Catatan hati...

 photo catatanhati2_zpscf021a88.jpg

4.12.2010

Kantor Pos

Kantor Pos.
Sama namanya, tapi pelayanannya berbeda-beda.
Mommy pernah 'kesal' dengan yang namanya kantor pos karena pernah kehilangan barang berharga yang dia kirimkan. Kasusnya -barang kiriman sudah dibongkar telebih dahuulu sebelum sampai ke alamat.
Barusan aku ke kantor pos A. Untuk mengantar kiriman Mommy untuk cucu-cucunya di Dabo.
Oleh petugas paket gak diterima. Alasannya barang dalam kotak gak padat. Khawatir pecah, rusak..
Padahal Mommy sudah membungkus dengan sangat rapi dan 'kuat'
Aku pun melangkah, memacu gas motor ku ke kantor pos X, yang lebih besar. Tanpa ba bi bu, paket langsung di timbang. Lima puluh tiga ribu biayanya.
Puas, hanya pertanyaan biasa yang dilontarkan petugas:" Isinya apa?"
Itu tak masalah, karena memang isi harus diberitahukan.
Entahlah.. rasanya kapok aja ke kantor pos A tadi...

4.06.2010

Kantor Lurah

Pulang dari kantor lurah beberapa waktu yang lalau sudah ingin menulis, tapi... baru sekarang kesampaian. Ya, itulah sibuk buk buk...
Dulu kecanduan farm ville, sekarang malah gak disentuh sama sekali. Sorry Rizia Radona, gak bisa kasi gift lagi... Selamat bertani ria, Bu.. Aku menyerah darimu.. Hihihi..
Habis main farm ville gak menghasilkan uang sih. (Dasar ini otak duit melulu)..
Serius!! Aku gak buka game itu lagi, mending jualan barang-barang daganganku, laku dapat duit dah... (kalau Ori ditambah dapat poin, yaaa. Cateeettt...)
Back to topic..
Keperluanku ke ktr lurah untuk mengurus KTP dan KK baru, sekaligus minta pengantar dari kelurahan untuk mengurus akte kelahiran Ahmad (hm dah 8 bulan belum juga dibuatkan aktenya..)
Di sana ada pegawai yang masih muda (dan energic) dua orang. laki-laki. Tapi anehnya mereka tidak ditempatkan di bagian "pelayanan". Justru orang-orang tua (senior) yang diposisi penting itu.
Zaman sudah begini canggih, di kantor lurah PEKANBARU masih manual, ketik tik mesin tik. Yang ngurusin orang tua, -yang kerjanya tentu tidak setangkas yang muda.Mesti dialasin karbon berlembar-lembar, dan kalau salah ditipex satu persatu. Duh, ribetnya.. Kesian liat kantor lurahnya. Kemana uang pemerintah Kota apakah tidak ada anggaran komputer untuk kantor lurah??
Sudah begitu urusannya pakai duit yang kalau aku hitung dari jumlah materai tempel dan sumbangan MTQ jauh meningkat lebih dari 100%. gak transparan..
Memang begitu, paling sebel kalau urus surat menyurat ke kantor pemerintah, bikin naik tensi aja. Itu biayanya kan baru sampai di lurah, di kantor camat lain lagi...
Kapanlah pemerintahan kita ini bersih, tangkas, dan kita sebagai masyarakat juga nyaman........

3.25.2010

Semangat, Wujudkan Mimpi..

SEMANGAT...
Aku ini sales, sales berbagai macam produk.
Awalnya boneka horta, kemudian nambah baju anak-anak, mobil 2 cabin, Oriflame, sekarang malah nambah tas resleting. Hiihihi..
Ternyata menjual itu asyik lho! Tambah seru dan semangat karena yang dijual itu keuntungannya adalah untuk diri sendiri, bukan untuk Bos.
Jelas hasilnya, jelas usahanya..
Pelanggan tetapku, hehe. nampaknya sudah ada. Alhamdulillah..
Ternyata kalau kita mau gigiiiih.., saja.
Ada hasilnya
Kalau malas, ya hasilnya juga nihil..

Aku bukan orang berada, apalagi orang kaya harta..
Aku punya semangat untuk menjadi seperti itu
Dengan modal kaya hati yang aku punya

Kujalani door to door, dengan motor bututku
Tak malu, karena itu tidak perlu!
Toh yang aku jalani adalah pekerjaan Halal..

Tetap semangat, Bunda!!!!
Mimpiku banyak..
Ingin buat rumah bertingkat..
Kamar Dymsi dan Ahmad di atas..
Ingin punya rumah yang asri
Lengkap satu mobil mini..

Ah, mimpi...
Sekali lagi tak perlu malu untuk bermimpi
Justru semangat, karena mimpi itu ingin aku wujudkan!!
Bisa??
Jawabnya BISA!!!

