Catatan hati...

 photo catatanhati2_zpscf021a88.jpg

3.12.2009

Bahagia

Bahagia...
Itu yang aku rasakan sejak tadi malam, setelah pulang dari memeriksakan kehamilanku yang ke-2 ini. Bagaimana tidak, dari hasil USG, jelas kelihatan bahwa baby kami ini laki-laki! Alhamdulillah..., sepanjang pemeriksaan wajahku tersenyum. Diameter kepala baby sekarang 5,5 cm, berarti sekitar itu pulalah usia kehamilanku. Kami sudah bisa melihat jantungnya yang berdenyut, kakinya yang mulai melipat karena sudah mulai memanjang, serta kedua tangan dan tulang belakangnya yang jelas sekali kelihatan. Demikian pula dengan jenis kelaminnya, testis & penisnya nampak jelas.
Hubby juga bahagia, karena dia akan punya calon 'jagoan' yang memang diharapkannya. Semoga Hubby bisa menjadi sosok ayah yang lebih baik, lebih rajin, toh nanti ada generasi penerusnya yang akan menjadikan ayahnya sebagai panutan.
Ada 3 kebahagiaan bagi aku. Pertama aku merasa bahagia ketika mengetahui baby kami berkelamin laki-laki. kedua kebahagiaan karena kondisinya menurut dr. Ruza P. Rustam sehat walafiat, posisi ari-ari di atas, kepala bayi di bawah, tulang belakang normal, tidak ada lilitan.Yang ketiga bahagia karena aku puas sekali dengan penjelasan hasil pemeriksaan dr. Ruza yang complete, tanpa kita perlu banyak bertanya kepadanya. Aku rekomendasikan sekali dokter ini buat teman-teman di Pekanbaru yang barangkali bingung untuk mencari dokter kandungan pilihan. Selain biaya dokter yang cukup murah, 60 ribu, pelayanannya memuaskan dan ramah! tidak jauh berbeda yang aku rasakan ketika aku hamil Dymsi. Kami memang tidak rutin ke dokter setiap bulan, btw kalau dokter kandungan pilihan bagi aku ya, dr. Ruza P. Rustam, alamat prakteknya kalau sore di jl. Sisingamangaraja dan kalau pagi di Rumah Bersalin Zaenab.
Aku pernah merasakan pelayanan RS.xx dengan dr. xx, walaupun cuma pemeriksaan kehamilan bulan-bulan pertama. Kecewa, karena biaya yang harus dikeluarkan tidak sebanding dengan yang kami dapatkan. Bayangkan saja, pemeriksaan pertama diluar obat 125 ribu, pemeriksaan ke-2 100 ribu. sudah berbeda jauh dengan tarif dr. Ruza. Baru-baru ini pernah juga Hubby daftarkan di klink Andini, dengan dr. Zulmeta. Ampun, jadwalnya penuh, sampai tanggal 30 Maret ini sudah full, kalaupun dapat nomor antrian 40 kira-kira jam 11-12 malam. Akhirnya kami batal ke sana. Alasannya bukan karena waktu, tapi semula kami pikir dr. Zulmeta itu perempuan, karena banyak yang bilang bagus. Tapi adang bilang orangnya laki-laki. Jadi bingung....
Btw.., begitulah friends, semoga anak kedua kami sehat, dan kelak lahir dengan selamat ya... Mohon doanya...

3.08.2009

Setelah sholat Malam

03:00 AM
Sudah lama aku tidak melakukannya. Sholat Malam.
Hari ini aku merasakan kenikmatannya kembali. Merasakan betapa aku sudah sombong sebagai seorang hamba, yang selalu membutuhkan pertolongan Allah SWT,namun sering lupa memohon, bermunajat, padahal hanya Dialah yang Maha segalanya. Merasakan betapa aku bodoh tidak mengadu kepada-Nya ditengah keheningan atas segala kesulitan dan cobaan yang kami hadapi, padahal Dia Maha Mendengar dan Maha tahu, serta Maha Kuasa atas segala kehendak-Nya.
I'm looking for our sweet child, Dymsi yang sedang tidur lelap. Diantara semua boneka-boneka yang berserakan di tempat tidur kami, hanya boneka 'tinky winky' yang paling dia sukai. Jujur saja itu bukan boneka mahal. Boneka kain, yang kini sudah usang dan tidak 'bermata'. Btw, Dymsi sangat menyayanginya. Alhamdulillah, baru aku sadari bahwa anak kami ini adalah seorang yang sederhana. Tidak menuntut sesuatu yang mahal-mahal, sebagaimana susunya yang telah berubah dari Chil Mil menjadi Frisian Flag.
Maafkan Bunda, Nak. Jika Bunda terkadang masih sering kesal dengan kenakalan Dymsi yang seharusnya adalah kebahagiaan bagi Bunda, karena itu adalah proses Dymsi untuk mengenal kehidupan ini sepeerti apa sesungguhnya.
Lalu aku teringat Hubby pada doa usai sholat malamku. Suami yang lebih dari tiga tahun mendampingi aku, suami yang berumur 2 tahun lebih tua dari aku, suami yang benar-benar aku cintai atas segala kelebihan dan kekurangannya. Suami yang malam ini sedang tidak bersamaku, -dalam rangka acara Mabit yang diselenggarakan sekolahnya. Suami yang bekerja dan sering pulang malam untuk menafkahi kami berdua.
Sebelum menulis di notepad ini, aku sudah menggores catatan kecil pada Diary lama kami, yang ditulis pertama kali pada hari ulang tahunku yang ke-26. Tulisan pertama adalah dari Hubby, tapi lembarannya sudah koyak dimainkan Dymsi. Ada tulisan kedua yang aku tulis sendiri.

