Catatan hati...

 photo catatanhati2_zpscf021a88.jpg

9.10.2012

Rendang

Suka rendang?
Aku suka..
Tapi kalau keseringan, tetap aja bosan, hehe..

Waktu mau pulang kampung lebaran kemarin, kami bikin rendang utk bekal.
Kata kakakku, kalau rendang ayam gak tahan lama dibanding dengan rendang daging.
Jadi kami bikin rendang daging.
Yummy... deh.
Bumbunya banyak
Persis seperti beli di rumah makan.. hehe

Dulu ya, duluuuuu banget. aku bodoh, kalau bikin rendang, pas udah masak bumbunya jadi sedikit.
Eh, ternyata kurang santan. Mertuaku bilang kalau bikin rendang santannya harus banyak.



Jadi, ceritanya hari ini aku kangen sama rendangku waktu pulkam itu.
Santan sekilo.
Daging seperempat.
Bumbu lima ribu.

Sekarang sedang dijerang di dapur.
Aromanya sudah menggugah selera..
Hehe..
Mau??

9.05.2012

Kak Nurbaiti

Namanya Nurbaiti
umurnya sekarang lima puluh lebih
aku gak ingat, lebihnya berapa.



kakak ini tuna wicara.
dulu, menjadi tetangga kami di dabo, waktu beliau masih tinggal di setajam.
terakhir aku ketemu sebelum ini, tahun 2008.
kondisinya sama, saat lebaran kak ibet, demikian panggilannya, datang ke rumah dengan berjalan kaki.

2012 beliau datang ke rumah lagi, masih seperti dulu, dan masih sumringah lebar ketika melihat aku.

Banyak pelajaran yang aku petik dari kedatangan beliau.
Sosok yang tegar, hidup sebatang kara dengan kekurangannya, tidak punya siapa-siapa, tapi Subhanallah, selalu ceria, selalu berbinar, selalu indah ketika melihat raut wajahnya.

Allah maha mengetahui, rejeki pasti ada pada tiap-tiap kita, tinggal kita yang berusaha menjemputnya.
Seperti kk yang satu ini. Beliau mengambil upah menjahit, dan bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sampai sekarang.

Kalau beliau, yang tidak bisa berbicara, bisa berusaha untuk mencari makan, mencari uang, apalagi kita yang sehat walafiat, normal, dan punya fasilitas yang lebih..

Banyak bersyukur, melihat keadaan di sekitar.
Mataku mengiringi kakinya berjalan meninggalkan rumah kami sore itu.
Ingat kakakku, yang dulu ketika masih hidup berteman baik dengan beliau.
Semoga Allah permudah ikhtiarnya, melimpahkan rejeki dan kebahagiaan selamanya kepada Kak Nurbaiti..
Amin..

9.03.2012

Akhir Episode Teka-teki

Di Pekanbaru.

Sudah tiga hari meninggalkan orang tua dan keluarga kandungku.
Jika ditanya apakah aku merindu?
Iya, sungguh dan sangat merindu.
Karena tiga puluh dua tahun belum puas tergantikan dengan dua hari.

Aku kembali ke rutinitas, dengan perasaan yang sangat dan sangat bahagia.
Seperti tidak ada orang lain yang lebih bahagia dari aku saat ini.

Tidak ada beban lagi.
Yang tersisa sungguh hanya rindu, dan hanya rindu.

Aku belajar banyak hal. Ada sisi positif, kesamaan dalam diriku dengan saudara sedarahku.
Menemukan mereka, membuat aku semakin mantap dan percaya diri dengan mata sipitku.
Andai aku bisa genggam waktu,dan andai kisah hidupku adalah sebuah video, akan aku putar ulang dan saksikan bagaimana saat aku dilahirkan, diserahkan dan kemudian dibesarkan.

Saat SD, aku bingung dan hanya bisa menangis, ketika aku  diejek oleh teman-temanku dan dikatakan bahwa aku adalah anak angkat.
Saat penjual es krim yang namanya kalau tak salah 'Taku' mengatakan hal yang sama, aku hanya mampu lari, mengadu kepada orang tua angkatku.
Dan masa kecilku adalah masa polos sehingga ketika Ibu angkat mengatakan bahwa aku adalah anak kandungnya, kemudina aku langsung percaya.

Masa SMP masa aku mulai merasa.
Merasa lain dengan mereka, saudara angkatku. Takut, menghadapi kenyataan, takut bertanya dan tidak tau harus bertanya kepada siapa. Setiap kali menonton sinetron yang menceritakan tentang anak angkat, aku hanya mampu menundukkan pandangan, dan menyadari bahwa aku sama seperti dalam cerita itu.
Tapi aku hanya diam, dan hanya bisa menyembunyikan perasaan dalam-dalam. Sedalam-dalamnya.

