir semua nama Masjid dan lokasinya diterangkan oleh Dymsi, seperti ini: "Aa.., itu masjid Baiturrahman di Aceh, kan 'Nda?"
Alhamdulillah, anak kami yang berumur 2 tahun 3 bulan itu semakin pintar. Makan makanan apapun di atas sepeda motor, tidak akan mau membuang sampahnya begitu saja, seringnya diberikannya kepadaku, walaupun itu hanya kulit ari buah salak!
Oya, seklian ada waktu posting, ini aku mau kerjain PR dari Ante Yati.
Sudah lama sekali.., tapi gpp kan, Nte??
1. Mengapa blog kamu bernama. . . . .?
"It's All About Me"
Karena blog ini adalah blog yang berisikan tulisan mengenai aku-segala sesuatu hal yang berkenaan dengan hidupku, perasaanku. Blog ini seperti buku harianku, walau karena keterbatasan waktu, blog ini sekarang kurang update :)

2. Mengapa blog kamu pakai template ini?
Sempat terjadi beberapa kali perubahan template, sementara ini yang menurut aku simpel dan lumayan enak dilihat. Aku suka template yang ada bunganya, seperti setangkai mawar putih di blog ini. Indah, walau cuma sekuntum. Bunga seperti wanita, indah... dan keindahan itu seharusnya dijaga dengan baik.
3. Kejadian apa yang tak terlupakan dalam hidupmu?
Kejadian yang membuat aku menjadi seorang muslimah, kejadian yang sebelumnya terasa menyedihkan, tapi belakangan aku merasa itu adalah berkah dan hidayah-Nya. Kejadian yang membuat aku merasa walau aku bukan seorang yang istimewa, tapi aku adalah perempuan berwajah asli chinese, tapi muslim dan InsyaAllah akan selalu mengenakan identitas wanita muslimah - jilbab...
4. Kirim PR ini ke 10 sahabat blogger!

Nah, ini yang aku belum bisa kirimkan, kasihan yang nanti kebagian PR.