"Dear: Abang.
Tidak salah jika abang berpikir akan membuat mata yk (singkatan nama kecilku, Dayank) berkaca-kaca malam ini. Makasih ya Abang, untuk kejutan kecilnya. Yk tau Ab cemas kalau-kalau Ab bukan menjadi orang pertama yang mengucapkan Happy Birthday to Me.
Ada perasaan atau tepatnya berbagai perasaan dalam hati Yk. Perasaan senang, karena hari ini adalah ulang tahun pertama dalam keadaan hamil, yang pertama setelah menikah dg Ab. Bahagia karena Yk punya ab, suami Yk, (semoga) satu-satunya. Bahagia karena Yk mencintai dan dicintai Ab. Terharu, sebab malam ini - ketika surprise itu Yk terima Ab tidak berada disisi Yk. Ab sedang bekerja untuk kita dan Imcy (panggilan untuk Dymsi dimasa aku hamil)..........
Sedih, karena sampai umur 26 tahun pun Yk belum diberikan kesempatan untuk bertemu dengan perempuan yang mengandung dan melahirkan Yk. Entah bagaiman beliau mual - muntah, sakit pinggang ketika Yk berada dalam kandungannya, seperti apa yang Yk rasakan saat ini......
Tapi bagaimanapun itu semua adalah bagian dari masa lalu. Yang terpenting sekarang Yk punya Ab, satu-satunya suami yang Yk cintai. Semoga Ab juga begitu, tidak pernah tinggalkan Yk kecuali semua terjadi atas kehendak Allah SWT.
I love you, Ab. Semoga kita diberikan kesehatan oleh Allah SWT, semoga buah hati kita lahir dengan selamat, sehat lahir dan batin & semoga kita mampu mendidiknya menjadi anak yang sholeh / sholehah.
Sekali lagi makasih buat semuanya ya, Ab..
I love U (banget, dah)
20 Mei 2006."

Waktu itu Hubby masih bekerja sebagai karyawan pracetak di koran Riau Pos, yang jam kerjanya jam 8 malam - 4 pagi. Sekitar hampir jam 12 menjelang hari ulang tahunku, tiba-tiba ada suara, deringan lagu happy birthday di dalam lemari kami, di kamar lantai 2 rumah Ibu tempat kami tidur. Rupanya ada hp Yati dan sebuah Diary yang berisi tulisan Hubby. Hp Yati yang sudah disetting lagu happy birthday sebagai nada dering. Sesaat kemudian Hubby menelponku dari tempat dia bekerja.
Surprise tak mesti mahal. Ulang tahun tak mesti kado.
Aku sayang mereka berdua.

3.06.2009

Slumdog Millionaire

Aku baru dapat file film ini dari Hubby 2 hari yang lalu. 696 MB, dalam format AVI. Ketika berhasil didownload film ini tanpa teks, namun setelah diutak-atik Hubby dengan bantuan Om google, muncullah teks bahasa Indonesianya yang membuat aku lebih mengerti film ini.
Kisah bermula dari seorang Jamal Malik yang secara kebetulan mendapat kesempatan ikut kuis Who Wants To Be Millionaire versi India. Pertanyaan demi pertanyaan berhasil dijawabnya, padahal Jamal adalah seorang anak kampung yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Jawaban yang dia ketahui adalah dari kisah perjalanan hidupnya.
Jamal mempunyai satu saudara kandung, kakaknya yang bernama Salim. Sejak kecil sifat Jamal & Salim telah nampak berbeda. Jamal lebih berperasaan dibanding kakaknya, namun demikian, walau nakal Salim masih memiliki sifat melindungi sang adik.
Ibu mereka meninggal karena suatu kerusuhan - penyerangan terhadap warga muslim. Sejak itu mereka tinggal berdua, kemudian berkenalan dengan Latika yang senasib - tanpa orang tua. Mereka sempat tinggal di sebuah penampungan yang disediakan oleh seorang laki-laki bersama komplotannya yang bermaksud 'mempekerjakan' anak-anak jalanan seperti mereka. Nasib baik Jamal & Salim selamat, sementara Latika terpaksa tetap bertahan setelah gagal kabur mengikuti Salim & Jamal.


