Catatan hati...

 photo catatanhati2_zpscf021a88.jpg

10.28.2010

Ibu Itu Pembohong

*Jika yang lain share di FB, mohon maaf Mas Vicky Robiyanto Dua , saya minta ijin share lewat blog saya...

Bismillahir-Rahmanir-Rahim:
 Sukar untuk orang lain percaya,tapi itulah yang terjadi, ibu saya memang seorang pembohong!! Sepanjang ingatan saya sekurang-kurangnya 8 kali ibu membohongi saya. Saya perlu catatkan segala pembohongan itu untuk dijadikan renungan anda sekalian.

PEMBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Cerita ini bermula ketika saya masih kecil. Saya lahir sebagai seorang anak lelaki dalam sebuah keluarga sederhana. Makan minum serba kekurangan. Kami sering kelaparan. Adakalanya, selama beberapa hari kami terpaksa makan ikan asin satu keluarga. Sebagai anak yang masih kecil, saya sering merengut. Saya menangis, ingin nasi dan lauk yang banyak. Tapi ibu pintar berbohong. Ketika makan, ibu sering membagikan nasinya untuk saya. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk saya, ibu berkata : ""Makanlah nak ibu tak lapar."

PEMBOHONGAN IBU YANG KEDUA
.Ketika saya mulai besar, ibu yang gigih sering meluangkan watu senggangnya untuk pergi memancing di sungai sebelah rumah. Ibu berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat memberikan sedikit makanan untuk membesarkan kami. Pulang dari memancing, ibu memasak ikan segar yang mengundang selera. Sewaktu saya memakan ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang bekas sisa ikan yang saya makan tadi. Saya sedih melihat ibu seperti itu. Hati saya tersentuh lalu memberikan ikan yg belum saya makan kepada ibu. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya. Ibu berkata : "Makanlah nak, ibu tak suka makan ikan."

PEMBOHONGAN IBU YANG KETIGA.
Di awal remaja, saya masuk sekolah menengah. Ibu biasa membuat kue untuk dijual sebagai tambahan uang saku saya dan abang. Suatu saat, pada dinihari lebih kurang pukul 1.30 pagi saya terjaga dari tidur. Saya melihat ibu membuat kue dengan ditemani lilin di hadapannya. Beberapa kali saya melihat kepala ibu terangguk karena ngantuk. Saya berkata : "Ibu, tidurlah, esok pagi ibu kan pergi ke kebun pula." Ibu tersenyum dan berkata : "Cepatlah tidur nak, ibu belum ngantuk."

PEMBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.
Di akhir masa ujian sekolah saya, ibu tidak pergi berjualan kue seperti biasa supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk turut menyemangati. Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mulai menyinari, ibuterus sabar menunggu saya di luar. Ibu seringkali saja tersenyum dan mulutnya komat-kamit berdoa kepada Illahi agar saya lulus ujian dengan cemerlang. Ketika lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, ibu dengan segera menyambut saya dan menuangkan kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya. Kopi yang kental itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh lebih kental. Melihat tubuh ibu yang dibasahi peluh, saya segera memberikan cawan saya itu kepada ibu dan menyuruhnya minum. Tapi ibu cepat-cepat menolaknya dan berkata : "Minumlah nak, ibu tak haus!!"

PEMBOHONGAN IBU YANG KELIMA.
Setelah ayah meninggal karena sakit, selepas saya baru beberapa bulan dilahirkan, ibulah yang mengambil tugas sebagai ayah kepada kami sekeluarga. Ibu bekerja memetik cengkeh di kebun, membuat sapu lidi dan menjual kue-kue agar kami tidak kelaparan. Tapi apalah daya seorang ibu. Kehidupan keluarga kami semakin susah dan susah. Melihat keadaan keluarga yang semakin parah, seorang tetangga yang baik hati dan tinggal bersebelahan dengan kami, datang untuk membantu ibu. Anehnya, ibu menolak bantuan itu. Para tetangga sering kali menasihati ibu supaya menikah lagi agar ada seorang lelaki yang menjaga dan mencarikan nafkah untuk kami sekeluarga. Tetapi ibu yang keras hatinya tidak mengindahkan nasihat mereka. Ibu berkata : "Saya tidak perlu cinta dan saya tidak perlu laki-laki."

PEMBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah kakak-kakak saya tamat sekolah dan mulai bekerja, ibu pun sudah tua. Kakak-kakak saya menyuruh ibu supaya istirahat saja di rumah. Tidak lagi bersusah payah untuk mencari uang. Tetapi ibu tidak mau. Ibu rela pergi ke pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakak dan abang yang bekerja jauh di kota besar sering mengirimkan uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, pun begitu ibu tetap berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malah ibu mengirim balik uang itu, dan ibu berkata : "Jangan susah-susah, ibu ada uang."

PEMBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.
Setelah lulus kuliah, saya melanjutkan lagi untuk mengejar gelar sarjana di luar Negeri. Kebutuhan saya di sana dibiayai sepenuhnya oleh sebuah perusahaan besar. Gelar sarjana itu saya sudahi dengan cemerlang, kemudian saya pun bekerja dengan perusahaan yang telah membiayai sekolah saya di luar negeri. Dengan gaji yang agak lumayan, saya berniat membawa ibu untuk menikmati penghujung hidupnya bersama saya di luar negara. Menurut hemat saya, ibu sudah puas bersusah payah untuk kami. Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, pantaslah kalau hari-hari tuanya ibu habiskan dengan keceriaan dan keindahan pula. Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya. Ibu tidak mau menyusahkan anaknya ini dengan berkata ; "Tak usahlah nak, ibu tak bisa tinggal di negara orang."

PEMBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN
Beberapa tahun berlalu, ibu semakin tua. Suatu malam saya menerima berita ibu diserang penyakit kanker di leher, yang akarnya telah menjalar kemana-mana. Ibu mesti dioperasi secepat mungkin. Saya yang ketika itu berada jauh diseberang samudera segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Saya melihat ibu terbaring lemah di rumah sakit, setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap wajah saya dengan penuh kerinduan. Ibu menghadiahkan saya sebuah senyuman biarpun agak kaku karena terpaksa menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya. Saya dapat melihat dengan jelas betapa kejamnya penyakit itu telah menggerogoti tubuh ibu, sehingga ibu menjadi terlalu lemah dan kurus. Saya menatap wajah ibu sambil berlinangan air mata. Saya cium tangan ibu kemudian saya kecup pula pipi dan dahinya. Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakit sekali melihat ibu dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu tetap tersenyum dan berkata : "Jangan menangis nak, ibu tak sakit."

 Setelah mengucapkan pembohongan yang kedelapan itu, ibunda tercinta menutup matanya untuk terakhir kali.

Anda beruntung karena masih mempunyai ibu dan ayah. Anda boleh memeluk dan menciumnya. Kalau ibu anda jauh dari mata, anda boleh menelponnya sekarang, dan berkata, 'Ibu,saya sayang ibu.' Tapi tidak saya, hinggakini saya diburu rasa bersalah yang amat sangat karena biarpun saya mengasihi ibu lebih dari segala-galanya, tapi tidak pernah sekalipun saya membisikkan kata-kata itu ke telinga ibu, sampailah saat ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.

 Ibu, maafkan saya. Saya sayang ibu.....

10.27.2010

Peringatan Allah melalui Bencana

Bencana Meletusnya Merapi dan Tsunami di Mentawai adalah peringatan, bahwa Allah memiliki kekuasaan penuh atas alam ini..
Ratusan nyawa bisa diambil-Nya hanya dalam sekejap mata..
Kupandangi sudut kamarku tadi, kubayangkan berapa meter tinggi rumah kami. Dan entah bagaimana rasnya bila dihentam air laut setinggi tujuh meter??
Ah, pasti tidak ingin membayangkannya, mereka pun, para korban demikian..
Hanya berbuat baik sajalah yang bisa kita lakukan disisa umur. Setiap kali musibah, itu adalah cermin besar bagi kita, bahwa kita bukanlah apa-apa, dibandingkan dengna alam semesta. Lambat laun kita juga akan menghadap-Nya, tentunya kita berharap mati dl keadaan khusnul khatimah..
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, mengampuni dosa bangsa ini, dan menjauhkan kita dari bencana. Amin...