3.06.2010

Welcome Friends

Ada yang berubah dalam hidup aku belakangan ini. Sebenarnya bukan suatu perubahan yang besar jika dilihat dari luar. Justru perubahan itu tampak dari dalam, semacam suatu yang tersirat.
Selama ini aku sering bingung, dan merasa tidak nyaman atas pekerjaanku sekarang ini. Tapi sekarang perasaan itu berkurang, karena aku punya tekad.
Ho ho, tekad? atau seperti yang dibilang Mbak Heny aku punya bakat?
Bukan, bukan. Saat ini aku punya tekad, semangat dan usaha. tiga hal itu bekalku. Kalau modal? Hm, terus terang aku tidak punya banyak. Tapi aku yakin dengan 3 hal tersebut aku bisa menjadi perempuan yang lebih berarti, karena perempuan itu sesungguhnya adalah makhluk yang kuat, bukan seperti yang selama ini sering kita dengar (baca: makhluk yang lemah).
Dbc Network yang membuat aku bersemangat. Sudah lama aku mendapat email dari Mbak Dini Shanti. Beberapa tahun yang lalu, sekitar 3-4. Tapi aku tidak fokus, pikiranku buntu dan mungkin yang lebih tepat pada saat itu aku tidak butuh. Aku sudah terlalu puas dengan pekerjaanku saat itu.
Ah, kl saja bisa aku ungkapkan, sekarang ada sedikit penyesalan. kalau sejak dulu aku ikut, mungkin aku sudah bisa lebih dari sekarang. Btw.., bukankah penyesalan itu tidak ada artinya. Ibarat nasi telah menjadi bubur, maka mari kita olah bubur itu menjadi bubur ayam nan nikmat..
Tengkyu buat Nurtanny dan Yeni yang telah terbuka pikirannya untuk bergabung. Semoga teman-teman yang lain juga merasakan aura yang sama, bahwa sudah saatnya kita memperbaiki diri, memperbaiki hidup. Oh, aku tidak mengatakan bisnis yang kita jalani ini tidak membutuhkan kerja keras. Sungguh butuh, seperti aku yang merasa setiap detik begitu berharga, setiap bertemu teman, saudara selalu ramah menawarkan bisnisku. Toh tidak ada paksaan kalau mereka tidak mau, karena setiap satu penolakan berarti kita akan berjuang untuk mendapatkan yang lain. Satu penolakan kecewa, dua penolakan sudah mulai biasa, tiga penolakan bkan masalah. Orang di dunia ini banyak kok, se-Indonesia bisa kita ajak lho dengan web yang kita miliki. Jadi kenapa harus takut, toh dunia ini bukan selebar daun kelor, kan?
Bagaimana aku tidak merasa tercambuk, karena aku adalah seorang ibu yang sangat peka. Seperti teman-teman yang lain, aku adalah sama. Meninggalkan anak-anakku dengan asuhan neneknya. Bukan itu yang aku inginkan. Membiarkan mereka melambaikan tangan setiap pagi, apakah aku bahagia? Oh, tidak. Aku ingin di rumah, menjadi ibu rumah tangga yang sukses keluarga dan karirnya. Hehe, karir pribadi tentunya. Rejekinya jelas kalau malas ya nol. Kalau rajin, bisa kelihatan juga hasilnya - seberapa rajinkah kita.
Kelak jika anak-anakku sekolah, aku ingin ketika mereka pulang aku ada di rumah. Aku ingin rumahku, halamannya walau seempit tapi tertata rapi. Aku ingin aku ada disamping anak-anakku ketika mereka mengerjakan PR. Mommy banget dah..
Jadi karena alasan itulah aku merasa perlu untuk berubah, perlu usaha lebih keras.
Friends.., kalau sudah bergabung jangan heran ya, di Oriflame semua ada harganya. Tapi bukan berarti tidak ada yang gratis. COF, CPL, semua bayar. Tapi jangan khawatir karena harganya tidak lebih dari 'jajan' anak-anak kita. Aku sempat kecolongan juga, merasa Wah.., pelit banget ya, semua harus bayar..
Tapi ternyata bayar kertas-kertas itu menyadarkan aku, bahwa sebetulnya Oriflame tuh memberikan pelajaran 'tersirat' di sana. Kita jadi lebih hati-hati ketika menulis, karena kertas itu kita beli. Bukan gratis. Belum pernah aku lihat COF kosong bertebaran di sana-sini di dalam kantor Oriflame tersebut.
Coba bayangkan, bukankah kertas itu terbuat dari serat kayu? Jika kita tidak belajar 'berhemat' berapa banyak kayu yang akan dikorbankan lagi untuk membuat kertas? Berapa banyak hutan yang akan ditebang untuk memperoleh kayu-kayu tersebut?
Luar biasa, itu yang bisa aku ucapkan untuk Oriflame. Tidak ada penyesalan untuk melangkahkan kaki, untuk membuka tangan lebar-lebar, bergabung bersama leader-leaderku..
Welcome Friends, semoga kita bisa mendapatkan yang lebih baik di sini..