Masa SMA aku hampir melupakannya, tatkala di kelas satu aku menerima sepucuk surat tanpa identitas. Ya,surat kaleng.
Masih hal yang sama dituliskan dalam surat itu.
"aku anak angkat"
Dan aku masih takut. Kusobek kecil-kecil dan ku buang ke dalam tempat sampah,
Dan masih hal yang sama aku lakukan,
Menyimpan, menyembunyikan perasaan dalam-dalam dan sedalam-dalamnya.
Karena yang aku rasakan juga masih sama, takut menghadapi kenyataan, takut bertanya dan tidak tau harus bertanya kepada siapa.

Kelas 2 SMA.
Surat kaleng lagi.
Ini kali kedua aku menerima surat tanpa identitas. Kali ini surat tsb dilempar dari jendela kelasku.
Pagi, aku datang dan kulihat ada surat untukku.
Berdebar, karena sebenarnya aku sudah mulai melupakan surat kaleng yang pertama.

Namun, kali ini nampaknya si pengirim berhasil membuat aku galau.
Aku tak tahan lagi. Saat itu empat hari menjelang hari lahirku yang ke tujuh belas tahun.

Dengan berdebar, memberanikan diri aku menyodorkan surat itu kepada ibu angkatku, sepulang dari sekolah.
Yang kuingat beliau menangis, dan aku juga, Menangis tertahan, Menangis bahwa apa yang aku duga dan pikirkan selama ini adalah benar. Aku anak angkat. Kenyataan yang terkuak menjelang usia dewasaku.

Terhenyak, dan diam. Aku takut, bingung, tak punya kekuatan apalagi keberanian untuk bertanya lebih banyak, dimana mereka? dimana orang tua yang melahirkanku? Dimana saudara sedarahku?
Telingaku hanya mampu mendengar cerita yang mengalir dari mulut Ibu angkatku, bahwa aku diadopsi sejak umur 9 hari, dalam keadaan cacat.
Siapa yang tidak sedih, siapa yang tidak pilu, Cacat, ditinggalkan, diserahkan...



Perasaan itulah yang aku pendam, berpuluh tahun.
Perasaan itu pula yang aku simpan rapat-rapat dalam ketakutan dan ketidakberanianku.
Sampai aku menikah, ketakutan, ketidakberanian itu hanya bisa aku luapkan kepada suami tercintaku.

Jadi, bagaimana mungkin aku bisa menahan air mata selama seminggu terakhir ini, sejak aku mulai bertemu dengan seorang wanita yang mengandung dan melahirkanku, dan 9 saudara kandungku?
Bagaimana mungkin aku bisa menahan perasaan bahagia atas dua hari indah bersejarah dalam hidupku?




Kini, episode teka-teki dalam hidupku sudah terjawab.
Kebahagiaanku sudah complete. Kalau ibarat download file, sudah finish 100%.

Entah siapa pengirim surat kaleng itu, sampai detik ini aku tidak tau.
Tapi aku rasa, aku patut berterima kasih kepadanya, karena tanpa surat darinya, mungkin aku tidak ada dalam foto-foto bahagia ini.



Hanya mereka, koko2 dan cece2ku adalah orang pertama yang memanggil aku 'adik'.
Benar, seumur hidupku aku belum pernah merasa disayang seperti ini.


Akan aku ukir hari-hariku bersama mereka, walau jarak kami jauh.
I miss U, my brothers, my sisters..

Plis jangan tinggalkan aku sendiri lagi...

Untuk saudara kandungku:
1. Cece A Cung
2. Koko A San
3. Cece A lek
4. Koko A Nik
5. Cece A Mei
6. Cece A Hen
7. Koko A Hua
8. Koko Pendy
9. Koko A Leng


8.29.2012

Pertemuan haru biru : My Chinese Family

Malam sudah larut,
Seharusnya aku mengantuk, karena malam sebelumnya aku hanya bisa tidur nyenyak tiga jam.
Tapi jari jemari ini tak sabar untuk melukiskan bagaimana bahagianya aku, seperti seekor anak ayam yang kehilangan induknya, kemudian tercelup dalam pertemuan yang sangat mengharu biru. Senang, bahagia dari lubuk hati yang paling dalam dan masih merasa harus menepuk pipi karena ini sungguh seperti suatu keajaiban.

Saat aku mengetik ini, aku menginap di rumah abang di atasku, Ko Cung Leng. Kesan pertama ku ketika dia menjemputku di pelabuhan Punggur tadi siang adalah: ABANGKU KEREN...
Dulu ini juga hanya mimpi, sampai aku merasa dia adalah abg yang paling menyayangi aku, karena saat aku di serahkan ke ibu angkat, dia yg waktu itu sekitar 5-6 tahun menangis tak rela, dan yang bikin aku terharu abangku masih mengingat kejadian perpisahaan itu sampai sekarang.