Dikehidupan selanjutnya, pada usia remaja, Salim & Jamal berhasil menemukan kembali Latika. Tapi ketika Jamal tidak berhasil menghalangi maksud buruk Salim kepada Latika, mereka berpisah, dan bertemu kembali beberapa tahun kemudian, tentunya dalam suasana yang berbeda. Nah, bagaimanakah akhirnya kehidupan mereka bertiga? Apakah Jamal berhasil mendapatkan Latika? Bagaimana cara Jamal memenangkan kuis dan menjadi Millionaire yang mendebarkan seluruh masyarakat India? Lalu apa yang terjadi pada Salim?
Film ini memilih alur bolak balik, namun sangat mudah untuk dimengerti. Tidak seperti kebanyakan film India yang banyak menonjolkan tarian dan nyanyian, film ini hanya menampilkan 1 nyanyian di akhir cerita. Menonton film ini akan menimbulkan kesan kagum, tanpa perlu menguras air mata setetes pun, walau ada cerita duka di dalamnya. Malah penonton akan diajak tersenyum kecil dengan kelucuan lugu seorang anak kecil bernama Jamal.
Nonton, ya...

3.04.2009

Ante Melly

Postingan hari ini berawal dari melihat foto black forest buatan Melly. Rupanya aku jarang sekali ya, buat postingan khusus mengenai adik-adikku. Jadi, di siang bolong yang panas buanget sekali ini, aku mau bercerita sedikit mengenai Melly.
Melly or lengkapnya Melly Imelda adik pertama Hubby, lahir satu tahun di bawah aku, jadi usia kami sebenarnya tidak terpaut jauh. Kenapa pakai nama Imelda, konon ceritanya dulu waktu melahirkan Melly ibu lagi ngefans sama Imelda Marcos. Oya panggilan sayang Ibu untuk Melly adaleh Eyi. Adik Hubby ada 2, yang satu lagi adalah Yati, or nama lengkapnya Nurul Hayati. Sering dipanggil uul, atau Yati, tapi kalau panggilan sayang Ibu adalah Titi. Ya itu, orangnya yang sering comment di blogku. Dia juga punya blog ini, tulisannya bagus-bagus dan gaul. Guru gaul, gitu.
Back to Melly...
Setelah melewati proses pemilihan yang cukup alot, akhirnya Melly berhasil menemukan tambatan hati yang paling tepat baginya, Herjuna Maihatmaka. Yup, Om Juno ini Jawa asli, orangnya suabar, lemah lembut, beruntunglah Melly mendapatkan laki-laki yang sudah lama diincarnya. Hehe.. Karena ada beberapa kandidat, tapi pilihan hati tetap Om Juno ini. Mereka menikah menjelang Ramadhan tahun 2007, dan sekarang Melly sedang hamil anak pertamanya. Usia kehamilan Melly tidak jauh dengan usia kehamilanku, jadi besok InsyaAllah kelahiran anak kami berdekatan, berarti Ibu akan mendapat 2 cucu sekaligus. Sementara cucu ibu baru 1, Dymsi. Belum ada saingan. Hehehe..
Melly wanita karir juga, dulu mengajar di Universitas Tabrani, tapi yang paling lama sampai sekarang di SD An-Namiroh. Guru juga, sama seperti Hubby dan Yati.


Nah, akhir cerita.., black forest yang di atas itu adalah buatan Melly. Bagus, kan? Kira-kira kapan nih, Melly buat lagi.., jadi kangen sama black forestnya... Bener, lho!

3.02.2009

Donat Ubi Rambat

Puffff...
Pagi ini aku agak telat dari biasanya. Jam sepuluh aku sampai di kantor. Itulah akibatnya kalau bangun jam 6 pagi, padahal subuh menjelang azan aku sudah terbangun, tapi kok malassss sekali untuk bangkit dari tempat tidur. Kemarin

seharian aku lebih banyak mengerjalan pekerjaan rumah, ditambah keinginan untuk buat donat, berhubung ada ubi rambat yang tersisa di kulkas dari minggu kemarin. Kebetulan di warung dekat rumah ada jual pengembang roti, tepung terigu dan tepung gula. Jadilah donatku kemarin. Habis buat donat aku buat keripik ubi. Nah, keripik ini juga harus segera dibuat karena ubinya sudah stand by sejak senin kemarin. Oya, untuk buat keripik ini yang enak adalah pakai cabe kering giling, bukan cabe merah giling. Sebenarnya cabe kering ini adalah cabe merah juga, cuma dijual dalam bentuk kering. Yang kupakai kemarin adalah stok terakhir dari cabe kering yang dibawa Mommy dari Dabo. Dah lama, ya.. sengaja aku simpan di freezer biar tahan. Oya, aku tuliskan ya, resep donat. Walaupun foto hasil yang sudah jadi tidak ada...

Donat Ubi Rambat

Bahan:
- 1/5 kg ubi rambat bisa yang warna kulitnya kuning atau ungu, direbus sampai lembut dan dilumatkan
- 1 bungkus pengembang roti
- 2 sdm margarine
- 2 sdm gula pasir
- 1/2 sdt garam halus
- 1 kotak susu cair ultra putih isi 200 ml atau bisa diganti dengan santan kental kurleb 1/4 kg
- 1 bh telur ayam
- 1/2 kg tepung terigu
- 1/4 kg tepung gula untuk taburan atau bisa juga pakai misis or keju
- Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat:
Campur margarine, telur, pengembang roti, susu cair, gula pasir, garam ke dalam baskom dan aduk dengan tangan hingga menyatu. Masukkan ubi yang sudah halus dan diaduk sampai rata, lalu masukkan terigu sedikit demi sedikit. Uleni dan sambil dibanting-banting (bisa juga untuk meluapkan emosi..).
Setelah kalis, ambil sejumput, lalu dibulatkan dan disusun ke dalam wadah yang lebar dan sudah ditaburi sedikit tepung terigu sebelumnya, supaya tidak lengket. Atur jarak masing-masing bulatan, dan kemudian ditutup dengan koran.
Diamkan paling cepat 30 menit.
Panaskan minyak, ambil satu buah buah bulatan adonan tadi perlahan dan buat lubang dengan ibu jari ditengahnya, lalu masukkan ke dalam kuali dan lubang yang tadi digoyang-goyangkan dengan sumpit. Masak hingga kekuningan, angkat dan dinginkan. Setelah dingin silahkan ditaburi gula tepung atau olesi metega dan ditaburi misis or keju di atasnya.