10.25.2010

New Templates..

Yuhuuuu..,
Akhirnya kesampaian juga mengganti templates blogku..
Ganti suasana aja, biar tambah semangat menulis, apalagi sekarang sudah bisa menulis di kamar.., ditambah suara jangkrik dan bebas gangguan para krucils, karena ini saatnya mereka melukis mimpi indah di atas kasur..
Buah hati kami

Sudah nonton Indonesia Mencari Bakat (IMB) tadi? Atau nonton Indonesia Got Tallent (IGT)?
Di IMB Klantink the winner, dapat 200 jt, 1 unit mobil Suzuki splash merah dan throphy.., kalau gak salah..
Acara televisi Indonesia yg sedang populer saat ini, sama seperti jamannya apa tuh, *mikir dulu, o iya AFI..

Dua puluh lima Oktober sudah.., sepuluh hari lebih sudah Nekla berada di tanah suci.. Semoga beliau sehat walafiat, bisa menjalankan ibadah dengan khusyu', dan yang pasti lebaran haji tahun ini bakal berbeda, karena biasanya kami ngumpul di rumah Ibu, dan tahun ini kalaupun kami berkumpul,-tentu saja tanpa Ibu di sini..
Miss U, Mom...

Sudah mulai mengantuk, ingin merebahkan diri di samping suami yang sudah terlelap sejak tadi..
Semoga besok-besok, blog ini akan ramai kembali..
Karena aku pernah hobby menulis diary..

10.20.2010

Selamat Harlah, Anakku..

Hari sudah begitu larut malam, mata sudah mengantuk, baterai sudah mulai ngedrop...
Tapi aku tak kuasa menahan hasrat untuk menulis, setelah melewati detik-detik 20.10-2010.
Aku menulis berdasarkan mood, itu yg pernah calon suamiku katakan, dulu..
Begitulah aku,
Mempunyai anak adalah suatu titipan Allah, selain suatu anugrah terindah tentunya. Kami telah dikaruniai dua anak, sepasang pula. Dan tentu saja itu adalah anugrah yang luar biasa indahnya..
Saat ini mereka masih kecil-kecil. Perjalanan mereka masih sangat panjang. Dua orang ini yang menjadi tanggung jawab kami, semasa di duni dan diakhirat kelak, seperti apa jadinya mereka, kamilah yang membentuknya.. Kami orang tua yang bertanggung jawab atas akhlaknya..
Aku ibu rumah tangga, aku tidak bekerja, aku bukan PNS. Bukan menutupi untuk bekerja di luar rumah, tapi saat ini aku bangga menjalani profesi ini. Bukan sekedar bangga, tapi juga lebih dari bahagia, karena tiap hela nafas mereka, aku ada sangat dekat. Tiap langkah mereka, aku bisa mengawasi, tiap kata-kata yagn telontar dari mulut mereka akubisa dengar dengan jelas...
Aku ingin katakan, seperti rasanya ingin menangis ketika aku menulis ini, karena aku menyadari bahwa sesungguhnya bukan uang, bukan gelimangan harta, bukan mainan segerobak, bukan pakaian selemari, bukan materi yang pantas kami berikan kepada mereka.. Tapi ilmu!! Ilmu untuk bekal mereka kelak, ilmu bagaimana mereka berprilaku, ilmu bagaimana mereka mengenal Islam dan bukan hanya mengenal tapi menyayangi Islam, menjadikan setiap tatapan, perkataan, perbuatan mereka sesuai kaidah Islam..
Aku mencintai anak-anakku, mencintai suami sebagai Imamku..
Mudah-mudahan aku bisa menjadi istri dan ibu yang lebih baik,-
dari hari ini..
Amin Ya Robbal Alamin...

Ditulis di hari lahir anak pertamaku, gadis kecil kami.. Dymsi Qu Radtu Ayuni..
Semoga selalu menjadi penyejuk mata, sesuai dengan nama yang kami berikan...