3.01.2010

Saatnya Mencerahkan Hari

Hallow semua...
Aku lagi semangat ni, semangat baru, untuk kehidupan yang lebih baik. Tengkyu buat Mbak Nuke yang telah 'mencerah'kan mendungku beberapa waktu ini. Tinggal kesungguhanku untuk menjalankan 'profesi' ini yang mesti aku rakit, tentunya dengan support teman-teman semua..
Produk ini udah lama aku tau, tapi selama ini aku pikir kita ngejalanin bisnis ini secara offline aja, door to door. Ternyata gak, kita bisa melakukannya secara online, malah bisa full online... Selain bisnis menjadi lebih mudah, kita juga punya banyak teman..
Aku baru mulai, kira2 sepekan ini, jadi semangat lagi full. Alhamdulillah sudah dapat 41 point. Tinggal 35 poin lg untuk mengejar WP1 (Welcome Program1).

Oya, Bulan Maret ini ada promo lho.. Biaya pendaftaran yang biasanya Rp. 39.900,- hanya Rp. 29.900,- Trus kita lakukan order pertama min, Rp. 175.000,- dapat cash back Rp. 20.000,-
Fantastis, kan! Jadi biaya bergabung hanya Rp. 9.900,- saja!!! Wah, kalau jumlah segitu dibelanjain cuma dapat apa coba, tapi di Oriflame kita dapat BANYAK!!
Bukan hanya itu lho, belanja dengan point 175 BP (kira-kira sejumlah Rp. 450.000,-) dalam jangka waktu 1 bulan keanggotaan kita akan mendapatkan produk gratis Oriflame Beauty Urban Shield Foundation senilai Rp. 99.000,-. Duh, kita gak perlu merogoh kocek untuk ini, karena GRATIS.. TIS.. Dan itu berarti juga kita lolos WP1 (Welcome Program 1).
Apa cuma itu saja? Ho ho.., tentu tidak. Masih ada lho. Ketika kita sudah mencintai pekerjaan kita, tentu saja mudah untuk mendapatkan 100 poit pada bulan ke-2, bukan saja berarti kita lolos WP 2, tapi juga berhak mendapatkan produk Twist Eye & Lip Palette senilai Rp. 299.000,- secara gratis!!

Tau gak, Twist Eye & Lip Palette ini adalah peralatan rias yang bisa dibawa kemana saja, termasuk 4 Eyeshadow dan 2 lipgloss (1 dg glitter). Dengan alat pemaka1 2 sisi - 1 spon tip untuk mata dan 1 kuas untuk bibir. Kacanya khusus lho, agar kita mendapatkan tampilan terbaik untuk dandan cepat. Dapat pouch yang berkilau sekaligus lho.. Cuma Oriflame yang bisa ngasih yang beginian..
Gak sampai di situ, di bulan ke 3 dengan point minimal 125 BP kita dikasi tas silver cantik ini. Tas ini terbuat dari kain satin bercorak Dare to Dream, dengan jepitan logam trendi dan gesper mempesona, serta kantong dalam tas yang akan membantu barang-barang tertata rapi. Jepitannya terbuat dari logam denga putaran dan pengikat yang trendi. Tambahan resleting sebagai pengaman. Kalau kita beli harganya Rp. 499.000,- Tapi, kalau di Oriflame kita bisa mendapatkan secara gratis, kenapa harus beli??
Makanya gabung yuuk. Mau cantik, sekaligus dapat duit kan? Klik DISINI. Gak rugi lho...

2.17.2010

Semangat yang kendur Setelah Libur

Setelah libur 2 hari.
Menyenangkan. Terlebih saat melihat kedua buah hatiku tidur siang di rumah kami.
Mereka sempat panas hari Minggu, tapi syukurlah tidak terlalu tinggi. Keduanya sembuh setelah minum parasetamol drops.
Sebenarnya hari ini aku telah bersemangat, disimpang lampu merah tadi. Tapi begitu aku menemui kendala yang sama, semangat itu kendur lagi. Sedih, karena masih belum menemukan penggantinya. Semoga Allah segera memberikan yang terbaik buat kami, Amin.

2.10.2010

Beda, mana yang lebih baik?

Sekarang sudah sering keluar. Ya, beda memang dengan yang dulu. Maksudnya beda tujuannya. Makanya sekarang mesti giat, mencari pengganti yang lebih baik.
Huh, ternyata hampir 30 tahun masih luntang-lantung juga, belum dapat yang pas. Padahal dulu aku stabil banget.. Ya, mudah-mudahan rezeki segera berpihak padaku. Amin.