Untuk kurleb 25 bh

So.., kemarin itu aku jadi sakit pinggang, karena kebanyakan kerja. Masih sempat bersihin rumah, kipas angin, dll-lah. Oya, beberapa hari ini aku sudah mengalami kram kaki. Diusia kehamilan 5 bulan. Mudah-mudahan bulan ini bisa USG, mulai penasaran jenis kelamin baby ke-2 ini. Trus sekarang wajah aku kelihatan lebih bersih, lho.

Kabarnya orang hamil kan begitu ya, muka lebih bersinar dan kinclong.. Hehe..
Ya udahlah, aku mau kerja. Sejak sampai langsung bikin postingan... Met kerja juga buat semuanya, ya.....

2.28.2009

Goro yang (lagi-lagi) tidak jadi

Rencana hari ini mau gotong royong, bersih-bersih halaman rumah sedikit, tapi tidak jadi, karena HUbby nanti malam juga tidak jadi bermalam di sekolah. Tadinya kan, Hubby libur terobosan, habis Ashar baru berangkat ke sekolahan. Maksud hati hari ini libur ke showroom, mau ikutan beresin halaman, tapi karena Hubbynya mesti ke sekolah - terobosan tetap jalan - makanya aku kerja saja, lagi pula rekapan masih belum siap.


Aku pernah cerita atau tidak ya, di perpustakaan wilayah Prop. Riau sekarang bukunya sudah bagus-bagus. Salah satunya buku ini, kami sudah 3x perpanjang. Hubby mau belajar flash, iseng hari ini aku bawa ke kantor, siapa tahu ada waktu senggang bisa belajar juga, mumpung programnya sudah diinstall di notebook pinjaman ini. Belajar kan, perlu juga, yang penting ada kemauan. Aku juga pengen belajar photoshop, dari dulu ingin belajar tapi tetap saja belum sempat. Kalau sudah menjadi ibu begini, kadang pekerjaan rumah tangga tuh tidak ada habisnya, ada saja yang mau diberesin. Seperti sekarang, sudah aku telusuri kondisi di rumah yang harus dibenahi: bagian atas lemari Dymsi yang hampir penuh dengan arsip-arsip tidak jelas, 2 buah kipasyang sudah berdebu, dan karpet yang mulai terasa tidak nyaman.
Yup, dah dulu ya, mau nyambung kerja lagi. Oya mau ngucapin selamat juga buat Sandy & Wawan atas kelahiran baby perempuannya kemarin tanggal 27 Februari 2009. Namanya bagus banget, Fayza Rasyika Anjani Darmawan. Wah, nama anak-anak jaman sekarng panjang-panjang ya, sama seperti nama Dymsi. Tidak seperti orang tua jaman dulu, paling panjang bikin nama 2 suku kata saja. Misalnya, Andri Cahyadi, Rika Amelia. Tapi begitulah kecendrungan orang tua sekarang bikin nama anaknya paling tidak 3 suku kata. Bisa penuh juga absensi murid-murid jaman nanti anak-anak kami sekolah ya... Btw, semoga Fayza sehat, dan nantinya menjadi anak yang sholehah ya... Amin.

2.26.2009

....?!?


Wusss..,
Asli ngantukku kumat lagi, kali ini diatas jam 1 siang. Enak kalau di rumah bisa istirahat..
Pekerjaan mulai banyak sejak Senin kemarin, sekarang dalam tahap finishing, seperti biasa diangsur-angsur.
Bulan 2 ini masih belum berakhir, karena itu 'cobaan' masih terus berjalan. Sebenarnya cobaan bukan cuma di bulan 2 saja, kapan pun kalau Allah berkehendak, hari atau bulan apapun bisa.
KOndisi perut sudah makin membesar, mungkin karena pengaruh makanku yang mulai berselera. Waktu makan siangnya pakai nasi bungkus, licin aku buat bungkusannya. Kalau pakai rantang alias bekal, licin juga. Sepertinya beberapa bulan ke depan bakal buncit banged dah!
Semoga aku masih kuat mengendarai sepeda motor sendiri. Aku bertekad untuk kehamilan ke-2 ini sebisa mungkin aku mampu, karena kami memang sedang butuh uang dan untuk itu aku harus tetap bekerja. Situasi kantor sudah mendukung, saatnya aku yang harus bangkit, aku yang harus berkeyakinan bahwa aku bisa.
Jadi teridak ingat tulisan ini. Aku buat waktu belum menikah. Tidak terasa ya, sudah 3 tahun saja waktu berlalu dan kami berdua semakin mengenal satu sama lain. Dalam kehidupan berumah tangga kadang yang namanya kesal, sedih atau senang pasti ada. Sifat kami semakin kelihatan. Disamping yang baik pasti ada yang buruk. Yang paling buruk dari aku adalah tidak sabaran, dan suka berterus terang. Kalau tidak suka aku lebih memilih mengungkapkan rasa ketidaksukaanku dari pada berpura-pura. Mungkin harus instropeksi juga.
Menulis membuat aku sedikit menjadi lebih segar. Mungkin akan lebih segar kalau siang begini meinum es campur, ya....