Selanjutnya, dari pelabuhan aku dibawa ke rumah kakak perempuanku yang ketiga, Ci A Me.
Disinilah aku bertemu dengan wanita 77 tahun yang telah mengandung dan melahirkan aku, rambutnya telah putih penuh uban. tapi beliau masih terlihat begitu kuat. She is my mom, ku peluk, kucium pipinya dan pecahlah tangisan yang dari rumah di Dabo, di kapal sudah tak bisa  aku tahankan.

Mimpi, masih seperti mimpi.
Hari ini sejak sampai di Batam, aku seperti artis di keluarga kami ini. Abang-abang di Batam semuanya datang, berkumpul dan melihat aku dengan penasarannya seperti apa. Bentuk tanganku yang jempol semua, menjadi bahan tertawaan, ternyata keluarga kami memang memiliki ciri khas struktur tulang yang besar-besar. Bahkan kata Dymsi /Aci, hidung kami mirip-mirip... ;p

Aku menangis. Menangis bahagia.
Aku gak mau kehilangan mereka untuk yang kedua kalinya.
Gak mau dan gak akan mau lagi..

Pertemuan ini begitu indah.
28-29 Agustus menjadi hari yang bersejarah.

Nanti kalau sudah di Pekanbaru, aku akan merindukan dua keluargaku ini.
Dan jika ada yang bertanya kepadaku, punya berapa bersaudara, aku akan katakan bahwa aku punya 14 Saudara,.

Oya, hampir lupa.
Aku seperti terlahir kembali,karena sekarang aku sudah dikasi  nama Chinese:

Se Moi  atau  Hanny...

So Sweet

Penantian 32 tahun

Tiga puluh dua tahun aku menantikan hari di saat aku bisa bertemu dengan keuarga kandungku. Dan akhirnya kemarin, 28 Agustus 2012 saat pertama aku melihat, ngobrol dengan koko pertamaku. Saat pertama aku melihat orang yg mirip denganku selain Dymsi dan Ahmad.

Aku pernah punya mimpi itu, aku pernah menulisnya di blog ini.
Alhamdulillah mimpiku diwujudkan Allah menjadi nyata.

Aku yg sering membatin, rindu ingin mencium tangan dan memeluk ibu kandungku, InsyaAllah, hari ini kami akan bertemu.

Semua terjadi seperti mimpi, punya 9 kakak di atasku adalah sesuatu yg luar biasa aku rasakan. Bertemu dg keluarga chineseku yg dulu hanya menjadi hayalanku.
Terus terang aku senang dan bersyukur memiliki darah chinese.

Aku yg punya wajah tak cantik tapi banyak yg bilang unik. mungkin krn mata yg sipit dan dibalut jilbab. Aku yg sejak Dymsi mulai mengerti, sering menjelaskan kepadanya bahwa kita punya darah chinese...

Ini foto dan koko pertamaku, perasaanku bercampur aduk senang seperti ini berkat kedatangannya ke rumah kami tadi siang.

Nanti, kalau aku sudah bertemu dg mamak dan saudara chineseku, satu yang akan aku minta adalah nama chineseku. Semoga dikasi yg bagus. :-P

Miss u mom, miss u my brothers, sisters, gak kebayang gimana rasaya jadi adek bungsu yg ke-10.
:D



posted from Bloggeroid

8.17.2012

H-2 Lebaran (masih di Dabo)

Tak terasa sudah sepekan kami meninggalkan rumah mungil di Pekanbaru.
Alhamdulillan anak-anak betah di Dabo, setelah sebelumnya Ahmad merengek minta bobo 'di kamar kita saja' ketika kami berada di Selat Panjang dan di Tanjung Pinang.
Mungkin belum terbiasa dan capek dengan perjalanan...
Sekarang mereka lebih bersemangat bermain, dengan halaman  yang luas, boleh berkeliaran ke tanah, main kembang api, mercun, wah pokoknya mereka menemukan apa yang tidak menjadi kebiasaan di Pekanbaru.


Banyak yang berubah dari Dabo Singkep. Pastinya lebih berkembang, dibanding empat tahun lalu.
Menelusuri jalan-jalan di sini, mengingatkan banyak hal. Masa kecil, masa remaja.
Tapi, soal makanan, tetap saja Dabo punya khas.
Prata, lakse, es gunung, dan kue-kue sajian berbuka yg sangat jarang lidahku mengecapnya seperti gugos, kole kacang, kole belaok...