2.05.2010

Nenek Penjual Minyak

Nenek penjual bensin absen sudah hampir seminggu ini. Siapa pun yang sering melewati Jl. Nangka Ujung aku yakin kenal dengan sosok keriput itu. Bahkan tak jarang mereka yang merasa iba sengaja berhenti mengisi BBM dengannya.
Aku memang belum pernah singgah menghampirinya. Selain kondisi pagi hari yang menuntut kami untuk cepat-cepat, kami juga belum pernah kehabisan minyak di sekitar tempat nenek itu berjualan. Aku hanya memperhatikan nenek itu setiap kali kami lewat. Dymsi juga. Kadang beliau sedang sarapan, yang lebih sering kami melihat beliau sedang terkantuk-kantuk di bawah pohon sembari ditiup angin sepoi-sepoi.
Pernah suatu ketika kami melihat beliau sedang dibangunkan seorang yang ingin membeli jualannya. Ah, nenek itu memang berhasil mengambil hati hampir semua orang. Salut, itu kata yang jitu untuk usahanya. Walaupun sudah tua, tapi niat ikhlas mencari rejeki dari Illahi begitu sempurna. Kesempurnaannya jauh dengan mereka yang berada tak jauh dari sana, disebuah simpang lampu merah dengan hiruk pikuk sebuah pusat perbelanjaan. Mereka yang lebih senang menengadahkan tangannya kepada pengendara yang lewat. Padahal secara fisik mereka jauh lebih kuat dari sosok keriput di ujung sana.
Entah apa gerangan yang terjadi pada nenek itu, karena yang kami lihat sekarang, posisinya digantikan oleh seorang ibu yang mungkin adalah anaknya. Apakah beliau sakit? pulang kampung? Entahlah, hanya doa yang terucap dalam hati, semoga nenek sehat, karena walau tanpa sapa, walau hanya melihat dari atas motor, kerinduan itu ada..

2.04.2010

Bunda = Kak Ros?


Kejadian tadi pagi

Bunda: "Buka bajunya, Dym. Yuk mandi, udah Bunda siapkan air hangatnya.."
Dymsi: "Iya, Bun."

Sesaat kemudian Dymsi telah selesai shampoan, sabunan dan gosok gigi.

Bunda: "Dah ya Dym, Bunda mau masak lagi. Dymsi main-mainlah berendam di dalam bak mandi adek. Kalau udah siap, di situ handuknya, ya. Paham??"
Dymsi: Paham..., Kak Ros...
Bunda: $&*??!!??!!?@?


(Akibat terlalu sering nonton Upin & Ipin, Bunda = Kak Ros??)

1.27.2010

Menjual Vs Membeli

Ini hanya sebuah cerita.
Cerita tentang orang yang membeli dan menjual. Dimanakah letak perbedaannya?
Begini ceritanya. Adalah kemarin aku jalan-jalan ke sebuah swalayan, p*********, di jalan arah ke Panam. Tujuanku tentu saja menawarkan boneka horta. Kebetulan ibu pemilik sedang berada di lantai atas, jadi aku bertanya dengan salah satu kasirnya.
Nah, disinilah aku menjadi mengerti bahwa pelayanan ketika kita menjual dengan kita membeli itu sungguh berbeda. Pertanyaanku dijawab oleh kasir itu seadanya sambil mengulum es krim. Yang paling mengesalkan, ketika aku berpamitan, dan mengucapkan terima kasih, jangankan dia menjawab, melihat pun tidak. Duh duh, dalam hati aku begumam, baru jadi kasir, karyawan sudah angkuh begitu, jika jadi "pemilik'nya entah bagaimana lagi.
Berbeda jika kita menjadi pembeli, kita akan sangat dilayani, dan tentu saja karena pembeli itu adalah raja.
Tapi tentu saja tidak semua swalayan seperti itu, karena dari beberapa yang aku kunjungi, cuma yang satu itu 'menyebalkan'. Hm, kalau aku jadi pemilik swalayan tersebut, kasir itu sudah aku PHK, karena nilai tata kramanya D!!!

1.23.2010

Boneka Horta Piggy hari ke-3


Waah, sudah mulai tumbuh lho rambutnya. Hm.., padahal baru 3 hari.

1.22.2010

Boneka Horta


Mencoba bisnis lewat internet.
Ada beberapa ide, tapi belum bisa diwujudkan semua. Semoga dalam waktu dekat, mudah-mudahan lebih punya waktu untuk membuat situsnya. Karena kalau kesempatan itu ada,mengapa harus dilewatkan?
Satu yang mulai rampung adalah Boneka Horta. Boneka hand made yang bisa dijadikan media rumput.
Gambar di atas adalah salah satu boneka horta yang sedang diujicoba di kantorku.
So, bagi yang berminat bisa cari informasi disini.