2.20.2009

Morning Fresh

Morning Fresh...
Pagi ini cuaca mendung, tapi tidak berasap..
Perasaanku pagi ini cukup segar, seperti biasa sebelum berangkat kerja ngajak Dymsi mutar-mutar keliling perumahan yang Alhamdulillah jalannya sudah dicor. Pagi ini dia belum mau mandi, biasanya kami mandi bareng, sih :) Waktu aku ajak mandi katanya "Aci 'kan udah mandi.." (kemarin, kali....) Lagi pula seperti biasalah, dia asik melihat-lihat 'komputer Bunda'nya. Lihat foto-foto waktu Dymsi masih kecil, nonton beruang Beckam, kartun 3 dimensi yang sering ketiban sial.
Kemarin sore ada kebakaran di kantor belakang kantor PU. Kabarnya yang kebakaran itu rumah, aku kemarin cuma melihat asapnya saja, lumayan tebal. Jadi terbayang bagaimana sedihnya orang yang tertimpa musibah kebakaran. Sempat ngobrol dengan Kak Ides, orang kantorku mengenai kebakaran. Katanya dulu dekat rumahnya pernah ada kebakaran juga. Barang-barang yang di rumahnya sudah dikeluarkan oleh para tetangga, untung saja api tidak sampai menjalar ke rumahnya. Habis itu dia langsung masuk asuransi kebakaran. Sebenarnya untuk ukuran rumahnya tidak bisa diasuransikan, karena termasuk daerah padat. Memang friends, kalau lewat gang-gang yang ada di Jl. Riau ini pemandangan rumah padat penduduk memang banyak. Contohnya di Jl. Mawar, jarak rumah dengan jalan hanya beberapa meter saja, bahkan tiap rumah mungkin bertemu dinding kiri kanan. Tak heran pula kalau kita melihat banyak anak-anak yang bermain di tepian jalan itu. Pun kendaraan banyak juga yang lalu lalang, entah mobil maupun sepeda motor, apalagi kalau jalan tersebut merupakan jalan potong yang praktis sering dilalui. Makanya jangan heran kalau banyak juga polisi tidur yang berseliweran di jalan-jalan seperti itu, untuk melindungi anak-anak, tentunya.
Kemudian fenomena lain dari Jl. Riau ini adalah ketika mendung atau akan turun hujan. Karena berdekatan dengan Sungai Siak yang terdapat pabrik karet disekitarnya, makanya ketika mendung begitu bau karetnya menyengat... sekali. Ciri khas rumah-rumah daerah sini adalah airnya berkarat. Rumah si kembar juga tidak terlalu jauh dari Jl. Riau ini. Jadi aku sudah sekitar 8 tahun merasakan air berkarat, dan bau sungai Siak. Hehehe.. Problema air berkarat sebenarnya hampir seluruh sumur bor di Pekanbaru memang begitu. Cuma daerah sini lebih keras. Kalau sudah masuk ke daerah Panam sudah bisa dibilang berkurang sekali. Untung daerah perumahan kami airnya bagus sekali, apalagi letak tanah yang lebih tinggi. Jadi selain udaranya sejuk, air bagus, dan InsyaAllah bebas banjir. Cuma 'demam' bayar angsurannya tiap bulan... Whe..hehe...
Yup.., morning freshnya harus dilanjutkan dengan kerja nih... Semoga friends juga merasakan morning fresh, ya!