InsyaAllah masih panjang waktu berlibur di sini, dan masih ada tempat-tempat yang belum kami kunjungi. Salah satunya mandi di Batu Ampar :)




8.12.2012

Pulang kampung 2012

Empat tahun bukan terasa jika tak dirasa-rasa.
Tapi sangat terasa ketika melepas rindu, naik kapal, melintasi lautan, melihat pulau nan indah, dan merasakan suasana bebas debu.
Ya, kami baru menginjak tanjung pinang sore kemarin, setelah sebelumnya bermalam di rumah sobat di selat panjang.

Pasti senang, bahagia.
Bisa bepergian berempat, karena keinginan yang sangat kuat untuk beridul fitri di kampung halaman, menikmati suasana yang jauh tidak dirasakan di kota seperti Pekanbaru.



posted from Bloggeroid

7.27.2012

Ahmad bangun subuh

Selama ramadhan baru hari ini ahmad bagun subuh di saat kami bertiga sahur.
Alhamdulliah nikmatnya puasa. Aci juga merasakannya dan sudah dua hari ini puasa penuh atas kehendaknya sendiri.
Saat aku menulis ini kedua anak kami telah pulang dari masjid utk sholat subuh bersama ayahnya.
Aku cinta mereka bertiga.
Bersyukur punya rumah mungil yang tak jauh dari masjid.



posted from Bloggeroid

7.24.2012

Sms Gratis Im3

Huaaaaaa.......
Mulai hari ini berlaku tarif baru im3....
Kirim 2 sms, gratis 1000 sms ke sesama im3/indosat, dan 30 sms ke seluruh operator.
Sebelumnya, kirim 2 sms gratis sepuasnya ke seluruh operator.
Sedihhh.... karena selama ini ngandelin sms gratis yg tidak terbatas operator itu.
Mau lirik xl lagi nih, apakah msh ada yg gratis unlimited.

Hari ini puasa ke-5.
Gak berasa yaa...artinya waktu mudik semakin dekaaatt.. :D
Naik kapal utk penghematan gpplah, yg penting sampai di Dabo dg selamat, mau main ke pantai, mandi, cari umang-umang, aaahhhh banyaaaaaakkk lagiiiii...

posted from Bloggeroid

7.13.2012

Mak dan Sampai Dabo

Malam ini Mak dah tidur di kamar beliau yang sudah sepuluh bulan ditinggalkan.
Ya, Mak kami dah sampai di Dabo dengan selamat, diantar oleh abang keduaku.

Mak dilepas di bandara hanya oleh abang pertamaku.
Kami di Pekanbaru tiga bersaudara.
Aku sudah lama tidak bertemu dengan abangku yang pertama itu, Lama, berbulan-bulan, walau kami tinggal satu kota.
Aku tidak tau apa yang sedang berkecamuk dalam pikirannya,
ketika Mak membisikkan pesan-pesan rahasia yang membuat matanya merah ketika menyalami Mak tadi pagi.

Kondisi yang berbeda ketika setahun yang lalu dia masih sering ke rumah kami.
Aku ingat Alm. Bapak.
Ingat tentang hadis yang mengatakan bahwa doa anak sholeh akan sangat membantu orang tua yang telah tiada.

Sebagai adik terkecil, jujur aku tidak beani bertindak banyak.
Doa, hanya doa dan berdoa yang bisa aku lakukan.
Semoga Allah bukakan pintu maaf, pintu ampunan, dan keinsyafan kepadanya.
Sesak di dadaku pastinya bukan seberapa jika dibandingkan dengan mereka yang menjalani hari dengan pahit di sana.

Jadilah dan terus berusaha untuk menjadi muslim yang sholeh dan sholehah.

7.11.2012

Hari ke-3 Dymsi di SD

Jam 4 Sore hujan. Lebatnya lumayan.
Kangen Dymsi yg msh terperangkap di sekolah.
Sekarang jam enam kurang sudah. Semoga sebentar lagi suami dan putri kecilku sampai di rumah dengan selamat. Amin Ya Robb.


posted from Bloggeroid

7.06.2012

Mak Nak Balek

Sepuluh bulan sudah mak di pekanbaru. Dari gelagatnya, mak tampak sudah rindu sangat dg dabo singkep.

Siang tadi kami sempat ke mall ska, membeli sedikit buah tangan.
Teringat dulu, sejak aku masih gadis, sampai punya aci, masa badan mak masih kuat, kalau tak ke mall berjam-jam tak seru.
Tapi sekarang kaki dan pinggang mak tak sekuat dulu lagi.
Sekitar seminggu lagi mak di sini.
Pasti sedih saat mak akan pulang, karena terasa jauh. Biasa merasa dekat, dah hampir setahun ini.
Makin mak dekat pulang, makin mata sering menyembunyikan kebasahannya.

posted from Bloggeroid