20.10-2010

10.18.2010

Venus VT80 bisa kok connect di Windows 7

Gak ada niat nulis sebetulnya..'
Mata juga sudah tidak bisa diajak kompromi, terlebih tiba-tiba monitorku ngadat.. Mana layarnya kabur lagi kalau kelamaan.. Duh, bisa berabe bisnisku malam ini..
Gak tidur siang, les session 2 baru mulai jam 7 tadi..ngejar ini-itu untuk nongkrong di depan kompi... eh, malah gagal..
Isenglah, coba install venus vt80 kesayanganku yg sudah mesti di'papah' ini di laptopnya misua yg lebih sering pk Ubuntu, aku arahkan ke windowa 7. Sesungguhnya aku juga sudah browsing beberapa keluhan venus sejenis ga bisa konek di sini, tapi Alhamdulillah, aku berhasiiillll..
Serasa ingin menyanyikan lagu dora the explorer, lho..., beneerrr..
Jadi caranya cuma install biasa aja, dan ternyata ini modem handal juga... ck ck ck..
Aku tulis ini hanya berbagi, mana tau ada juga yg browsing, mengadukan hal yg sama kepada Paman Google.., dan jawabnya aku pastikan BISA!!!

10.05.2010

Miss My Blog

Kangggeeeennn..
Dengan ketikan keyboard yang mengalir nyaris sempurna..
Dengan Diary Online yang sempat menjadi teman setia bertahun-tahun..

Begitu banyak peristiwa yang terlewati untuk ditulis, dan hampir tanpa update-an.. Momen-momen penting yang dulu selalu bisa aku deteksi dari blogku ini..
Entah memang sibuk, sok sibuk, atau kah aku kembali kecanduan Facebook, sehingga melupakanmu, wahai blogku...

Kini aku ingin kembali merangkai kata, karena dengan rangkaian kata ini aku bisa merasa hidupku lebih nikmat, walau kata-kata itu tak sehebat yang ditelurkan oleh seorang penulis handal..

Just wanna says..
Miss U my blog.., and I hope iwill be come back soon..

8.23.2010

Rumahku

Rumahnya tipe berapa?
45?
wah, masih ada tanah sisa ya?
Berapa luasnya?
130?
Cukup besar tuh!
Kamarnya berapa?
Sebenarnya dua, tapi kami rombak jadi satu dengan kamar mandi di dalam.
Oh..
Kapan rencana besarin rumahnya?
Kalau nanti ada rejeki..

Melirik-lirik sekeliling rumah
Yang tidak ada kursi
Tidak ada karpet
Hanya satu meja oshin bulat
Satu meja oshin bundar tempat CPU
Sebuah mesin cuci LG satu tabung jelas kelihatan
Satu unit kulkas hijau LG (juga)
Satu unit TV 21" (lagi-lagi LG)
Satu unit dispenser

Itulah gambaran jika anda bertamu ke rumahku..

Rumah istana mungil yang di dalamnya bertabur bunga-bunga kebahagian
Selama aku resign, rumah kami menjadi lebih 'berisi'
Tidak sepi lagi..

Selama aku resign, Alhamdulillah kehidupan kami masih cukup
Tidak seperti yang aku bayangkan sebelumnya
Karena rejeki Allah itu tak berpintu

Intinya kita hidup, tidak perlu berlebihan
Miliki barang yang kita rasa butuh
Yang bemanfaat
Karena itu akan membuat kita menjadi hamba yang mensyukuri

Yang paling penting
Rumah tangga hidup rukun
Keluarga sehat.., selamat...
Ibadah tetap menjadi yang utama

Terima kasih Allah..
Alhamdulillah..