2.18.2009

My Job

Alhamdulillah kerjaan lumayan berangsur berkurang, memang beberapa hari semenjak 'mendapat'laptop ini aku berusaha mengisi data-data yang selama ini telah diisi secara manual. Tadi siang sama seperti kemarin, sempat mengantuk berat. Sampai benar-benar mau tertidur di kursiku. Bawaan bayi kali, ya?
Nah, aku kepikiran mau cerita tentang pekerjaan baruku, yang selama ini jarang aku tulis. Awal masuk di sini adalah ketika aku berhenti dari tempat kerja lama - tempat kerja pertama seumur hidupku. Dulu aku sempat berpikir tidak akan berhenti dari PT. tersebut kecuali diterima jadi PNS, karena sudah cukup lama disitu, dan aku sudah memahami sekali kondisi perusahaan. Aku hanya mempunyai beberapa atasan, bahkan aku juga sempat punya 1 anggota, ya itu si Meni. Aku juga bisa memperi komando kepada supir, or bagian pembelian. Pokoknya aku sudah betah disitu. Entahlah, tiba-tiba aku merasa tidak nyaman lagi, terutama semenjak perusahaan lamaku itu semakin membuat aku terlibat pada persoalan yang kurang aku setujui. Itulah resikonya kalau posisi sudah menjadi penting. Tapi selama bekerja disitu, aku belajar sangat banyak hal, bertemu dan berkenalan dengan banyak orang, yang memiliki jabatan lumayan di perusahaan-perusahaan swasta yang sebidang, juga banyak kenal orang di PTPN V. Ya, pokoknya banyak hal lah, menghadapi orang, menulis, berbicara, menjadi contact person owner di Jakarta, Medan. Itu pengalamana yang sangat berharga dan tidak semua orang bisa mendapatkannya. Ya, sebagian orang bahkan punya pengalaman yang lebih dari itu. Hanya, bagi aku sebagai orang yang dulu 'buta' sama sekali ketika baru masuk kerja, itu adalah pengalaman yang sangat berharga.
Sekarang aku tidak di situ lagi, aku memang tidak punya banyak relasi seperti di tempat kerja lama, karena di sini bukan PT. Seperti yang pernah aku tulis, temapt kerjaku ini hanya sebuah showroom 2 pintu, yang membeli dan menjual mobil bekas, bisa ganti jok mobil karena peralatan menjahit dsb ada di lantai 2, kemudian bosku punya usaha sampingan yaitu punya beberapa dump truk dan usaha sekitar itu. Jadi kau mengurus usaha sampingannya yang berkantor di showroom ini.
Jadi ingin membandingkan bagaimana orang-orang di sini dan di tempat lama. Tetap lebih banyak laki-laki, tapi sementara ini yang aku rasakan suasana kerjanya lebih baik. Sejauh ini, aku melihat 3 orang kepercayaan bos, yaitu Bang Johan, Bang Andre dan Abangku sendiri tidak ada saling mengiri satu sama lain. Anggota disini sekitar 10-an juga baik-baik, yang perempuan juga begitu, tidak suka menggosip, dan ramah. Berbeda dengan perempuan-perempuan di kantor lama.
Awalnya aku sempat tidak betah bekerja di sini, karena sekitar sebulan yang lalu lebih banyak bengongnya dari pada kerjanya.
Aku teringat, Sabtu siang aku minta jemput dengan Hubby dan aku nongkrong di Labkomnya, seperti yang aku tulis di postingan Refresh di Labkom. Dalam perjalanan ke sekolah Hubby aku 'mewek', sedih karena masih dalam masa transisi meninggalkan Dymsi untuk bekerja, sementara di tempat kerja lebih banyak bengong. Aku sempat berpikir, dari pada duduk bengong di sini, lebih baik bengong di rumah. Tapi sekarang situasinya berbeda, karena pekerjaan lebih banyak aku merasa lebih bersemangat untuk berangkat kerja, lagi pula Dymsi more better.
Begitulah ceritanya mengenai pererjaan baruku. Aku harus kuat, walau aku membawa motor sendiri sekitar 25 menit perjalanan setiap pergi maupun pulang. Alhamdulillah baby di dalam masih bisa diajak kompromi. Aku bekerja karena membantu Hubby-ku, kasian karena kebutuhan kami masih banyak. Kalau sudah berkecukupan, - bukan kaya - aku tentu saja ingin berhenti bekerja, dan mengurus anak-anakku, mengurus rumah, halaman, bunga, dan ingin punya pekerjaan rumah tangga yang bisa menghasilkan uang.
serius!!!!

2.17.2009

Pulang dari Perpus, Ngantuk...


Sudah tiga hari ini aku merasakan baby kami yang berada di dalam rahimku ini mulai bergerak-gerak. Indahnya... Jadi teringat waktu Dymsi menendang-nendangku dulu. Pernah tendangannya agak kuat dari yang biasa, waktu itu sudah hampir jam 9 malam Hubby belum pulang, dan aku sedih, menangis. Padahal hubbyku lagi di Bimbel, rencana manu mengajar. Dulu aku benar-benar parh, cengeng habis. Asal Hubby lambat pulang, pasti mewek... Huu... Memang perempuan itu akan kuat seiring waktu. Setiap hal yang dilalui dalam kehidupannya akan memberikan pelajaran dan kekuatan yang semakin lama tak terhingga. Barangkali itulah sebabnya kita sering meluhat perempuan-perempuan yang 'kuat' di dunia ini. Misal ibuku, betapa kuatnya beliau menjalani kehidupan ini walau Bapak sudah tiadak ada. Aku yakin kekuatan itu bukan hanya pada ibuku, karena sesungguhnya setiap hari begitu banyak kita melihat perempuan-perempuan kuat lainnya. Dan kita sebagai perempuan, tanpa disadari juga mulai melatih diri menjadi perempuan yang kuat - seperti mereka.
Usia kehamilanku sudah melewati angka 4 bulan, awal bulan depan berarti bulan 5. Penasaran juga, jenis kelaminnya. Kami berharap laki-laki, btw apapun yang Allah akan anugrahkan kepada kami akan sangat kami syukuri, yang penting doa semoga baby kami ini sehat walafiat, sempurna fisik dan mentalnya. Kami ingin rumah kami lebih ramai dengan kehadirannya, lebih terasa mempunyai anak-anak yang mudah-mudahan menjadi anak yang sholeh / sholehah.
Jam sebelas siang tadi aku ke perpustakaan wilayah yang berdekatan dengan kantor gubernur untuk mengembalikan buku yang kami pinjam. Walau gedungnya sudah bagus, sudah ada wi-fi, beberapa komputer penunjang, tapi pelayanannya masih manual. Aku tidak tahu kenapa, cuma persiapan ke arah yang lebih modern memang sudah ada, misalnya kartu anggota sudah pakai barcode. wah, siang ini aku agak lelet, kartu parkirnya tercecer entah di mana, untung saja tidak didenda, cukup menunjukkan STNK lalu boleh kabur. Mau pinjam buku lagi tidak bisa, karena kartu anggota atas nama Hubby. AKhirnya aku putuskan singgah ke rumah Susi, untuk membayar hutang pulsa sekitar 24rb. sudah sebulanan mungkin lebih ya, hehe.. belum ada kesempatan ke sana. Susi itu teman 10 tahun, eh 11 malah. Jadi no problema juga. Sempat lunch di sana, makan masakan susi, gulai telur. Ngobrol dan pulang ke showroom. Tidak tau ni, mata tiba-tiba mengantuk berat, makanya aku menulis di notepad ini supaya bisa langsung copas ketika buka blog. Ya.., diupdate sedikitlah, mudah-mudahan pulsanya masih cukup. Memang semenjak tinggal di rumah baru ini kami harus mengirit, mengingat cicilannya yang berat dan keadaan perekonomian yang sekarang menuntut untuk lebih hati-hati. Begitulah.....
Yup, sepertinya mata sudah mulai 'terang', saatnya kembali bekerja, kan???

2.16.2009

Polisi


Sore Minggu ini ada 2 acara aqiqah yang kami hadiri, di rumah kak Neng dan Kak Titin. Kak Titin itu teman sekelas waktu kuliah doeloe. Alhamdulillah setelah 4 tahun pernikahannya dengan Bang Jaya, akhirnya dikaruniai anak perempuan yang cantik, namanya tadi panjang sekali, aku lupa. Yang aku ingat diawali dengan huruf Z dan panggilannya adalah Nina. Kata Hubby, cocok kalau nyani lagu NINA BOBO, pas dengan namanya.

Masalah listrik masih belum final, ada tempat untuk mengambil arus dari orang lain, namanya Mak Uwo, tapi menurut Mak Uwo rumahnya cukup arus untuk 3 rumah, hanya saja menurut Bp. Moko yang juga pengambil arus dari tempat Mak Uwo itu tidak cukup dayanya, ini saja sering mati-mati (membalik), katanya. Sepertinya harus menemui Kak Neng & suaminya lagi. Tadi kami (aku & Hubby) berunding, mungkin kami memang harus lebih mengalah,karena kami butuh. Pertama,jadwal mencuci sebaiknya subuh sekitar jam 3 or jam 4-an. Kedua kulkas harus mengalah, dan sama sekali tidak dihidupkan sampai listrik PLN asli masuk ke rumah kami ini. Sepertinya itu alternatif yang bisa kami tawarkan kepada Bang Hasan / Kak Neng & Bp. yang punya arus.

Buat pembaca tulisan ini, membingungkan ya, ceritanya. :) Namanya juga blog uneg-uneg, diary elektronik.. Harap maklum kalau tidak mengerti...

Jadi teringat cerita Ante Yati soal polisi., aku pernah beberapa mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan dengan Pak Polisi, tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan.

Waktu pulang kerja bareng Hubby, sekitar hamper 2 minggu yang lalu, biasanya aku menunggu cukup lama. Showroom tutup jam 5-setengan 6, tapi Hubby keluar dari sekolah bisa jam 6 atau hampir setengan 7. Nah, suatu sore aku menunggu di depan Showroom sejak jam 5, tak lama kemudian datanglah 1 polisi yang biasa nongkrong di pos simpang Jl. Riau-Yos Sudarso ke simpang depan Showroom, tepatnya simpang jl. Mawar. Cirinya agak gendut dan tidak terlalu tinggi, aku tidak perhatikan namanya karena posisiku agak jauh. Bp. Polisi tersebut sibuk mengatur simpang 4 yang sore itu sedikit lebih ramai, karena jam 5 adalah jam pulang kerja. Bagi yang tinggal di Pekanbaru tahu sendiri kalau jalan Riau ini tergolong sempit. Mungkin karena agak kualahan, Bp itu memanggil temannya, yang berperawakan tinggi dan berkacamata. Nah, dengan kedatangan temannya ini, polisi yang pertama tadi lebih berkesempatan untuk menangkap mangsa. Memang aku akui, masih ada pengendara yang tak berhelm yang melintas di situ, tapi karena sebelumnya belum ada Pak Polisi tsb, jadi aman.