7.15.2010

mengapa harus semangat

ini malam, sudah larut pula.
di dalam kamar ada setumpuk setrikaan.
tapi hati ingin berada di depan kompi ku.., kompi pentium 4 yg kami beli tahun 2006 dengan cicilan..
aku ingat harganya waktu itu 5 juta. ternyata menjadi 'modal' bisnis ku sekarang..
kan sudah tau,
aku sekarang ibu rumah tangga, yang gak nyantai..
ada ahmad, baby tersayangku..
ada aci yang mesti dijemput..
dan ada job rumah tangga yang mesti aku handle, ditambah job kecil di rumah..

semua itu aku jalani, dengan ikhlas, dan sabar pastinya. mengapa ya, karena semua itu adalah indah. indah lho, aku naik motor tahun 92 kalau gak salah yang aku dapat dari pinjaman nekla. di depan aku gendong ahmad, di belakang aku dipeluk dymsi..  bersama mereka aku sudah bisa kemana-mana, keliling pekanbaru, dan ke oriflame tentunya..
aku punya ambisi besar di oriflame, karena aku ingin anak-anakku bisa mendapatkan keinginan mereka secara wajar tanpa mesti kehilangan aku..

pasti ada yang berpikir, waduh.. ngumpulin 75 poin tiap bulan susaaahhh lah..., mau dijual kemana produknya..
atau yang paling sering adalah, udah banyak yg jadi member...
hihi.. dulu aku juga berpikir begitu
itulah batu, dan batu itu kita sendiri yang meletakkannya, kita sendiri yang menghambat diri kita untuk berpikir lebih luas..
kita susun batu -batu itu tanpa disadari..
dengan perumpamaan, 'nanti kalau sy ikut jadi member, kalau gak bisa jual gimana, kl gak ada yg beli gimana'
memang aku akui banyak yang sudah menjadi member, tapi banyak juga lho yang belum member.. atau tidak ingin menjadi member..
tinggal usaha kitalah meraihnya. perluas pergaulan, perbanyak komunikasi, tingkatkan rasa ingin tau...
banyak jalan kok menuju sukses, dan sukses itu bukan hanya duduk mengangkat kaki, tapi perlu usaha juga, tapi usaha yang pintar ya..
siapa sih yang gak mau usaha di depan komputer seperti ini untuk mendapatkan bonus yang lebih besar dari gaji seorang staff administrasi kantor..
atau siap ayan gak mau bolak balik kantor oriflame tapi duit mengalir, tanpa perlu duduk manis menunggu perintah atasan..
yuk, atur sendiri jadwal kerja kita, insyaallah kita akan merasakan nuansa berbeda...
aku, kalau boleh jujur lebih senang dengan profesiku yg sekarang..
sip, ibu rumah tangga dengan anak sepasang dengan banyak kesibukan...
jadi guys..
kalau bulan ini cuma 2rb aja untuk bergabung dan raih penghasilan tambahan yang tak terbatas, kenapa gak berani mencoba..
atau bagi yg sudah member, tapi selama ini vakum, terbentur pada masalah-masalah itu aja.., yuk kita berhenti bentengi diri kita dari kesempatan-kesempatan yang sebenarnya masih sangat lebar..
mulailah mengalihkan produk rumah tangga sperti sabun, shampoo, body cream, dll ke oriflame. semampunya aja dulu, dan ajak teman, tetangga, saudara.. juga melakukannya..
gak malu kan jual produk oriflame.., wong produk impor yang bagus kok dan untuk kategori produk impor harganya sudah kompetitif, lho...
so.., masih ada kan semangat juli.. yuk.. yuk..

7.07.2010

Kepergian Nenek (Uwo)

Catatan, tanggal 6 Juni 2010 Nenek kami tercinta, Bonto, telah menghadap Sang Khalik setelah 11 hari opname di RS, dalam usia 86 tahun.. Semoga Allah menerima segala amal ibadahnya, dan diampuni segala dosanya. Amin Ya Allah..