Ada 2 anak sekolah yang berhasil ditawan oleh polisi pertama karena tanpa helm kedua-duanya. Tak salah jika polisi tsb memanggilnya, tapi sungguh disayangkan kata-kata aparat negara yang seharusnya mengayomi masyarakat itu menjadi sangat kasar. Bahkan, sangking kasarnya polisi tersebut (maaf) mencaruti kedua anak sekolah tadi dengan wajah sangar, tentunya. Dari kejauhan aku hanya tersenyum kecil saja, bahkan lebih tepatnya tersenyum sinis, melihat cara kerjanya yang seperti itu. Kadang setiap orang punya maksud yang sama, tapi mengapa penyampaiannya berbeda-beda? Kalau kita bisa menyampaikannya secara baik kenapa tidak? Kalau kondisinya sama-sama ditangkap tapi polisnya menegur dengan dara berbeda, contoh:

Polisi : Selamat sore, Dik! Maaf Adik sudah melanggar peratusan lalu lintas dengan tidak menggunakan helm, karena itu tolong adik perlihatkan SIM dan STNK-nya. Bla-bla-bla….

Hanya saja bukan begitu dialog yang terjadi, tapi seperti ini

Polisi xxxxx (mencarut), Kau!!! Mana Helm Kau! Bla-bla-bla…..

Ah, polisi. Kalau bisa bicara lebih baik, kenapa tidak, Pak?

2.13.2009

Bulan 'cobaan'

Hello, semua.....
Bulan Februari ini adalah bulan yang penuh dengan cobaan buat kami. Mulai awal bulan, sampai hari ini cobaan itu masih ada dan belum terselesaikan. Cobaan awal bulan tidak usahlah aku ceritakan, karena itu adalah masalah yang harus kami berdua atasi, yang jelas itu bukan masalah hubungan kami, karena sesungguhnya kami berdua fine-fine aja, alias akur. Apalagi dengan kondisi hamil ke-2 ini, tentu kami sangat berbahagia.....
Cobaan yang sekarng kami hadapi adalah masalah listrik. Akhirnya kami harus menarik kabel sendiri ke depan, karena permasalahan daya yang tidak cukup dari Bapak pemberi arus, dan itu berdampak tidak enak dengan Kak Neng, tempat kami menarik kabel semula. Sepertinya kami diisyaratkan untuk pindah dari rumah Bp. pemberi arus dan mengharuskan kami mencari alternatif arus yang lain.... Masalah ini bikin lemes kami, karena kondisi keuangan kami sekarang kurang baik, untuk kabel dkk tentu belum ada alokasinya...
Belum final mau ambil di mana, dan bisa kena berapa, yang jelas bagi kami tentu itu adalah hal yang berat dan tidak bisa dihindarkan lagi. Kalau memilih alternatif genset, sepertinya agak berat karena pertama genset tidak bisa hidup terlalu lama, kedua kulkas dan mesin cuci tidak bisa digunakan sama sekali walau cuma sebentar. Ribet, memang... Doakan ya, semoga dapat jalan keluar terbaik. Buat teman-teman yang mau ambil perumahan, memang sebaiknya tunggu listrik masuk dulu baru pindah. Jangan seperti kamilah, walau sudah ada travo dan tiang serta kabel yang diinstalasi di masing-masing rumah (dalam artian hanya menunggu meteran saja), buktinya sampai sekarang bagaimana listriknya masih belum jelas........ Memang PLN itu bagai buah simalakama ya, banyak yang kecewa tapi bagaimanapun kita tetap saja butuh.......
Berita yang baiknya adalah aku mulai betah di kantor yang baru, walau AC-nya alami, tapi bos yang baru lebih berduit dibandingkan bos yang lama, maksudku keuangan di kantor sini lebih baik. Aku bekerja di sebuah showroom mobil, tapi pekerjaanku sama sekali tidak ada hubungannya dengan showroom. Bosku punya usaha lain, yaitu pengangkutan pasir, bese, dll-lah, sehingga pekerjaanku adah bagian pembukuan usaha sampingannya itu. Yang menyenangkan adalah bos disini lebih memfasilitasi aku, misalnya aku dapat ijin pakai laptop baru yang kemarin baru diresmikan. So, sekarang ini aku bisa mengetik jam berapa pun, tanpa terkendala listrik di rumah yang sering tidak mampu menghidupkan monitor. Jadilah, bisa bw pulang ke rumah dan Dymsi tentunya tidak akan kehilangan masa untuk menonton baba, upin ipin, main mario or whateverlah! Lumayan juga ada wi-finya, bisalah sesekali dibawa ke tempat gratisan.
Begitulah..., malam ini hubby tidur di sekolah, karena katanya banyak kerjaan untuk persiapan try out besok, biasalah promosi sekolahnya. Semoga berhasil ya, Hub! :) Oya jangan lupa doanya, sebelum tidur...
Jadilah kami tinggal berdua, Alhamdulillah aku sudah lebih tidak cengeng seperti dulu. Kalau ingat-ingat dulu aku belum 'dewasa', masih nguntil kemanapun hubby bermalam, pakai bawa-bawa Dymsi juga. Rasanya tidak enak kalau tidur disamping tidak ada Hubby, kejadian yang bikin aku malu juga kalau ingat sekarang adalah ketika aku mengotot pulang pada waktu malam setelah pesta Melly. Ih, kekanak-kanakan sekali. Forgive me, Mommy Labor.... Semoga aku bisa menjadi lebih baik, lebih kuat, lebih sabar...