7.01.2010

Koreksi Diri

Aku bukan orang yang pandai menulis. Aku hanya orang yang menulis apa yg ingin kutulis. Aku suka bicara lewat tulisan, karena tulisan bisa mengekspresikan segalanya..
Kemarin aku mendapat berita duka, suami Meni, teman kantor lamaku telah menghadap-Nya secara mendadak. Serangan jantung, atau istilah kampung angin duduk, itu informasi penyebab kepergiannya. Dari cerita Meni, suaminya baru sekitar 5 menit sampai di rumah setelah pulang memotong ayam subuh kemarin, kemudian mengeluh dadanya sakit dan dalam waktu sekejap dia sudah kesulitan dan tak tertolong lagi ketika dibawa ke rumah sakit...
Umurnya masih muda, kalau aku tidak salah sekitar 32-33 tahun. Sebelumnya tidak pernah ada keluhan sakit di bagian dada. Dan terakhir aku bertemu dengannya ketika dia mengantarkan mobil rental ke rumah kami beberapa minggu yang lalu.
Kini hanya doa yang bisa kami berikan, semoga Arwahnya mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT.
Atas kejadian ini, rasanya kita ini sudah sering diingatkan Allah, bahwa nyawa ini dapat diambil-Nya setiap saat, dalam waktu yang tak pernah bisa kita hitung secara pasti. Ada yang pergi karena sakit, kecelakaan, atau apalah penyebab di mata manusia, tapi sebenarnya itu sudah ketentuan dari-Nya.
Memang sudah sepantasnyalah bagi kita yang masih diberi kesempatan hidup ini, untuk lebih ingat dengan mati, dan memperbanyak amal ibadah. Sebab jika kita sudah bertemu dengan malaikat maut kelak, tertutuplah segala pintu taubat..
*Semoga kita mampu menjadi manusia yang lebih baik, dimata Allah SWT...

6.29.2010

Start from Zero?

Saatnya kerja keras..
Mommy akan segera pulang dlm waktu yang tak berapa lama, dan aku HARUS mulai mandiri, dengan bisnis dan usaha yang akan mulai aku rintis, yang satu usaha baru dan yang satu lagi bisnis Onlineku, dBCN..
Bulan ini biaya bergabung cuma dua ribu, sangat tak cukup untuk seporsi bakso, modal untuk menjadi seorang yang memiliki kebebasan penghasilan. Tak salah jika ada niat mencoba karena biasanya dari mencoba akan ketagihan karena sudah mendapat HASILnya...

Semestinya liburan sekolah tahun ini diisi dengan kegiatan menarik buat kami, tapi apa daya karena Nek Uyang sedang opname di RSUD.. Hubby dan adik-adik dapat giliran jaga, sementara aku tidak bisa karena harus mengurus si kecil Ahmad di rumah bersama Dymsi.. Semoga Nek uyang yang sekarang berusia 86 tahun segera diberi kesembuhan oleh Allah yang Maha Kuasa.. Amin..

6.24.2010

my new job, irt

IRT,
Ibu Rumah Tangga.
itu pekerjaan aku sekarang. kalau dulu aku adalah pegawai swasta yang kerjanya seharian, ninggalin anak-anak dengan asuhan neneknya, sekarang aku adalah seorang yang bebas dan anak-anak berada di bawah penawasanku seutuhnya..
aku tidak malu dengan 'jabatan' baruku ini, karena aku punya planning yang lain, yang membuat predikat sarjanaku lebih berarti..
sebaliknya sejak senin kemarin, aku merasa seperti keluar dari penjara pekerjaan yang memuat aturan-masuk pagi pulang sore, mematuhi perintah atasan, dan peraturan kantor yang selama ini telah mengikat aku, telah membentak jarak antara aku dan buah hatiku..
kini, saatnya aku kembali, fokus pada pekerjaanku yg sebenarnya, menjalani kehidupan sebagai seorang istri yang -makin-dicintai suami, menyayangi anak-anak lebih dari sekedar ucapan. akan aku wujudkan bahwa aku adalah seorang ibu yang ada di rumah ketika anak-anakku pulang sekolah, yang akan mendampingi mereka mengejakan pe-er, yang akan ada ketika mereka butuh kasih sayang dan belaian seorang ibu..
dan byyaarrr semua mimpi burukku, yang mendapati anakku bermain bersama pengasuhnya, anak-anakku yang tidak kutahu apa yang dikerjakannya dari jam 8 pagi sampai 5 sore..., makannya, prilakunya...
kini aku adalah seorang wanita bebas, yang akan menebar pesona aura cantik kepada keluargaku,  suami dan anak-anak kami...
bersama d-cbn, aku yakin bahwa aku kelak, suatu saat nanti aku adalah ibu rumah tangga yang luar biasa..
yess, i can..